Masalah finansial yang membelit Opel makin runyam saja. Pada pekan lalu, General Motors, induk perusahaan Opel, memecat Kepala Eksekutif Opel, Karl-Friederich Stracke. Hal itu menguatkan sinyalemen bahwa GM akan segera mematikan merek Opel, seperti yang diberitakan oleh Inautonews, Senin (16/7).
Seorang sumber dari Opel mementahkan anggapan tersebut, dengan mengatakan bahwa pemecatan Stracke bukanlah sinyal tutupnya Opel, melainkan hanya akan ada perubahan kebijakan internal semata.
"Permasalahan yang dihadapi Opel sangat sulit diselesaikan dalam waktu singkat. Manajemen harus menentukan strategi jangka panjang dan tetap fokus pada rencana yang telah disusun," ujar Andreas Halin, ahli manajemen perusahaan dari GlobalMind Executive Search Consultants di Frankfurt.
Di lain kesempatan, juru bicara Opel menjelaskan bahwa penghentian Stracke tak akan mempengaruhi roda bisnis atau rencana mencapai kesepakatan perihal konsensi upah dengan serikat pekerja, sebelum November nanti di Jerman.
Para ahli merasa yakin bahwa satu-satunya cara untuk menghindari kebangkrutan adalah dengan mengejar keuntungan. Namun kondisi tersebut sangat tidak mungkin tercapai mengingat kerusakan pada manajemen dan kepercayaan konsumen terhadap produk makin menipis.
(kpl/bun)