Mutilasi kapal tua

Dalam pengerjaan mutilasi kapal menjadi potongan besi memerlukan waktu empat bulan hingga maksimal dua tahun.

Pramirvan Datu Aprillatu
Mutilasi kapal tua
Pekerja sedang memotong-motong kapal tua di pelabuhan tradisional, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa, 8 Juli 2014. (merdeka.com/imam buhori)

Lokasinya agak tersudut di pinggiran pantai di Cilincing, Jakarta Utara. Untuk masuk ke sana berdiri sebuah papan besi bertulisan gang belah kapal. Di ujung pantai sudah terparkir tujuh kapal dengan kondisi sudah mulai terpotong potong. Warga sekitar biasa menyebut lokasi mutilasi kapal.Lahan seluas hampir dua hektare itu berisi segala rupa bagian kapal berserakan. Dari kapal penyelamat atau sekoci sampai belitan rantai besi kapal kusut sudah mulai berkarat mangkrak di sana. Puluhan pekerja sibuk menggenggam alat pengelas guna memutus bagian kapal satu-satu.Dalam pengerjaan mutilasi kapal menjadi potongan besi memerlukan waktu empat bulan hingga maksimal dua tahun. Tak ada teknik khusus, hanya harus runut dalam memotong dari ujung ke bagian ujung lainnya. "Paling pertama bagian kepala," kata Slamet kepada merdeka.com saat ditemui di lokasi kemarin. Lelaki asli Jawa Timur ini bertugas sebagai mandor di tempat belah kapal.Biasanya, pemotongan dimulai dari bagian kepala kapal kemudian diteruskan sampai dek atau geladak. Lalu dilanjutkan memotong anjungan. Karena bentuk kapal cembung dengan anjungan bertingkat, pemotongan dilakukan bertahap. Setelah itu, mulai lambung sampai buritan kapal dikupas.Setiap pemotongan maksimal dikerjakan hingga sepuluh orang. "Tiap bongkahan besi sudah dipotong lalu ditarik ke darat memakai krane," ujar Slamet. "Kayak begitu aja dari depan ke belakang, balik lagi, muter saja."Sampai ke darat, bongkahan besi kemudian dipotong lagi menjadi bagian lebih kecil. Bagian paling utama dipotong adalah anjungan dan ruang mesin kapal paling akhir dikerjakan.Menurut Slamet, tantangan tersulit dan paling berbahaya dari pemotongan kapal terletak pada bagian mesin. Di bagian ini, sisa sisa bahan bakar menjadi penghalang dalam pemotongan besi."Karena banyak sisa oli, solar, jadi agak berisiko meledak atau terbakar," tuturnya. Dia menambahkan pemotongan di  bagian mesin dilakukan dua pekerja. Masing-masing bertugas mengelas dan menyiram air saat memotong.Pemotongan kapal mempunyai paket dalam pengerjaannya. Bisa dilakukan mulai dari bulanan, harian, atau borongan. Dalam penggarapannya, kapal sudah habis masa pakai akan menjadi potongan-potongan besi siap lebur.Berbagai jenis kapal, seperti super tanker, kargo atau barang, tongkang, sampai kapal penumpang, bisa diolah kembali menjadi besi rongsokan.

Rekomendasi