Seribu Kelokan Flores, Jalur Mendebarkan di Tengah 'Surga' Memukau di Timur Indonesia

Julukan "Flores Seribu Kelokan" sebenarnya muncul dari para bikers luar Nusa Tenggara Timur yang datang untuk touring.

Ananias Petrus
Oleh Ananias Petrus - Reporter
Seribu Kelokan Flores, Jalur Mendebarkan di Tengah 'Surga' Memukau di Timur Indonesia
Seribu Kelokan Flores, Jalur Mendebarkan di Tengah 'Surga' Memukau di Timur Indonesia (Merdeka.com)

Pesona Flores, Nusa Tenggara Timur semakin mencuri perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara. Bukan hanya karena keindahan alam dan budayanya yang unik, tetapi juga karena sensasi petualangan yang ditawarkan oleh jalur daratnya yang dikenal sebagai "Seribu Kelokan".

Julukan "Flores Seribu Kelokan" sebenarnya muncul dari para bikers luar Nusa Tenggara Timur yang datang untuk touring. Penyematan julukan itu karena rute jalan yang membentang dari Labuan Bajo hingga Larantuka memiliki ratusan tikungan tajam dan menantang.

Jalan berkelok ini melintasi pegunungan, lembah, dan pesisir yang menampilkan pemandangan luar biasa di sepanjang perjalanan. Meski menantang, perjalanan darat di Flores justru menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelancong pencinta petualangan.

Selain keindahan jalanan yang berliku, jalur Trans Flores menawarkan berbagai destinasi menarik seperti Danau Tiga Warna Kelimutu, Kampung Adat Wae Rebo, Pantai Koka, dan tentu saja Labuan Bajo sebagai gerbang menuju Taman Nasional Komodo.

Di balik kelokannya yang curam dan kadang memicu mabuk darat, terbentang pula kekayaan budaya dari beragam suku di Flores, seperti Manggarai, Ngada, Ende, Lio, dan Sikka.

Masing-masing dengan bahasa, tenun, adat istiadat, serta cara hidup yang unik. Perjalanan darat di Flores bukan cuma soal sampai tujuan, tapi bagaimana setiap kilometer mengajarkan arti keterhubungan antara alam dan manusia, antara masa lalu dan hari ini.

Flores bukan sekadar tujuan, tapi perjalanan itu sendiri. Pulau yang memanjang dari barat ke timur ini menawarkan lebih dari sekadar destinasi wisata. Flores menyuguhkan lanskap dramatis, budaya yang kaya, serta jalanan berliku yang seolah mengajak setiap pelintas untuk pelan-pelan menikmati setiap lekuknya.

Dari ujung barat di Labuan Bajo hingga Maumere di timur, terdapat lebih dari 700 kilometer jalan darat yang menembus perbukitan, lembah, dan desa-desa terpencil.

Jalur ini dikenal sebagai salah satu rute darat paling menantang dan indah di Indonesia. Hingga rasanya, sebutan "Seribu Kelokan" bukanlah hiperbola. Sebab tikungan demi tikungan datang tanpa jeda, menuntut kesabaran sekaligus menawarkan pemandangan yang tak henti memukau.

Youtuber pasangan suami istri Jajago Keliling Indonesia menulis keterangan video dalam akunnya bahwa Si Rangga Lulus Jalur 1001 tikungan legendaris di Flores.

Bahkan ia menyarankan kepada calon pelintas untuk tidak makan terlalu kenyang sebelum melewati jalur ini.

Tidak hanya Jajago Keliling Indonesia, selebgram Journey of Wonder juga menulis hal yang sama ketika melintasi Trans Flores. Menurutnya, rute ini wajib bagi overlander yang melintas jalur Aimere hingga Bajawa yang terkenal dengan jalan berkelok-kelok.

"Ada yang pernah melintasi rute ini? Benar gak sih jumlah tikungannya lebih dari 1000? Penasaran banget, karena waktu melintas lupa hitung," tulis Journey of Wonder dalam postingan instagramnya.

Petualang Julian Abrati juga menceritakan pengalamannya saat berkendara dari Aimere ke Bajawa ibukota Kabupaten Ngada. Dia menganggap jalur itu sebagai coretan anak SD ketika dilihat melalui google earth.

"Lu tau nggak di Flores itu terkenal dengan seribu tikungannya. Nah kali ini gua mau lihat jalan yang seperti dicoret-coret oleh anak SD. Tapi mantap sih buat touring," ujarnya.

Bagi siapa pun yang menyukai tantangan berkendara dan ingin menikmati keindahan alam yang masih natural, Flores adalah destinasi yang wajib masuk dalam daftar perjalanannya.

Rekomendasi