Suara mayoritas kerap tercermin dalam demokrasi. Ini memang ajar. Prinsip ini pula dipegang oleh Rhoma Irama, disebut-sebut bakal menjadi calon presiden pada pemilihan umum 2014. Karena itu, dia menegaskan wajar dan ideal presiden Indonesia orang Islam karena umat Islam mayoritas di negara ini. "Contoh, mungkin enggak sih di Jerman, Inggris, atau Prancis dipimpin orang Islam. Kan enggak mungkin karena tidak demokrasi," katanya saat ditemui merdeka.com kemarin sore di kediamannya, Jalan Pondok Jaya VI nomor 14, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.Berikut penuturannya kepada Faisal Assegaf dan juru foto Imam Buhori:Siapa pemimpin negara idola Anda?Rasulullah adalah panutan. Pemimpin ideal menurut Islam harus memiliki empat syarat: (1) Siddiq. Dia memiliki integritas, tidak boleh cacat integritas. (2) Tabligh artinya religius. Pemimpin itu harus religius, enggak boleh sekuler sehingga dia bisa menerapkan yang baik dan mencegah yang buruk. (3) Amanah artinya bisa dipercaya. Tidak punya cacat politik, cacat ekonomi, cacat moral. (4) Fathanah artinya cerdas. Bukan hanya cerdas secara intelektual, tapi juga cerdas dalam hal emosi dan spiritual. Yang memilik empat syarat, baru pemimpin ideal. Kalau pemimpin ideal itu Rasulullah, berarti presiden Indonesia mesti orang Islam?Idealnya seperti itu karena bangsa ini mayoritas Islam. itulah demokrasi. Contoh, mungkin enggak sih di Jerman, Inggris, atau Prancis dipimpin orang Islam. Kan enggak mungkin karena tidak demokrasi. Mungkin enggak Singapura dipimpin orang Melayu Islam, juga enggak mungkin. Demokrasi itu proporsional, bukan tiran. Menurut Anda, dimana basis pendukung Anda?Yang harus bicara itu seharusnya lembaga survei. Kalau saya bicara, onani namanya. Kalau indikatornya penggemar Soneta?Kalau indikatornya itu, penampilan saya di seluruh Indonesia pasti dipadati puluhan ribu orang. Pasti di mana pun. Kalau melihat itu, Anda yakin bisa maju hingga ke putaran kedua?Saya rasa tidak etis saya menjawab itu. Sebaiknya yang menjawab lembaga survei.Anda merasa pantas menjadi presiden?pemimpin negara itu bukan harus manusia super, bukan harus serba bisa. Dia cukup harus punya visi, misi, dan konsep. Yang menjadi pelaksana adalah kabinet, para ahli, tim pemikir.Banyak orang percaya politik itu kotor, kenapa Anda ignin terjun ke sana?Saya rasa tergantung siapa melaksanakan politik itu. Islam agama sempurna, di mana tidak ada satu aspek kehidupan tidak dibimbing oleh Islam, termasuk politik. Politik itu kotor tergantung niat dan bagaimana menggunakan politik. Jadi saya rasa politik itu kotor tidak sepenuhnya benar. Tapi dalam politik ada tawar menawar dan itu berkaitan dengan uang?Memang ini harus kita hindarkan. Menang sudah membudaya memilih siapa yang bayar. Sehingga para kandidat adalah orang-orang memiliki uang besar. Dia akan membayar suara umat, suara bangsa ini. Kalau ini terjadi, yang jadi pemimpin bangsa bukan orang-orang terbaik, tapi orang-orang terkaya. Secara politis, itu sangat tidak mendidik bangsa ini. Budaya ini harus kita hapuskan. Sejauh ini, partai mana saja sudah memberikan dukungan terhadap Anda?Seandainya dukungan ulama, umat makin solid, dan ada partai politik bersedia menjadi kendaraan politik saya menjadi calon presiden, tawaran itu akan saya terima. Sampai sekarang ada PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) menyatakan secara terbuka, Rhoma telah dinominasikan sebagai calon presiden mereka. Ini sudah langkah maju. Bagaimana dengan sikap PPP?Secara informal, ada komunikasi.