Bekerja di dalam dunia hiburan membawa dia mengenal layanan pemuas syahwat bermacam-macam kendaraan. Mulai Pajero goyang sampai pesta seks di atas kapal pesiar.Lelaki berinisial Al pernah mencoba semua. Teman-teman pengusahanya sering menjamu bersama perempuan-perempuan malam pemuas syahwat. Proyek layar lebar bisa meraup untung fulus ratusan juta rupiah. Sekadar memenuhi hiburan syahwat saban kali fulus mengucur pun tak berasa."Ada dari Pajero goyang, di kapal kawasan Kepulauan Seribu, bisa diatur sesuai anggaran saja," kata Do, rekan Al, kepada merdeka.com pekan lalu di Jakarta.Selain di atas mobil, dia pernah melakukan hal serupa di atas kapal pesiar usai pembuatan film layar lebar selama berbulan-bulan. Mereka melepas penat di kawasan Kepulauan Seribu, Jakarta Utara.Belasan pelacur berbikini siap melayani nafsu syahwat para pekerja film itu. Sebelum perjalanan ke penginapan di salah satu pulau, mereka ramai-ramai bercinta ria di atas kapal sedang melaju kencang. "Diputerin dulu, dicariin tempat buat turunin jangkar di tengah laut," ujarnya.Jaringan penyedia layanan syahwat di mobil dan kapal masih sama. Semuanya diatur di kawasan hiburan elite di Jakarta Barat. Tingkatannya terbilang eksekutif, biasanya pejabat, pengusaha, dan jajaran petinggi perusahaan sudah jadi langganannya."Kalau bukan VIP susah masuknya. Nggak bisa sembarangan, harus dikenal dulu semuanya," tutur Do.Saban transaksi dilakukan sesuai kesepakatan dengan pelanggan, rata-rata kendaraan mobil dan kapal. Sejauh ini masih terbatas kendaraan darat dan laut. Anak buah mucikari biasa melayani bersama pengemudi kendaraan.Jika punya fulus semua urusan syahwat dengan sensasinya bisa berjalan mulus.