Baterai Jinshi Diklaim Siap Revolusi Industri Kendaraan Listrik, Tembus Jarak 1.000 Km

Baterai terbaru dari Gotion High-Tech dikatakan mampu membuat kendaraan listrik (EV) menempuh jarak sejauh 1.000 km hanya dengan satu kali pengisian daya.

Azkal Azkia
Oleh Azkal Azkia - Reporter
Baterai Jinshi Diklaim Siap Revolusi Industri Kendaraan Listrik, Tembus Jarak 1.000 Km
Solid-state Battery (arenaev) (© 2025 Liputan6.com)

Produsen baterai asal Tiongkok, Gotion High-Tech, telah mengumumkan kesiapan mereka untuk memproduksi baterai solid-state Jinshi dalam skala kecil. Perusahaan yang didukung oleh raksasa otomotif Jerman, Volkswagen, menyatakan bahwa produk terbaru mereka ini mampu membuat kendaraan listrik (EV) menempuh jarak hingga 1.000 km hanya dengan satu kali pengisian daya.

Dikutip dari ArenaEV, baterai solid-state Jinshi memiliki kepadatan energi sel yang mencapai 350 Wh/kg. Angka ini menunjukkan peningkatan sekitar 40 persen dibandingkan dengan baterai lithium ternary konvensional yang saat ini umum digunakan pada mobil listrik.

Secara keseluruhan, baterai ini memiliki kepadatan energi sebesar 280 Wh/kg, menjadikannya salah satu baterai yang paling efisien dan siap untuk diproduksi. Selain menawarkan jarak tempuh yang lebih jauh, baterai Jinshi juga menjanjikan masa pakai yang sangat baik.

Gotion mengklaim bahwa baterai ini dapat bertahan hingga 3.000 siklus pengisian dan pengosongan, dengan proyeksi jarak tempuh lebih dari 1.000.000 km selama umur baterai. Dari segi keamanan, baterai Jinshi telah menjalani serangkaian pengujian ekstrem, mulai dari pemanasan hingga 200 derajat Celsius, ditusuk dengan paku, hingga dihancurkan, dan tetap menunjukkan performa yang stabil dan aman.

Lebih jauh lagi, baterai solid-state ini dirancang untuk berfungsi dengan optimal dalam berbagai kondisi suhu, mulai dari -20°C hingga 85°C. Keunggulan ini sangat penting, terutama untuk penggunaan di berbagai wilayah dengan iklim yang ekstrem.

Gotion juga telah menguji baterai Jinshi pada kendaraan prototipe, yang telah menempuh jarak lebih dari 10.000 km. Selain itu, para insinyur perusahaan berhasil meningkatkan kapasitas sel baterai hingga 150 persen dari versi awal, yang menandai kemajuan signifikan dalam pengembangan teknologi solid-state.

Walaupun produksi dalam skala kecil telah dimulai, Gotion belum memberikan informasi terperinci mengenai biaya atau jadwal untuk produksi massal. Perusahaan ini memperkirakan bahwa biaya pembangunan pabrik baterai akan berkisar antara RMB 1,5 miliar hingga RMB 2 miliar, yang setara dengan sekitar 175 juta hingga 233 juta per GWh kapasitas produksi.

Dengan dimulainya produksi terbatas baterai solid-state Jinshi, Gotion menegaskan langkah signifikan menuju era baru kendaraan listrik. Teknologi ini dianggap sebagai salah satu inovasi paling menjanjikan dalam upaya menghadirkan kendaraan listrik (EV) dengan jangkauan yang lebih jauh, masa pakai yang lebih lama, dan sistem keamanan yang lebih baik.

Jika proses produksi massal berhasil dilaksanakan, baterai ini berpotensi menjadi pengubah permainan dalam industri otomotif global, serta mempercepat peralihan menuju mobilitas berbasis listrik.

Gotion berkomitmen untuk terus mengembangkan teknologi ini demi memenuhi kebutuhan pasar yang semakin meningkat akan kendaraan listrik yang efisien dan ramah lingkungan. Dengan demikian, keberhasilan proyek ini tidak hanya akan memberikan keuntungan bagi perusahaan, tetapi juga bagi masyarakat dan lingkungan secara keseluruhan.

Rekomendasi