Hyundai Motor Group berkolaborasi dengan LG Energy Solution Ltd untuk memastikan pasokan baterai kendaraan listrik yang stabil bagi kendaraan listrik bertenaga baterai (BEV).
Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution mengumumkan bahwa keduanya menandatangani nota kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan pemerintah Indonesia untuk membentuk usaha patungan di Indonesia. Ini salah satu upaya memproduksi sel baterai untuk mobil listrik bertenaga baterai.
Nota kesepahaman itu diteken oleh Sung Hwan Cho, President and CEO Hyundai Mobis, dan Jong Hyun Kim, President LG Energy Solution di Seoul, Korea Selatan, kemarin (28/7). Menteri Investasi RI Bahlil Lahadalia dan Toto Nugroho, Presiden Direktur Indonesia Battery Corporation (IBC) turut menghadiri seremonial tersebut secara virtual.
Dengan demikian, Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution akan menginvestasikan dana senilai US$ 1,1 miliar untuk usaha patungan untuk membangun pabrik sel baterai di Karawang, Indonesia.
Hyundai dan LG masing-masing akan berhak atas 50 persen kepemilikan saham di usaha patungan tersebut. Pemerintah Indonesia setuju untuk mendukung melalui berbagai insentif untuk kelancaran proses operasional yang stabil dari pabrik tersebut.
Pembangunan pabrik dijadwalkan dimulai pada kuartal IV tahun ini dan akan selesai pada semester pertama 2023. Sedangkan produksi massal sel baterai di fasilitas baru ini diharapkan pada semester pertama 2024.
Melalui joint venture produksi sel baterai ini, Hyundai dan LG Energy Solution semakin memperkuat kemitraan strategis yang telah dimulai lebih dari satu dekade lalu.
Kedua perusahaan juga mempertimbangkan berbagai faktor dalam proses pemilihan lokasi terbaik untuk pembangunan fasilitas produksi sel baterai di Karawang. Apalagi Indonesia adalah salah satu produsen nikel terbesar di dunia, bahan baku utama untuk baterai kendaraan listrik
Hal pendukung lain dari lokasi Karawang, cukup dekat dengan Jakarta sebagai ibukota Indonesia. Selain itu, Karawang juga memiliki jaringan transportasi lengkap termasuk bandara, pelabuhan, dan jalan bebas hambatan. Sehingga karawang telah berhasil menarik minat dari berbagai industri berskala besar untuk membangun fasilitas di area tersebut seperti otomotif, elektronik, logistik, konstruksi material dan lainnya.
Pasokan 150.000 Unit BEV
Pabrik sel baterai baru di Karawang dibangun di lahan seluas 330.000 meter persegi. Ketika beroperasi penuh, fasilitas ini diharapkan menghasilkan sel baterai lithium-ion NCMA dengan total 10 GWh setiap tahun dan mampu memenuhi kebutuhan lebih dari 150.000 unit mobil listrik.
Sel baterai yang diproduksi di pabrik Karawang akan digunakan model EV Hyundai Motor dan Kia yang dibangun di atas platform BEV khusus Hyundai Motor Group, yaitu Electric-Global Modular Platform (E-GMP).
Pabrik baru ini juga akan membantu Hyundai dan Kia memproduksi kendaraan dengan efisiensi, kinerja, dan keamanan tinggi dengan memasok sel baterai yang dioptimalkan untuk dua model BEV-nya.
Hyundai Motor Group memiliki fokus menjadi pemain utama EV tingkat global. Hingga 2025, Hyundai ingin memperluas jajaran BEV ke lebih dari 23 model dan menjual 1 juta BEV setiap tahun di pasar global.