DFSK Pasarkan Van Gelora Seharga Rp 170 Jutaan, Ada Versi Mobil Listriknya
Merdeka.com - Pabrikan otomotif asal China, DFSK, meluncurkan mobil niaga ringan Gelora dan memperkenal mobil listrik, Gelora E, di pameran Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) di Jakarta Convention Center, Kamis (5/3).
DFSK Gelora bukan mobil niaga listrik, karena masih menggunakan teknologi internal combustion engine (ICE). Sedangkan Gelora E adalah mobil listrik berteknologi batteray vehicle (BV).
DFSK Gelora dibanderol Rp 185-189 juta untuk tipe minibus (MB), sementara blind van (BV) Rp 175-179 juta.
Sedangkan DFSK Gelora E siap dijual dengan harga Rp 489-499 juta untuk tipe MB dan Rp 469 - 479 juta (tipe BV). Estimasi harga Gelora versi listrik tersebut sudah mempertimbangkan bea cukai, tapi tidak termasuk pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM).
Alexander Barus, CEO PT Sokonindo Automobile (DFSK), menjelaskan kedua model mobil Gelora diproduksi di pabrik Cikande, Serang, Banten. Namun, untuk produksi mobil listrik Gelora E di Cikande, pihaknya menunggu insentif regulasi dari pemerintah misalnya beamasuk mobil listrik dikenai 0 persen dari saat ini 50 persen.
"Tekad pemerintah untuk mempromosikan elektrifikasi kendaraan telah disampaikan secara tegas. Kami yakin ada prospek yang kuat terhadap perkembangan kendaraan listrik di Indonesia," ujar Alexander Baru di sela-sela peluncuran DFSK Gelora di GIICOMVEC 2020. Hadir pula dalam kesempatan ini Franz Wang, Managing Director Sales Centre DFSK.
Insentif Mobil Listrik

2020 Merdeka.com
Menurut Alexander, kendaraan listrik di Indonesia membutuhkan dukungan regulasi. Selain Perpres No 55 Tahun 2019, ada sejumlah kebijakan lainnya yang turut mendukung perkembangan kendaraan listrik di Tanah Air.
Mulai dari pembebasan PPnBM untuk kendaraan listrik, ruang gerak kendaraan listrik di Jakarta tidak dibatasi aturan plat ganjil-genap, pembebasan pajak plat, dapat menikmati ruang parkir secara gratis, dan sebagainya.
Apalagi PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mulai membangun stasiun pengisian listrik umum (SPLU) dan sekarang memiliki stasiun pengisian daya cepat di hampir 20 titik."Pada 2003, DFSK memulai penelitian kendaraan energi terbarukan dan secara bertahap membangun pusat riset dan pengembangan (R&D) berskala global di Silicon Valley Amerika Serikat. Kini kami telah menguasai teknologi baterai, motor listrik, kontrol elektronik canggih serta teknologi utama lainnya. Bahkan mendapat lebih dari 1.000 lisensi hak paten kendaraan listrik. Gelora E lahir sebagai sebuah model matang yang disiapkan DFSK untuk produksi massal dengan penjualan kumulatif lebih dari 30.000 unit serta digunakan untuk logistik perkotaan, transportasi umum, dan penyelamatan medis/ambulan," paparnya.
(mdk/sya)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya