Sesuai prediksi sebelumnya bahwa hari kedua Rally Acropolis (25/5), Rifat Sungkar dan Steve lancaster bakal menghadapi situasi sulit terbukti. Di hari kedua, Rifat bukan saja melaju di lintasan berat, namun juga jumlah SS yang banyak dan periode tanding yang mencapai 12 jam. Selain itu hanya tersedia dua remote services (area perbaikan kendaraan) di sepanjang pertandingan.
Pe-rally Fastron World Rally Team, Rifat Sungkar bersama Steve Lancaster sebagai navigator, berhasil mengatasi lintasan yang sulit dan tantangan berat di paruh awal hari kedua Acropolis Rally dan mencatat waktu yang baik di SS2, SS3 dan SS4.
Drama mulai terjadi di SS5 Bauxites 1, yang memiliki jarak tempuh sejauh 23,17 km. SS5 merupakan stage yang sangat cepat dan dengan lintasan keras yang menanjak, berbatu dan sangat menantang. Di stage ini, pe-rally Fastron World Rally Team, Rifat Sungkar bersama Steve Lancaster sebagai navigator, terhempas keluar jalur, menuruni tebing dan menabrak batang pohon dalam kecepatan tinggi yang terjadi di sekitar kilometer ke 19.
Kejadian ini mengakibatkan mobil bernomor pintu 59 ini mengalami kerusakan dan tidak bisa melanjutkan pertandingan. Oleh karena itu, Rifat dan Steve terpaksa harus mengundurkan diri dari rangkaian Special Stage yang tersisa di hari kedua.
Lintasan di SS5 di hari yang sangat tricky. Lintasannya keras, sangat cepat dan penuh dengan batu. Kami terpaksa menghentikan langkah kami di hari kedua Acropolis Rally. Kami akan berusaha lebih keras untuk memperbaiki catatan waktu di hari ketiga dan keempat, serta tetap berupaya untuk dapat finish Acropolis Rally, ungkap Rifat.
Beruntung kami tidak mengalami cedera dan meskipun mobil sempat mengalami kerusakan akibat kecelakaan di hari kedua, mobil dapat diperbaiki untuk melanjutkan pertandingan di hari ketiga dan keempat, ujar Steve Lancaster, navigator Rifat
Rally hari kedua ini terbukti sangat berat untuk para peserta lain juga dan membuat banyak pe-rally kawakan terhenti. Dari kelas Manufaktur atau WRC, Ott Tanak terganjal di beberapa SS dan terhenti di SS8, Petter Solberg sempat menabrak batu di SS6 dan mengalami ban pecah. Thierry Neuville dan Mads Ostberg juga sempat terhenti di SS8.
Selain itu, Benito Guerra, yang merupakan pemenang untuk kelas PWRC di Rally Mexico dan Rally Argentina dan Andis Neiksans, yang bertanding di kelas yang sama dengan Rifat Sungkar juga mengalami berbagai kendala di hari kedua.
Tim mekanik Fastron World Rally Team segera melakukan perbaikan yang diperlukan, melakukan penggantian kaki mobil di sebelah kiri, dan pemeriksaan ulang secara menyeluruh.
Diharapkan Rifat dan Steve dapat kembali berlaga di hari ketiga Acropolis Rally. Lintasan hari ketiga di Kleina dan Ghymno lebih rusak dari lintasan di hari kedua. Kami memilih untuk bermain aman karena batunya besar-besar.
Lintasan tersebut bukan lintasan yang diperuntukkan untuk kecepatan, tetapi lintasan yang akan menguji kendaraan, ujar Rifat.
Hari ini, Fastron World Rally Team melanjutkan pertandingan di hari ketiga (26/5), yang juga terdiri dari 8 SS dan periode tanding yang panjang. Di hari ketiga Acropolis Rally ini, Rifat bersama Steve, akan bertanding di SS10 SS17, yang melewati lintasan di daerah Klenia Mycenae, Ghymno, Kefalari dan ziria, dengan total jarak tempuh sepanjang 604,06 km.
Rally hari ketiga ini berpotensi menghadirkan tantangan yang lebih berat dibandingkan dengan hari kedua. Salah satunya penyebabnya dikarenakan kondisi lintasan di Klenia Mycenae dan Ghymno yang jauh lebih buruk dan kedua lokasi tersebut akan dilewati sebanyak dua kali di SS10 dan 14 untuk Klenia Mycenae dan SS11 dan 15 untuk Ghymno.
Khususnya untuk hari ketiga, lintasan terberat akan terjadi di SS 10/14 Klenia Mycenae dan SS 11/15 Ghymno, papar Steve. (kpl/nzr/vin)