Toyota Indonesia melaporkan All New Avanza dan Veloz mencatat pemesanan 14.000 unit berdasarkan data SPK, sejak debut global pada 10 November lalu hingga kemarin (8/12). Namun, dari jumlah itu masih ada pemesanan untuk generasi lama sekitar 2.000 unit.
Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), menjelaskan jadi total SPK untuk generasi terbaru ini 12.000 unit. Dari jumlah SPK tersebut, model All New Veloz justru dipesan paling tinggi, yakni hingga 70 persen.
"Ini sudah sesuai prediksi kami, periode peluncuran biasanya segmen atas lebih cepat dipesan," ujar Anton di sela acara Journalist Test Drive All New Avanza dan All New Veloz di Ubud, Bali, Rabu malam (8/12).
Menurutnya, pemesan All New Veloz kebanyakan tipe pembeli mencari mobil pengganti (replacement) dan menambah mobil baru (additional). Sedangkan pembeli All New Avanza tipe ritel, pembeli mobil pertama (first buyer). Hasil ini kabar baik bagi Toyota Indonesia dan sesuai dengan harapannya.
Bagaimana soal indennya?
Kata Anton, mobil baru Toyota biasanya memang ada masa tunggu (inden) bagi konsumen. Namun, Toyota berusaha inden All New Avanza dan All New Veloz ini tidak lama.
"Kalau bisa satu bulan, maksimal dua bulan kecuali untuk tipe tertentu yang laris seperti All New Veloz Q TSS warna putih yang bisa 2-3 bulan," ucapnya.
Untuk itu, Toyota-Astra Motor selalu berkoordinasi dengan pabrikan kedua mobil ini, yakni PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) untuk model All New Veloz dan PT Astra Daihatsu Motor (ADM) untuk model All New Avanza. Hingga hari ini volume produksi Low MPV ini masih lancar termasuk pasokan semi-konduktornya. Belum ada isu semi-konduktor untuk mobil ini.
"Kami ingatkan kepada konsumen harga jual kedua model ini bisa naik, karena diskon pajak (PPnBM) 100 persen dari pemerintah kemungkinan dicabut dan Januari 2022 kedua mobil ini kemungkinan kena pajak emisi/karbon 15 persen berdasarkan hasil uji emisinya," pungkas Anton.