Mengapa Toyota Kijang bisa bertahan 40 tahun di otomotif Indonesia?

Senin, 12 Juni 2017 11:21 Reporter : Syakur Usman
Mengapa Toyota Kijang bisa bertahan 40 tahun di otomotif Indonesia? All New Kijang Innova. Toyota.astra.co.id

Merdeka.com - Bulan ini mobil Toyota Kijang berusia 40 tahun di industri otomotif Indonesia. Tidak hanya mampu bertahan, Toyota Kijang terus berkembang menjadi brand lokal terbaik di segmen Multi Purpose Vehicle (MPV) Indonesia. Bahkan, kendaraan ini berhasil menjadi salah satu ekspor andalan sektor industri otomotif nasional ke pasar global.

Sejak pasar MPV berkembang pesat di era 1990-an, segmen ini menjadi ceruk pasar yang paling dinamis. Tidak kurang dari 80 model MPV yang pernah masuk ke segmen MPV, dan sampai saat ini hanya 20 model yang bisa terus berlanjut, termasuk Toyota Kijang. Bahkan, dari sejumlah merek yang sama-sama lahir pada era 1970-an, di segmen MPV hanya Toyota Kijang yang mampu terus bertahan sehingga mendapat predikat sebagai legenda hidup pasar otomotif Indonesia.

Sejak kehadiran generasi pertama pada Juni 1977, total penjualan Toyota Kijang di Indonesia hingga kini mencapai lebih dari 1,75 juta unit. Ini angka penjualan tertinggi di segmen MPV Indonesia. Kijang juga merupakan model pertama Toyota yang memasuki pasar global pada 1987.

Dalam rilisnya pada Merdeka.com, Senin (12/6), Kijang lahir di Indonesia tak lain dari respon Toyota terhadap kebijakan pemerintah Indonesia dalam mengembangkan industri nasional melalui pengembangan alat angkut serba guna pada pertengahan 1970-an. Menindaklanjuti kebijakan pemerintah tersebut, Toyota Indonesia merancang kendaraan yang sesuai dengan karakter spesifik pasar, serta kondisi geografis Indonesia. Maka, lahirlah generasi pertama Toyota Kijang dalam konsep Basic Utility Vehicle (BUV) yang diluncurkan pada Juni 1977.

Seiring kemajuan ekonomi dan kebutuhan masyarakat, rancang bangun Toyota Kijang juga terus dikembangkan. Kijang tidak lagi hanya sebagai BUV, tapi menjadi kendaraan serba guna. Ini ditandai dengan kehadiran Toyota Kijang Generasi 2 pada 1981. Sejak saat itu, Toyota Kijang tidak lagi dikenal sebagai kendaraan angkutan barang (commercial), tapi juga kendaraan keluarga, hingga kini.

"Kami bersyukur bahwa sejak diperkenalkan, Kijang berhasil membuka segmen baru di pasar otomotif Indonesia, khususnya MPV. Terima kasih atas kepercayaan pasar Indonesia terhadap kehadiran Toyota Kijang yang juga mendorong pesatnya perkembangan segmen MPV di Indonesia hingga saat ini," ujar Yoshihiro Nakata, Presiden Direktur, PT Toyota-Astra Motor.

Keberhasilan Toyota Kijang kemudian diikuti oleh Toyota Avanza dan Toyota Calya. Ini menjadikan Toyota sebagai market leader di segmen MPV dan sekaligus berkontribusi besar terhadap ekspor otomotif nasional. Prestasi ini juga telah menempatkan Toyota Indonesia sebagai empat besar dalam tataran penjualan Toyota Global, setelah Jepang, Amerika Serikat, dan China.

Pada 2016, total penjualan Toyota Indonesia mencapai 388.204 unit. Dari jumlah tersebut, 249.253 unit berasal dari segmen MPV. [dzm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini