Test Drive All New Honda BR-V Varian Tertinggi, Enak Diajak Jalan Jauh

Pekan lalu, sejumlah media termasuk Merdeka.com diundang HPM mengikuti media test drive All New BR-V dengan rute Jakarta-Ungaran-Solo. Test drive ini istimewa karena semua unitnya adalah tipe tertinggi: All New Honda BR-V Prestige CVT with Honda SENSING yang dibanderol Rp 339,9 juta (on the road Jakarta).

Syakur Usman
Oleh Syakur Usman - Reporter
Test Drive All New Honda BR-V Varian Tertinggi, Enak Diajak Jalan Jauh
media test drive All New Honda BR-V di Jawa Tengah. ©2022 Merdeka.com/hpm

PT Honda Prospect Motor (HPM) dengan terang-terangan mengakui fokus memasarkan All New BR-V di segmen mobil keluarga 7 penumpang di Tanah Air, meski ada model lain. Tren SUV di pasar otomotif Indonesia menjadi alasannya.

Maka itu, pekan lalu, sejumlah media termasuk Merdeka.com diundang HPM mengikuti media test drive All New BR-V dengan rute Jakarta-Ungaran-Solo. Test drive ini istimewa karena semua unitnya adalah tipe tertinggi: All New Honda BR-V Prestige CVT with Honda SENSING yang dibanderol Rp 339,9 juta (on the road Jakarta).

Saya dan dua jurnalis lainnya mendapat mobil nomor urut 13 warna abu-abu metalik. Saya sengaja mengambil posisi sebagai pengemudi lebih dulu ketimbang penumpang, karena waktu masih pagi. Kondisi badan masih segar.

Mengambil titik start di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, kami akan konvoi menuju tol dalam kota dengan mobil patwal. Jakarta agak basah Rabu pagi itu, akibat hujan semalam.

Kesan pertama, saya suka interior All New Honda BR-V varian tertinggi ini. Cenderung maskulin dengan dominan warna hitam termasuk bagian atapnya. Materialnya juga baik dengan pengerjaan yang presisi. Kelihatan interior dan kabinnya lebih baik dibandingkan kompetitornya.

Posisi jok bisa ditinggikan dengan knob di samping dari jok yang berselimut kulit sintetis hitam ini. Desain jok ergonomis dan nyaman di badan.

Menyalakan Low SUV ini sudah modern, cukup menekan tombol start/stop engine. Bahkan bisa dilakukan dari jauh, saat Anda berada di luar mobil, dengan menggunakan smart key. Keren ya!

Setelah menemukan posisi mengemudi yang pas dan sesuai aba-aba panitia, kami melaju sekitar 20 mobil All New BR-V. Kontan, konvoi kami menarik perhatian warga Jakarta yang sedang bergegas menuju tempat kerja.

Meski hanya ada tilt steering, saya suka lingkar kemudinya. Mantap di tangan. Sisi kanan setir diisi tombol-tombol untuk mendukung fitur Honda SENSING seperti adaptive cruise control. Kami pun siap beraksi!

Dari tol dalam kota Jakarta, kami menuju rest area di Tol Cipali sebagai titik istirahat pertama. Setelah menjaga jarak aman, kami melaju menuju Tol Cikampek. Karena masih pagi, jalan tol masih lengang. Cukup nyaman untuk memacu si All New BR-V.

Mesinnya memang tidak langsung merespons, begitu kita menginjak pedal gas lebih dalam. Honda mengaku mesin 1.5L i-VTEC generasi kedua BR-V ini diperbarui sehingga ada penambahan tenaga menjadi 121 ps per 6.600 rpm dengan torsi maksimal 145 Nm per 4.300 rpm.

Di putaran bawah, mesin slow merespons posisi pedal gas. Namun, memasuki 2.500 rpm ke atas, tenaga mesin cukup "menyalak". Saat itulah saya mencoba menjajal top speed-nya. Akeselerasi menuju 100 km per jam cukup cepat, meski terasa smooth.

Maklum mobil ini menggunakan transmisi CVT yang dikenal "mengurut giginya" saat mobil hendak dipacu.

Bersama dua jurnalis lainnya, saat kondisi di jalan tol aman, mobil kami pacu hingga 140 km per jam. Stir tidak enteng, masih cukup mantap di kecepatan tinggi. Stabilitasnya juga masih baik. Namun, di atas kecepatan itu, kami tidak rekomendasikan. Keselataman di jalan tetap yang utama. Jadi di jalan bebas hambatan, Low SUV ini cukup gesit dan nyaman.

Suspensi yang lebih rigid juga membuat mobil ini mudah dikendalikan. Cukup "nurut" dengan keinginan pengemudi.

Performanya di jalan dalam kota dan berkelok-kelok juga cukup baik. Visibilitas pengemudi baik dengan blind spot yang minim. Body roll-nya juga sangat minim. 

Menariknya, ada fitur Honda LaneWatch, yang menampilkan gambar kondisi kendaraan bagian kiri di headunit berlayar sentuh 7 inci, saat saya menggunakan sen kiri (maklum spion kirinya ada kameranya. Jadi mata tak lagi memandang jauh ke spion, saat Anda ingin belok kiri atrau pindah lajur. Nyaman bukan!

Memang untuk keperluan akselerasinya, not so fast. Tapi Anda akan merasakan "tarikan" berbeda saat menggunakan level S di transmisis CVT-nya. Ini sangat fungsional di jalan yang membutuhkan tenaga mesin lebih gesit, karena rpm dijaga di putaran atas.

Dipacu kencang, kesenyapan kabin All New BR-V terasa baik. Suara-suara dari luar minim masuk. Memang suara mesin sedikit masuk saat dipacu. Tapi bila kecepatan Anda stabil, nyaris tiada suara yang mengganggu masuk ke dalam kabin.

Fitur Honda SENSING yang berisi enam fitur keamanan aktif, juga kami cicipi. Kami merasa sangat terbantu dan nyaman dengan itu, karena cara kerjanya tidak kasar seperti fitur Lane Keeping Assist System (LKAS) dan Road Departure Mitigation System (RDMS). Komputer secara otomatis mengubah atau membalikkan setir ke posisi normal, bila sensornya mendeteksi kendaraan ke luar garis atau lajur. Intervensinya masih terasa di sistem setir, tapi tidak mengganggu kok. Rileks saja.

Sementara fitur Collision Mitigation Braking System (CMBS) beberapa kali membantu pengereman, bila jarak mobil kami dengan mobil di depan terlalu dekat. Maklum kami kadang larut dengan sistem hiburannya yang sudah mudah terkoneksi dengan ponsel kami lewat Android Auto. 

Selain itu, Honda SENSING di All New BR-V ada fitur Adaptive Cruise Control, Lane Car Departure Notifications System, dan Auto High Beam. Semua fitur-fitur ini, sangat fungsional sehingga peran pengemudi semakin dimudahkan sekaligus nyaman. 

Kesimpulan

Sebagai pengemudi dan penumpang dalam media test rive All New Honda BR-V yang hanya berdurasi satu hari dan jarak sekitar 400 km, saya berkesimpulan generasi kedua Low SUV andalan PT Honda Prospect Motor ini punya potensi besar di segmennya.

Handling-nya cukup presisi dengan fun to drive yang baik. Saya mau mengendarainya lagi untuk perjalanan lebih jauh!

Tentu saya suka fitur Honda SENSING-nya, sebagai salah satu kelebihan utama BR-V di segmen Low SUV. Secara garis besar, Honda berhasil menyajikan konsep "redefined driving" di sini, meski ini bukan mobil cepat pula.

Kalaupun ada catatan saya, yang mungkin bisa dikatakan kekurangan All New BR-V, adalah kesan dan karakternya yang belum sporty. Selamat mencoba All New BR-V!

Rekomendasi