Mau Mudik Happy dan Aman, Perhatikan Lima Hal Berikut Ini

Kamis, 30 Mei 2019 15:34 Reporter : Syakur Usman
Mau Mudik Happy dan Aman, Perhatikan Lima Hal Berikut Ini Arus mudik di Cikarang. ©2016 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Mudik jelang hari raya Lebaran menjadi semacam ritual rutin masyarakat untuk pulang kampung bersama-sama. Ya, Lebaran menjadi ajang silaturahim bersama bagi warga masyarakat.

Namun, kemacetan merupakan pemandangan dan pengalaman berulang dari tahun ke tahun mudik. Kemacetan yang terjadi dalam jangka yang panjang bukan lagi menjadi masalah lalu lintas semata, melainkan menjadi masalah sosial.

Berbagai kelambatan dalam menemukan solusinya pun akan menambah kompleksnya permasalahan. Misalnya, jalan yang sudah tidak menampung, kerusakan jalan, putaran, penyempitan, tingkat kepadatan, perilaku pengguna jalan, perilaku pengguna jalan yang melanggar aturan, dan sebagainya.

"Faktor-faktor yang berpotensi menyebabkan perlambatan atau kemacetan antara lain persimpangan sebidang, bottle-neck, dan pintu tol. Belum lagi ada perbaikan atau pembangunan jalan, pasar tumpah, dan parkir sembarangan yang berdampak kemacetan sering dianggap wajar," ujarBrigjen (polisi) Dr Chryshnanda Dwilaksana MSi, Dirkamsel Korlantas Polri saat patroli jalur mudik operasi ketupat 2019, kemarin.

Dia mengingatkan penggunaan jalan tol dalam jarak yang cukup panjang memerlukan pemahaman dan penyiapan fisik, kendaraan, dan berbagai prediksi, serta solusi. Perlu kesiapan yang matang sebelum berangkat.

©2019 Merdeka.com

Menurutnya, jalan tol merupakan jalan berbayar yang menjadi harapan untuk kamseltibcarlantas, dengan berbagai fasilitas untuk kecepatan, keamanan, keselamatan, kelancaran hingga kondisi-kondisi darurat, meski menghadapi arus mudik Lebaran sekalipun.

Meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas kecelakaan, harus terus dilakukan melalui sistem-sistem pemantauan hingga penegakan hukum.

Dengan sistem berbasis internet, kualitas pelayanan kepada publik dapat dirasakan secara signifikan oleh masyarakat dengan prima. Dan berkaitan dengan Program Road Safety, standar-standar pelayan publik yang diupayakan terus menerus secara sinergis dan berkesinambungan.

Ada lima hal yang menjadi perhatian utama terkait arus mudik, lanjutnya. Pertama, kelancaran, untuk memenuhi standar kapasitas, prioritas, dan kondisi daruratnya. Kedua, sistem pemantauan dan pendeteksian, volume arus/tingkat kepadatan arus lalu lintas

Ketiga, standar volume kendaraan untuk kecepatan minimal maupun maksimal. Keempat, standar kapasitas untuk menentukan prioritas pengaturan tingkat kepadatan dari pengalihan arus, contra flow hingga sistem one way. Dan kelima, standar pelayanan di gate dan exit toll.

Dia menjelaskan, standar-standar kelancaran, keamanan, keselamatan, hingga kondisi darurat dibangun dengan basis teknologi internet, yang diimplementasikan melalui back office berisi peta dan system pemantauan serta komando pengendalian. Semua itu diimplementasikan melalui aplikasi on line yang didukung dengan sistem network secara manual dan elektronik.

Mudik yang happy membuat mudik mengasyikkan. Walau macet, tetap ada sesuatu yang setidaknya membuat ada harapan dan hiburan. Adanya informasi, solusi, kontijensi dan komunikasi akan mengurangi tingkat ketegangan dan emosi pengguna jalan yang terjebak dalam kemacetan, tutup Chryshnanda.

Yang paling penting untuk selalu diingat adalah keselamatan tetap yang pertama dan utama. Stop pelanggaran stop kecelakaan keselamatan untuk kemanusiaan. [sya]

Topik berita Terkait:
  1. Mudik 2019
  2. Tips Mudik
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini