Ketika artis terpedaya obat haram

Artis menjadi sasaran bandar narkotik karena memiliki banyak pengikut.

Mohamad Taufik
Oleh Mohamad Taufik - Reporter
Ketika artis terpedaya obat haram
Raffi Ahmad. (kapanlagi.com)

Mata Maksum terkantuk-kantuk usai menonton pertandingan liga Spanyol antara Barcelona dan Osasuna, akhir bulan lalu. Sejenak rehat usai pertandingan, dia lantas menyuruk ke bawah selimut. Maksum tertidur. Ketua Rukun Tetangga di Kelurahan Karang, Kecamatan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, ini memang nyaris tak pernah telat menonton liga Inggris, Spanyol, dan Italia saban akhir pekan.Pukul setengah enam pagi dia terbangun setelah mendengar pintu rumahnya diketuk seorang lelaki dari Badan Narkotika Nasional (BNN). ”Dia berkata ’kami ada penggerebekan pesta narkoba warga bapak, mari ikut kami’. Terus saya ikut keluar rumah. Saya tidak tahu, ternyata penggerebekan di rumah Raffi Ahmad,” kata Maksum ditemui merdeka.com di rumahnya, Rabu pekan lalu. Di jalan tengah kampung, Maksum sudah ditunggu delapan anggota BNN lain. Mereka membawa lima mobil ke rumah nomor 16 I, lokasinya paling pojok dari deretan rumah Kavling VII Jalan Gunung Balong, Kelurahan Karang, Lebak Bulus. Sohibul bait, Raffi Ahmad, membukakan pintu untuk para petugas BNN itu. Setelah menyodorkan surat perintah penggeledahan, mereka masuk. “Silakan periksa,” kata Maksum menirukan jawaban Raffi ketika dimintai izin anggota BNN.Di dalam rumah rupanya sudah ada delapan tamu Raffi. Beberapa terlihat duduk di kursi, ada juga yang tiduran dan berdiri. Delapan anggota BNN lantas menggeledah seisi rumah tiga lantai itu. Beberapa orang naik ke lantai dua dan tiga, yang lain langsung ke kamar pribadi artis sinetron dan penyanyi itu.Maksum terus menyaksikan penggeledahan selama sejam lebih. Begitu juga Raffi, dia mengikuti BNN memeriksa kamarnya. Maksum melihat BNN menemukan dua linting ganja di atas rak helm dan sebotol obat. Maksum pulang pukul tujuh pagi. ”Tidak ada perlawanan atau kekerasan. Raffi biasa saja. Saat sabu-sabu dan obat ditemukan, dia hanya bilang ’itu bukan punya saya’. Itu saja,” tutur Maksum.BNN lalu membawa Raffi dan delapan tamunya ke markas BNN, Jalan M.T. Haryono, Jakarta Timur. Beberapa jam kemudian, berita penggerebekan itu mencuat di semua media. Sebab bukan hanya Raffi, beberapa nama pesohor lain juga terseret, misal pasangan artis Irwansyah dan istrinya, Zaskia Sungkar, serta Wanda Hamidah, anggota DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Provinsi DKI (Daerah Khusus Ibu Kota) Jakarta sekaligus politikus Partai Amanat Nasional (PAN).Belakangan setelah pemeriksaan, Wanda Hamidah, Irwansyah, Zaskia Sungkar, dan beberapa kerabat Raffi dibebaskan karena dianggap bersih. Kini tinggal Raffi Ahmad dan sejumlah orang saja masih diperiksa BNN. Sebab berdasar tes urine dan rambut, BNN mengendus zat baru sejenis narkotik mengendap pada tubuh Raffi. Zat baru itu semacam obat perangsang terbentuk dari turunan katinon atau mekatinon.Sontak kasus penangkapan Raffi Ahmad menambah deretan artis Indonesia terjerat narkotik. Jauh sebelum Raffi, aktor kawakan Roy Marten, komedian Polo dan Doyok juga mengalami nasib serupa. Dari generasi artis muda ada nama Sheila Marcia, Junnifer Dunn, Revaldo, musisi Sammy Simorangkir, Andika Kangen Band, Yoyo penabuh drum Band Padi, dan Ari Lasso semasa menjadi vokalis Band Dewa19.Kepala Bagian Hubungan Masyarakat BNN Sumirat Dwiyanto mengatakan artis merupakan pasar potensial bagi bandar narkotik. Sebab, mereka sanggup mempengaruhi dan menjadi idola banyak orang. Sehingga bila satu artis kena, maka bisa mempengaruhi ribuan penggemarnya. Alasan lain, artis memiliki komunitas sendiri.Artis dengan pekerjaan melebihi waktu membentuk komunitas sendiri. Sehingga, kata Sumirat, ada istilah “nggak gaul kalau nggak makai”. Seorang artis akan digunjing bila tidak ikutan memakai obat-obatan saat berkumpul bareng. Karena kegiatan padat akhirnya mereka memakai obat. ”Pakai obat dengan alasan menjaga stamina. Jadi artis itu mudah dibujuk memakai narkotik,” Sumirat menegaskan.

Rekomendasi