Setelah melewati proses penentuan yang panjang, didapatkan 10 pemenang dari 14 finalis Shell Livewire Business Start-Up Awards (BSA) 2014. Ajang menjaring wirausaha muda Indonesia berbakat tahun ini merupakan penyelengaraan yang kedelapan.
Kesepuluh pemenang yaitu Agatha Virdhi Saputra (Agatha Pratama Agro Tekno Jamuran, Jatim), Ardhi Setyo Putranto (Kripik pisang 'Banana Queen', Jateng), Erika Ernawati Simangunsong (Sabun Kecantikan 'Keyra', Jabar), Irham Hadi Pratama (Spiku kukus 'Spikus', Jatim), Ivan Yahya Adhiteja (Furnitur 'Izemu', Jabar), Kelvin Subowo (Keripik kentang ebi 'Kresley', DKI Jakarta), Ketut Gede Budhi Riyanta (Bidai fraktur tulang universal sistem hook & loop 'Puzzle Splint', Bali), M Candra Wijanadi (Layanan kesehatan 'Hipoocrates Medical Homecare', Bali), Raden Nanda Teguh Perkasa (Miniatur tanaman mini (Little Gardenia', Jabar), dan Rama Pratama (Dry-aged steak 'The Broandco', DKI Jakarta).
Selain itu, Shell juga memberikan penghargaan kepada dua pemenang untuk kategori Ecopreneur dan Sociopreneur yaitu Ivan Yahya Adhiteja (Furnitur 'Izemu', Jabar) dan Agatha Virdhi Saputra (Agatha Pratama Agro Tekno Jamuran, Jatim).
"Antusiasme saat proses pendaftaran sangat tinggi, cukup banyak wirausaha muda yang ikut mendaftar terutama dari luar Jakarta. Tahun ini inovasi usaha yang ditawarkan pun sangat menarik, berbeda dengan tahun lalu," ungkap Anita Setyorini, Social Investment Manager PT Shell Indonesia.
Para pemenang berhak mendapatkan uang sebesar Rp 25 juta dan ikut dalam coaching selama 2 tahun. Tak hanya itu, kesepuluh wirausaha muda ini berkesempatan masuk ke "Shell LiveWire International Hall of Fame". Saat ini ada 23 pemenang Shell LiveWire dari seluruh dunia yang masuk, empat diantaranya dari Indonesia.
"Kita ingin terus mendorong anak bangsa dalam berkarya. Dengan adanya Shell LiveWire BSA ini bisa memotivasi mereka untuk terus mengembangkan usahanya," tambahnya.
Di tahun ini, dua orang dari Indonesia kembali dinobatkan masuk Shell LiveWire International Hall of Fame. Mereka adalah Ivan Kurniawan (Pemenang tahun 2011) dengan bisnis Lazuli Sarae dan Fajar Ciptandi (Pemanang tahun 2013) dengan bisnisnya Dwaya Manikam.
(kpl/fid/sno)