Mengintip lebih dekat pembuatan helm Cargloss
Merdeka.com - Otosia.com -
Cargloss Indonesia mengajak media melihat lebih dekat pembuatan helm Cargloss di pabriknya di Citeureup, Bogor, Jumat (12/13) . Dalam tur keliling pabrik ini media melihat secara langsung proses demi proses yang dilalui untuk sebuah produk helm, mulai dari Quality Control, Painting, sampai Molding.
Diperlihatkan pula proses pengujian helm Cargloss menggunakan alat-alat uji yang memenuhi standar. Di sini media menjadi saksi betapa proses tersebut diawasi sedemikian ketat demi menghasilkan produk-produk yang berkualitas untuk digunakan masyarakat.

"Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat, bahwa helm produksi Cargloss, telah melalui proses standar mutu tinggi yang memang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Dengan standar mutu tersebut, helm Cargloss menjadi produk yang sangat aman digunakan di jalan raya, selain pilihan desainnya yang cukup unik dan beragam sesuai gaya yang diinginkan," ujar Harry Suherman President Director Cargloss Indonesia.
Pada kunjungan pabrik, dijabarkan, sebelum menjadi helm utuh, diperlihatkan proses dari biji plastik menjadi batok helm utuh. Untuk menjadi 1 batok helm hanya membutuhkan waktu 45 detik. Setiap mesin pencetak mampu menghasilkan 2.500 helm perhari. Cargloss Indonesia sendiri punya sekitar 45 mesin pencetak batok helm.
"Mesin ini buatan Taiwan, namun untuk uji keamanan dan kualitas helm impor dari Italia. Setelah jadi batok helm, dibuat part lainnya. Misalnya untuk moncong helm trail, itu setiap 7,5 detik menghasilkan 2 buah moncong helm motorcross. Sehari bisa satu mesin menghasilkan 5 ribu moncong helm," terang Saiful dari bagian R & D Cargloss Indonesia.
Proses selanjutnya, lanjut Saiful, adalah pe,buatan kaca helm. Dibutuhkan waktu 32 detik bagi mesin produksi untuk menghasilkan 2 unit part kaca. "Ini adalah kaca dengan warna dasar (bening). Kalau ditanya ada bagaimana proses pembuatan kaca gelapnya? Maka jawabnya, mudah, warna dasar kaca ini kita tambahkan pelapis lain yang kita injeksikan," beber Saiful.

Berikutnya sebelum helm diisi dengan part atau aksesorinya, adalah proses treatment. Di tahap ini helm dibersihkan dari kotoran dan debu hingga layak untuk pengecatan. Pembersihan dilakukan di ruangan tertutup yang bebas debu dan kotoran.
Jika sudah dibersihkan, baru dicat. Kemudian masuk proses assembling, dalam arti helm dipasangkan aksesorinya, seperti tali pengait, karet pelapis, styrofoam, hingga nut. "Semua di tahap ini sudah bersih inspeksi, tidak ada lagi cacat pada helm, baik cat rusak dan sebagainya. Jadi tinggal dipasangkan aksesori. Nah, kalau soal tali ada yang tidak beres, maka akan kita singkirkan karena ini menyangkut safety. Sehari oven kita mampu mengerjakan 3.000 proses painting," tegasnya.

Jika sudah jadi, maka episode berikutnya adalah pengujian standar keamanan helm sesuai regulasi keamanan (SNI) yang ditetapkan pemerintah. Setidaknya Cargloss Indonesia punya 5 tahapan pengujian helm untuk memastikan bahwa pelindung kepala ini benar-benar aman digunakan.
Tahap pengujian ini mencakup tracking poin (lima titik pengujian batok helm), alat uji penyerapan kejut untuk mengetahui kekuatan helm terhadap getaran. Kekuatan getaran di simulasikan dengan hantaman benda padat seberat 5 kg dari ketinggian 230 cm. Lalu ada alat uji penetrasi dimana helm dihantam dengan besi tajam (ditekan dari atas di ketinggian 160 cm), dan alat uji efektifitas.
Berdasarkan pengamatan otosia.com langsung, helm Cargloss termurah lolos uji SNI dengan grafik max peak (g) sebesar 198.00. SNI sendiri mensyaratkan helm yang lolos ditolerir sampai batas grafik pentunjuk angka 300 max peak. Jika hasil uji helm ternyata di atas 300 max peak, dipastikan helm tersebut tidak aman dan tidak lulus SNI.
"Angka grafik 198.00 max peak itu menunjukkan bahwa helm Cargloss paling jelek sekalipun sangat aman dari benturan pada kecepatan 150 km/jam," terangnya.
Cargloss Indonesia sendiri dalam sebulan mampu menghasilkan total 50.000 unit helm. Jumlah tersebut ditambah lagi dengan 150.000 helm pesanan Yamaha setiap bulan. "Jumlah total tersebut sudah termasuk semua jenis helm, baik fullface, halface, sampai buat motorcross," jelas Saiful.
Alat uji kemanan helm yang dimiliki Cargloss Indonesia tesebut juga dipakai pada produksi-produksi helm-helm branded, termasuk menjadi bagian dari pentahapan pengetesan untuk mendapatkan label aman SNELL.

Cargloss Proriders
Cargloss Indonesia membocorkan bawa pihaknya berencana membangun lifestyle shop Cargloss Proriders (CPR) yang akan menjual helm Arai dan produk racing Alpinestars di FX Sudirman, Jakarta Selatan.
"Melalui anak perusahaan kami Cargloss Proriders, kami menyediakan beragam produk helm Arai yang makin diminati oleh bikers di Indonesia. Selain itu, untuk menunjang penampilan, kami juga menyediakan berbagai aksesori dan kebutuhan berkendara dari Alpinestars, mulai sepatu, jaket, gloves (sarung tangan), Merchandise pembalap-pembalap GP dari VR46 dan masih banyak lagi," beber Harry
"Dengan konsep one stop shopping, kami yakin lifestyle shop Cargloss Proriders juga akan menjadi tempat yang nyaman untuk nongkrong bareng saling bertukar informasi sesama bikers," tutup Harry.

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya