Senjakala senapan angin Cipacing
Merdeka.com - Tugu itu tingginya sekitar dua meter. Di atasnya berdiri sebuah patung menggambarkan seseorang berambut gondrong dengan ikat kepala, mengenakan baju sederhana dan celana pendek sedang membidik sesuatu dengan senapan dari sisi kanan.
Letak monumen itu berada persis di mulut jalan. Warnanya kusam. Pamornya seakan tenggelam dari riuhnya papan iklan dan toko-toko di kiri-kanannya, serta laju kendaraan. Namun, itu adalah penanda kejayaan wilayah Cipacing, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Di wilayah ini banyak warganya terampil membikin senjata.
Kepiawaian mereka mengolah laras bedil sudah beken sejak akhir 1800-an. Sayang tak ada catatan siapa pelopor menjadi perajin senjata di kawasan itu. Dulunya banyak warga setempat membikin senjata api. Namun, setelah terbit larangan dari pemerintah Hindia Belanda, mereka mencari akal supaya dapur tetap mengepul. Akhirnya mereka banting setir meracik senapan angin.
"Kalau dulu banyak yang bikin, sekarang tinggal sedikit," kata Bandi, seorang perajin senapan angin di Cipacing kepada merdeka.com.
Ide membuat senapan di Cipacing tidak muncul mendadak. Hal itu banyak dipengaruhi oleh alam sekitarnya yang dikelilingi gunung dan bukit. Di masa lalu, tempat itu menjadi lokasi favorit berburu bagi penduduk setempat dan para meneer dan mevrouw bermukim di sana. Kalau sekarang paling mujur buat mencari burung atau musang, atau malah membasmi tikus.
Menurut Bandi, Cipacing mencapai masa keemasan sekitar era 1970-an hingga akhir 1990-an. Dia dibantu anak buahnya masih sanggup membuat sekitar lima hingga enam pucuk senapan sebulan. Namun, di masa itu juga kegelapan menyelimuti daerahnya. Ilmu membikin senjata api ternyata disimpan rapat-rapat dan dipakai beberapa orang. Alhasil, senjata api rakitan diam-diam dibuat dan dijual. Dipakai para bandit dalam aksinya. Mereka yang tidak tahu apa-apa terkena imbasnya.
Contohnya Ujan Suryana yang seorang perajin senapan angin di Cipacing. Bengkel dan rumahnya pernah diobrak-abrik aparat keamanan gara-gara isu peredaran senjata api rakitan. Padahal dia mengaku tak pernah membuatnya.
"Itu orang yang bikin bawa-bawa nama Cipacing saja," kata Ujang.
Meski diterpa isu miring, Bandi dan Uyan tak peduli dan tekun membuat senapan angin. Sebab, hal itu adalah satu-satunya mata pencaharian mereka. (mdk/ary)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya