Indra Sjafri kini menjadi primadona. Lelaki kelahiran Batang Kapas, Sumatera Barat, 50 tahun silam, ini berhasil membawa tim nasional berusia di bawah 19 tahun (U-19) menjuarai Piala AFF dan lolos ke putaran final Piala Asia di Myanmar digelar Oktober tahun depan. Evan Dimas dan rekan-rekannya sebelumnya menjuarai The HKFA (Hong Kong Football Association) International Youth Invitational Tournament U-17 dan The HKFA U-19 di Hong Kong. Di tangannya, Indonesia merebut gelar juara setelah lebih dari dua dasawarsa cuma berangan-angan.Meski begitu, perjuangan panjang masih harus dilalui oleh Indra untuk mengharumkan nama Indonsia di kancah sepak bola internasional. Sebagai persiapan menghadapi putaran final Piala Asia, dia tidak akan mengganti komposisi pemainnya. Mulai besok latihan bergulir. Selain itu bakal ada uji coba melawan tim domestik serta dari Timur Tengah dan Eropa. "Saya bilang akan ada 20 sampai 30 uji coba sebelum kita ke Piala AFC (Piala Asia)," kata Indra saat berbincang dengan merdeka.com di Hotel Transit Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat dua pekan lalu. Selain menang Piala Asia, dia menyasar lolos dalam Piala Dunia 2015.Berikut penjelasan Indra kepada Arbi Soemandoyo dan Pramirvan Datu Aprillatu. Seberapa puas Anda dengan prestasi Tim Nasional U-19 saat ini?Kita sudah memenuhi target, iya. Mulai dari AFF target juara, kita juara. Untuk kualifikasi, kita juara grup, yakin dengan korea kita bisa menang. Itu baru titik awal kita karena kita punya cita-cita lolos ke Piala Dunia 2015.Dari dua turnamen telah diikuti, apa kekurangan dan kelebihan dari skuad Anda?Sudah kita evaluasi dan kita sudah persiapkan periodesasi. Persiapan tim nasional U-19 ke Piala Asia kami mulai 9 November (besok).Apakah skuad dibawa kemarin adalah skuad terbaik?Ya, itu sudah lebih dari perjalanannya. Mulai pembentukan di Yogya 1 Juli (2011) masuk ke AFF. AFF itu seperti uji coba, kita belum menemukan cara bermain yang pas. Mulai dari Brunei Darussalam, Myanmar, Vietnam, Laos, ini menjadi pembelajaran kita. Di AFC kita baru menemukan gaya permainan kita.Apakah skuad itu akan dipertahankan atau ada perubahan?Tidak ada perombakan.Apakah Anda akan menyeleksi pemain baru buat putaran final Piala Asia tahun depan?Ya kan sudah terkumpul 160 pemain dan kita seleksi. Kita sudah dapat 35 pemain. Kalau ada juga yang mau diambil, dari 160 itu.Berarti nantinya akan mengambil pemain dari 160 orang itu?Kemungkinan kecil dengan standar sudah tinggi kayak gitu untuk orang masuk. Untuk kemungkinan masuk kecil lah, kecuali dia memang istimewa betul. Kalau kita memang ingin mengambil, ya dari 160 itu, hasil dari blusukan.Apakah akan ada blusukan lagi?Enggak, ngapain lagi karena buang-buang waktu.Kalau melihat komposisi skuad, apalagi perlu digenjot dalam latihan untuk mempersiapkan final Piala Asia tahun depan?Kalau sekarang sudah, yang belum ditemukan itu saat di AFF. Kita temukan saat AFC, apalagi kita lihat dari tampilan sewaktu melawan Korea selatan. Itulah bentuk permainan kita dan itu kita pertahankan. Itu kita jaga dan kita tingkatkan.Apalagi perlu digenjot?Banyaklah, kita tidak bisa beberkan satu-satu. Yang namanya sepak bola kualitasnya tidak hanya di situ, bisa ditingkatkan. Contoh, di persiapan umum kami akan meningkatkan kapasitas daya tahan mereka. Yang 55 kami tingkatkan 60, yang 60 kita tingkatkan menjadi 65. Tim ini baru berkembang 60 persen, kita akan kembangkan sampai seratus persen.Ada batasnya?Itu tadi, kita bikin periodesasi, umum, spesifik, di pra kompetisi dan nanti tim itu baru terlihat lagi.Sebagai persiapan, apakah akan ada uji coba dengan tim lain?Uji coba iyalah, kan sudah saya bilang akan ada 20 sampai 30 uji coba sebelum kita ke Piala AFC (Piala Asia).Dengan tim mana saja?Ada lokal, ada internasional.Untuk lokal siapa?Untuk siapa saja belum saya uraikan. Nanti sekjen (sekretaris jenderal PSSI) mengumumkan, soalnya saya hanya membuat kriteria.Siapa tiga lawan terberat Indonesia nanti?Vietnam, Korea Selatan, dan Jepang. BiodataNama:
Indra SjafriTempat dan Tanggal Lahir:
Batang Kapas (Sumatera Barat), 2 Februari 1963Pekerjaan:
Pelatih Tim Nasional U-19 (berusia di bawah 19 tahun)Sertifikat:
Lisensi A dari AFC (Konfedersi Sepak Bola Asia)
FIFA FuturoKewarganegaraan:
IndonesiaAgama:
IslamAlamat:
Jalan Pandeyan UH 5/759 E, Ulmbulharjo, YogyakartaPendidikan:
SD di Lubuk Nyiur (1970-1975)
SMP di Batang Kapas (1976-1979)
SMA di Padang (1979-1982)
Universitas Andalas, Padang (1982-1987)Kursus Kepelatihan:
Kursus sebagai instruktur pelatih (1995)
Kursus Lisensi C AFC (1995)
Kursus Lisensi B AFC (1996)
Kursus Lisensi A AFC (2000)
Kursus Penyegaran Lisensi A AFC (2009)
Instruktur FIFA Futuro III (2010)
Instruktur Grassroot FIFA Futuro III (2010)
Seminar Pendidikan Elite AFC (2012)Pengalaman Bermain:
Klub Machudum (1979-1990)
Kompetisi Junior PSP padang (1980-1981)
PON XI di Jakarta (1985)
PSP Padang Senior (1985-1999)Pengalaman Melatih:
Pelatih Kepala PSP Padang Junior (1990)
Asisten Pelatih PSP Padang Senior (1991-1993)
Pelatih Kepala machudum F.C. (1994-1997)
Asisten Pelatih PSP Padang Senior (1998-2000)
Pelatih Kepala PSP Padang Senior (2001-2002)
Pemilik Akademi Sepak Bola Padang (2002-sekarang)
Direktur Teknik Bengkalis F.C. (2007-2009)
Instruktur Pelatih PSSI (2009-sekarang)
Pelatih Kepala Tim Nasional U-19 (2011-sekarang)