Perusahaan pemasok dan penyedia jasa teknologi asal Jerman, Bosch, meraih total penjualan sebesar EUR 89 juta di tahun fiskal 2012, termasuk usaha yang tidak terkonsolidasi di Indonesia. Pendapatan ini tumbuh sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah tenaga kerja di perusahaan juga berkembang menjadi lebih dari 100 orang, sejalan dengan perkembangan bisnis perusahaan yang kuat.
"Ekonomi Indonesia semakin meningkat dan diharapkan menjadi kekuatan ekonomi terbesar nomor sepuluh di dunia menurut hasil penelitian dari McKinsey. Bosch berkomitmen untuk meningkatkan jumlah investasi di Indonesia untuk terus berkembang seiring menguatnya ekonomi Tanah Air," ujar Rudy Karimun, Managing Director Bosch di Indonesia.
Pada tahun fiskal 2012, pendapatan Bosch di Indonesia meningkat di semua lini bisnis. Lini bisnis Drive and Control, Automotive Aftermarket, Security Systems dan Thermotechnology mencatatkan pertumbuhan dengan rasio hingga dua digit.
"Pada 2013, Bosch akan melanjutkan ekspansi ke enam kota besar di Indonesia. Kami mengharapkan pertumbuhan pendapatan di Indonesia dapat mencapai 30 persen di 2013," lanjut Rudy.
Pemerintah Indonesia baru-baru ini memberikan insentif pajak kepada produsen mobil yang mengembangkan low-cost green cars (LCGC). Karena itu Bosch sangat mendukung pemerintah Indonesia dalam mempromosikan produksi mobil murah dengan harga lebih terjangkau, hemat bahan bakar, dan rendah emisi di negara dengan populasi terbesar keempat di dunia.
"Kami akan memproduksi komponen otomotif berkualitas tinggi yang dapat memenuhi peningkatan kebutuhan teknologi otomotif yang efisien secara energi, serta aman dan nyaman," kata Rudy.
Bosch berencana membangun pabrik pertamanya di Indonesia. Pabrik ini direncanakan mulai berproduksi pada 2014 dan akan mengambil lokasi di sekitar Jakarta. Pabrik tersebut akan memproduksi suku cadang otomotif terutama untuk pabrikan mobil Jepang di Indonesia.
Rencana pendirian fasilitas produksi ini merupakan langkah penting yang sangat dinantikan untuk bisnis perusahaan Jerman ini di Indonesia dan merupakan langkah pengembangan bisnis Bosch di Asia Tenggara.
Bosch memperkirakan pada tahun 2016, jumlah volume produksi mobil di negara berkembang, terutama merek Jepang, akan melampaui volume produksi di negara-negara maju. Perusahaan-perusahaan Jepang meningkatkan belanja modal mereka ke luar negeri, khususnya di negara dengan ekonomi berkembang seperti di Asia Tenggara.
(kpl/nzr/vin)