Delapan Fitur Keamanan New Mitsubishi Triton, Tercanggih di Segmen Double Cabin

New Mitsubishi Triton yang diperkenalan kemarin di Jakarta diklaim memiliki fitur keamanan tercanggih di segmen double cab 4x4. Apa saja fitur canggih tersebut?

Syakur Usman
Oleh Syakur Usman - Reporter
Delapan Fitur Keamanan New Mitsubishi Triton, Tercanggih di Segmen Double Cabin
media preview New Mitsubishi Triton di Jakarta. ©2019 Merdeka.com

Mitsubishi Motors Indonesia memperkenalkan New Triton di Jakarta dalam acara media preview, kemarin (2/7). Mobil yang merajai segmen dobel kabin 4x4 di Indonesia ini diimpor secara utuh (CBU) dari Laem Chabang, Thailand.

Total ada enam varian New Triton untuk pasar Indonesia. Varian tertinggi adalah New Triton Ultimate AT Double Cab 4WD senilai Rp 480,5 juta (on the road Jakarta). Sedangkan varian terendah, yakni GLX HR MT Single Cab 2WD Rp 250,5 juta.

Untuk pasar Indonesia, New Triton memiliki spesifikasi umum, yakni mesin 4N15 2.4L dengan tenaga maksimum mulai 181 PS. Kemudian transmisi 5 dan 6 percepatan MT dan 6 percepatan AT. Serta sistem penggerak; mesin depan, penggerak 4WD, dan 2WD.

Koichi Namiki, Program Director Mitsubishi Motors Corporation, yang menghadiri media preview Jakarta ini, mengatakan New Triton memiliki desain baru yang lebih menarik. Tapi yang lebih penting adalah fitur keamanannya karena tercanggih di segmennya.

"Dengan powertrain baru, New Triton memiliki performa lebih baik," ujarnya.

Berikut ini fitur keamanan dan smart technology New Triton yang tercanggih di segmennya seperti yang dipaparkan Namiki-san:

1. Keamanan dasar New Triton berupa RISE body, yakni struktur bodi penyerap benturan.

2. Tujuh SRS Airbags untuk keamanan pengendara dan penumpang.

3. Forward Collision Mitigation System (FCM), fitur ini dapat melakukan pengereman darurat dengan sensor visual di depan.

4. Ultrasonic mis-acceleration Mitigation System (UMS), yang dapat mencegah kendaraan bergerak dari posisi parkir, ketika sensor ultrasonic mendeteksi halangan baik dari arah depan maupun belakang.

5. Blind Spot Warning (BSW) dan Lane Change Assist (LCA). Kedua fitur ini berfungsi memperingatkan pengendara terhadap kendaraan yang berada di blind spot atau yang melaju cepat dari belakang dengan teknologi ultrasonic dan radar.

6. Rear Cross Traffic Alert (RCTA) yang berfungsi memonitor laju di belakang kendaraan dengan radar.

7. Automatic High Beam, secara otomatis mengalihkan lampu utama tinggi dan rendah dengan sensor visual depan, serta sensor parkir memonitor sekeliling kendaraan ketika parkir dengan ultrasonic.

8. Multi-around View monitor, fitur ini untuk memudahkan saat Anda parkir di area sempit.

Diuji 200.000 Km di Kalimantan

Namiki menambahkan, New Triton juga mengalami penyempurnaan sistem 4WD untuk meningkatkan performa off-road. Kemudian kemampuan off-road ini dikembangkan lebih dan sudah terbukti. Karena langsung diuji di Pulau Kalimantan oleh konsumen Triton sejauh 200.000 kilometer.

Terdapat dua fitur terbaru, yakni Off-road mode untuk memaksimalkan traksi dan parameter stabilitas control sesuai dengan kondisi medan dengan “easy select switch” operation. Kemudian Hill Decent Control (HDC) yang membantu pengemudi mengontrol katup untuk menjaga kecepatan kendaraan dengan berbagai kondisi medan. Ketika menuruni bukit yang curam, yang memungkinkan pengemudi berkonsentrasi pada kontrol setir.

Saat ini populasi Triton di dunia mencapai 4,9 juta unit, sejak dipasarkan 1978. Total ada 150 negara menjadi pasarnya termasuk Indonesia. Sejak dipasarkan di Indonesia pada 2002, polulasi Triton mencapai lebih dari 80 ribu unit.

Rekomendasi