MotoGP akhirnya sampai ke benua Asia dengan menyambangi sirkuit Motegi, Jepang, akhir pekan kemarin. Sirkuit yang jadi halaman belakang pabrikan Honda ini jadi saksi kegemilangan Pedrosa yang secara heroik mampu jadi juara di tengah aspal sirkuit Motegi yang basah.
Selain itu, sajian pertarungan antara Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo pun sukses jadi menu utama di MotoGP Jepang kali ini.
Penasaran hal menarik apa saja yang wajib Anda ketahui selepas MotoGP Motegi ini? Berikut ulasan selengkapnya.
Advertisement
Rossi makin dekat ke gelar juara dunia
Keberhasilan Valentino Rossi untuk finish di depan Jorge Lorenzo di MotoGP Jepang akhir pekan kemarin sukses membuat The Doctor makin dekat ke gelar juara dunia.
Valentino Rossi kini unggul 18 poin dari Lorenzo di klasemen sementara pembalap MotoGP. Juara dunia 7 kali di kelas MotoGP ini sukses menyalip Lorenzo di akhir sepertiga balap. Hal ini tak terlepas karena Lorenzo harus mengurangi laju motornya akibat ban depan yang telah aus termakan aspal yang makin mengering.
Dengan hasil ini, maka Rossi hanya perlu finis di posisi kedua di tiga seri tersisa untuk mengamankan gelar juara dunia meski Lorenzo mampu jadi juara di seri tersebut.
Advertisement
Pedrosa trengginas di akhir musim
Pedrosa kembali berhasil tampil gemilang di sirkuit Motegi setelah dua pekan lalu berhasil mengandaskan perlawanan Rossi untuk posisi dua di GP Aragon.
Start dari posisi ke enam, Pedrosa yang berhasil melakukan manajemen ban lebih baik bisa merangsek ke posisi ketiga di pertengahan balap.
Di sepertiga akhir balap, Pedrosa bak berada di planet lain dengan berhasil mengasapi Rossi di posisi kedua dan Lorenzo untuk merebut posisi pimpinan balap dengan mudah.
Berhasil meraih podium puncak pertamanya musim ini, kemenangan tersebut juga menjadi yang ke 50 bagi Pedrosa selama turun di kelas para raja.
Advertisement
Peluang juara dunia Marquez musnah
Hasil gemilang yang diraih Pedrosa ternyata malah berkebalikan dengan raihan rekan satu timnya, Marc Marquez.
Mengawali balap dari front row di posisi ketiga, Marquez harus berjibaku dengan Andrea Iannone, Pedrosa, dan Dovizioso sebelum akhirnya bisa finis di posisi ke empat.
Gagal naik podium di Motegi akhir pekan kemarin membuat peluang Marquez untuk meraih gelar juara dunia di musim ini benar-benar musnah. Ketertinggalan 86 poin dari Rossi mustahil untuk dikejar di tiga seri sisa.
Hal ini menunjukkan bagaimana prestasi pembalap bisa berubah drastis dalam kurun waktu satu tahun. Jika Anda, penggemar MotoGP masih ingat, di musim lalu Marquez sukses memastikan gelar juara dunia keduanya di sirkuit yang sama.
Advertisement
Lorenzo mengaku dikeroyok nasib buruk
Menjadi unggulan pertama untuk memenangi GP Motegi, Jorge Lorenzo justru harus puas menyelesaikan balap di posisi ketiga.
Padahal hampir di sepanjang jalannya balap yang berlangsung basah akibat guyuran hujan. Lorenzo berhasil memimpin dan mengontrol ritme balap dengan baik. Sayang, trek yang mulai mengering di akhir balap membuat ban depan Lorenzo 'sekarat' sehingga dirinya harus rela disalip Pedrosa dan rival utamanya, Valentino Rossi.
Selepas balap, Lorenzo mengaku jika dirinya dimusim ini seperti dikeroyok nasib buruk. Pembalap asal Spanyol ini mengaku jika dirinya adalah pembalap tercepat di MotoGP musim ini. Namun beberapa nasib sial seperti busa helm yang turun kala di Qatar, hujan di Silverstone yang membuat gagal finis, hingga yang terakhir di Motegi membuat usahanya untuk menjadi juara dunia cukup berat di tiga seri sisa.
Untuk bisa menjadi juara dunia, Lorenzo setidaknya harus bisa memenangi tiga seri terakhir dan berharap Rossi sekali finis di luar podium.
Advertisement
Korban Motegi
MotoGP Jepang yang diselenggarakan di musim ini ternyata memakan korban pembalap Alex De Angelis. Pembalap asal Mallorca ini harus dirawat intensif ke rumah sakit setelah terjatuh hebat di sesi latihan bebas ke empat.
Sempat dinyatakan tak sadarkan diri setelah tabrakan, evakuasi Alex dari pinggir lintasan ke helikopter pun memakan waktu yang lama sehingga sesi latihan bebas terakhir hanya berlangsung beberapa menit saja.
Selepas balap kemarin, pihak MotoGP menyebutkan jika Alex kini sedang dalam perawatan penuh. Pembalap asal tim Iodaracing ini diketahui menderita beberapa patah tulang rusuk dan beberapa luka memar di paru-paru.