Kualitas Mahfud M.D. dan Jusuf Kalla disebut-sebut paling unggul untuk maju dalam bursa calon presiden. Setidaknya itulah hasil jajak pendapat lembaga survei Indonesia (LSI) akhir bulan lalu. Mahfud sekarang menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi dan Kalla menahkodai Palang Merah Indonesia. Keduanya dinilai paling berkualitas di antara nama tokoh-tokoh lain.Direktur Eksekutif LSI Doddy Ambardi mengatakan survei dilakukan terhadap tokoh-tokoh dikategorikan sebagai pembentuk opini. Hasilnya, Mahfud MD meraih nilai 79, Jusuf Kalla 77, Dahlan Iskan 76, Sri Mulyani 72, dan Hidayat Nur Wahid 71. ”Masing-masing tokoh punya nilai cukup beragam dari lima indikator kualitas personal menjadi presiden," kata diaMahfud dan Kalla memang disebut-sebut cocok maju menjadi calon presiden. Keduanya kerap muncul dalam pelbagai diskusi. Mahfud belum berterus terang soal ini. "Dalam politik kalau malu-malu itu lewat. Saya selalu realistis, sebelumnya saya selalu mengukur diri dulu. Pada saatnya kalau ada peluang akan menentukan sikap," ujarnya.Kini memang banyak orang kesengsem dengan Mahfud. Bahkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga disebut-sebut senang dengan tokoh asal Madura itu. Awal bulan ini, Yudhoyono dan Mahfud bertemu dalam rapat antara pemerintah dan Mahkamah Konstitusi. Pertemuan itu juga membahas pemilihan presiden 2014.
"Presiden hanya mengatakan mudah-mudahan presiden sesudahnya, nanti bisa memperbaiki negara ini, mudah-mudahan lebih baik dari dirinya," kata Mahfud.Pamor Mahfud juga mempengaruhi pikiran Profesor Subur Budi Santoso, mantan ketua umum Demokrat. Subur, kini menjabat Anggota Dewan Pembina Demokrat, mengatakan sekarang ini baru Mahfud tokoh paling tepat memimpin negeri ini. Selain Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga disebut-sbeut melirik Mahfud.Lalu bagaimana dengan Kalla. Tokoh asal Makasar ini seperti biasa, dengan santai menjawab masalah kemungkinan pencalonan dirinya. Dia menjawab belum saatnya bicara kesiapan pencalonan. Sebab, semua partai masih mempelajari lebih dulu peluang-peluang mereka. Kabarnya sudah ada partai mendekati? "Semua pasti teman saya semuanya."Menurut pengamat komunikasi dari Universitas Indonesia, Ade Armando, dalam pemilihan umum sehat, pengenalan tokoh memang diperlukan. Tokoh harus mulai diperkenalkan dalam waktu lama, mulai dari wajahnya, gagasan-gagasan, dan program. ”Rakyat harus tahu kualitas tokoh-tokoh itu, seberapa mampu dan seberapa bersih mereka. Jangan sampai rakyat memilih berdasar kesan-kesan sesat.”Masalahnya selama ini pengenalan bukan menyentuh substansi, misalnya bukan dilakukan dengan cara diskusi-diskusi matang dan mendalam bagaimana cara mereka menyelesaikan persoalan Indonesia, tetapi hanya pencitraan. Mereka hanya membangun citra dengan mengulang-ulang iklan lewat media massa.
Pilih Mahfud atau Kalla
Banyak orang mulai kesengsem dengan Mahfud.
Rekomendasi