King Shield tawarkan perawatan mobil berstandar internasional dan bahan dari Jerman

Selasa, 18 September 2018 18:14 Reporter : Syakur Usman
King Shield tawarkan perawatan mobil berstandar internasional dan bahan dari Jerman salon king shield. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Bisnis otomotif termasuk turunannya terus berkembang di Indonesia, seperti jasa perawatan dan perlindungan mobil. Salah satu pemain di bisnis tersebut adalah King Shield Ultimate Nano Ceramic.

King Shield menawarkan pilihan terbaik untuk perawatan kendaraan roda dua dan roda empat di ibu kota saat ini.

Samuel Frans, CEO King Shield, mengungkapkan banyak salon mobil di Jakarta, tapi banyak juga yang tidak paham teknik poles dan coating dengan benar. Salon King Shield berbeda, sebab dalam setiap pekerjaan melakukan perawatan dan perlindungan mobil, King Shield menggunakan standar internasional. Mulai dari ruangan pengerjaan, mesin, alat pembersih, dan seluruh obat untuk poles dan coating mobil diimpor dari Jerman.

"Pelapis atau coating nano ceramic King Shield jika diaplikasikan kepada kendaraan, akan langsung mengeras tidak sampai lima menit. Karena obat yang digunakan adalah nanoceramic dengan nanoteknologi terbaru, sehingga cepat menyerap dan mengisi pori-pori cat. Kemudian dalam waktu satu menit, nanoceramic-nya sudah mengeras dan terlihat sekali perbedaannya, cat langsung terlihat tebal, wet look, dan glossy," kata Sammy di Jakarta, Selasa (18/9).

Salon mobil pertama King Shield berada di Ruko Commercial Park No.18, Pusaka Rakyat, Kota Harapan Indah, Bekasi. Seiring perkembangan bisnisnya, King Shield membuka salon mobil kedua di Ruko Mendrisio 1 blok C, Gading Serpong, Tangerang.

Menariknya, awal pendirian King Shield akibat kekecewaan Sammy terhadap layanan salon mobil di Jakarta. Karena tidak puas dengan hasil salon tersebut, pada 2017, Sammy pun memutuskan untuk membangun coating mobil dengan merek sendiri dan kemudian bekerja sama dengan merek internasional.

"Saat itu saya mendirikan King Shield karena kecewa dengan coating mobil yang ada," ujarnya.

Selama mencari pelapis mobil, Sammy bertemu dengan berbagai macam merek dan obat. Namun, pria berkaca mata itu pun mengerti cara pengerjaan setiap salon mobil tidak sesuai dengan standar yang diketahuinya.

"Ada yang pengerjaannya hanya enam jam di ruang terbuka. Kalau ada debu masuk bisa menempel ke dalam coating nano dan ikut mengeras. Tentu saja itu tidak baik," pungkas Sammy. [sya]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Profile Bengkel
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini