Analisis data yang dilakukan setiap hari oleh Polri menunjukkan bahwa kecelakaan lalu lintas dan akibat dari kecelakaan lalu lintas itu sendiri, termasuk untuk jumlah korban meninggal dunia, luka berat, dan luka ringan memang mengalami penurunan.
Sejumlah cara diterapkan dalam operasi yang disebut Operasi Ketupat antara lain dengan melakukan koordinasi bersama sejumlah lembaga terkait, termasuk dengan komunitas masyarakat.
"Koordinasi dengan instansi terkait, dengan Kementerian Perhubungan, dengan DLLAJ, dan lainnya termasuk komunitas masyarakat yang sudah dirapatkan," ujar Kepala Korps Lalu Lintas Irjen Pol Pudji Hartanto.
Menurut data Polri hingga 10 hari pelaksanaan Operasi Ketupat Lebaran 2014, jumlah kecelakaan masa mudik tahun ini menurun sekitar 14 persen. Jumlah kecelakaan menurut data terakhir tersebut adalah 2.003 kasus, sementara tahun sebelumnya 2.337 kasus.
Selain menganalisis daerah-daerah yang dinilai rawan kecelakaan dan menempatkan personel di titik-titik tersebut, mereka juga memberlakukan rekayasa arus lalu lintas kendaraan mudik.
"Bagaimana petugas merekayasa arus lalu lintas. Manajemen lalu lintas akan kita laksanakan, baik itu mengalirkan arus, maupun buka-tutup di tempat-tempat tertentu yang memang kita memerlukan itu," ujar Kepala Korps Lalu Lintas Irjen Pol Pudji Hartanto.
Operasi Ketupat Lebaran 2014 sendiri melibatkan 7.226 personel gabungan dari Polda, Polres, TNI, Pemprov DKI, dan pemangku kepentingan lainnya.
Operasi yang berlangsung mulai 22 Juli hingga 6 Agustus mendatang ini sendiri berlangsung di wilayah Pulau Jawa dengan dukungan 1.400 kendaraan bermotor roda dua.
Advertisement
(kpl/why/rd)