Pelanggannya dari pelajar hingga pejabat

FK pernah dibayar Rp 5 juta untuk melayani seorang pejabat.

Pramirvan Datu Aprillatu
Pelanggannya dari pelajar hingga pejabat
Ilustrasi Prostitusi. ©2014 Merdeka.com

Telepon selulernya berdering. Lamat-lamat terdengar suara lelaki. FK menjawab singkat sambil memberitahukan jam lalu menutup telepon. FK sudah menemui segala macam jenis lelaki hidung belang pemburu perempuan murahan berjilbab. Hampir semua pelanggannya ingin bercinta dengan dia tanpa menanggalkan jilbab.Seingat dia, pertama kali menerima tamu pesanan teman kuliahnya dulu merupakan pekerja kantoran. "Dulu temen kasih lelaki umur 40 tahunan. Bayarannya pertama kali dua juta sekali main," katanya kepada merdeka.com Kamis pekan lalu. FK sekarang menurunkan harga karena menarik pelanggan dari kalangan pelajar. "Kalau sekarang cuci gudang. Anak-anak mahasiswa sampai smu pun ada," ujarnya tertawa.Sepekan lalu saja, FK dua hari berturut-turut bercinta dengan seorang pelajar sekolah menengah umum dan mahasiswa semester awal. Bahkan pelajar berseragam putih abu-abu itu belum memiliki kartu identitas. "Belum punya kartu tanda penduduk, tapi sudah mesum tuh anak. Kacau memang anak sekarang," tuturnya.FK juga pernah berkencan seorang pejabat negara. Dirinya mengaku dibayar mahal untuk melayani pejabat itu. Awalnya mengikat janji di restoran bernuansa Timur Tengah di kawasan Cikini, Jakarta Pusat."Dia datang sama ajudannya, mobil Camry hitam," kata FK. "Seingatku plat nomor RFK lalu di situ ganti mobil biasa model Avanza." Sang pejabat masih memakai jas dengan logo garuda di dada kanan. Sesampainya di rumah makan khas Arab itu, lelaki pelayan rakyat ini sudah berganti kaus dan celana jins.Setelah itu mereka bergegas menuju hotel di bilangan Pecenongan, Jakarta Pusat. Mereka berencana memadu hasrat birahi sejenak setelah makan siang dengan santapan kuliner Timur Tengah, FK mengaku pejabat berkumis tipis itu santun dan loyal."Orangnya baik, pas main maunya buka semuanya. Jilbabnya juga disuruh lepas, pokoknya (telanjang) bulet," ujarnya. FK memperoleh bayaran Rp 5 juta untuk sekali main dengan pejabat itu.

Rekomendasi