Warga Kota Cambridge, Inggris, heboh. Seorang ibu tega membunuh bayinya berusia enam pekan. Lebih mengejutkan lagi, dia menyumpal mulut darah dagingnya itu dengan sobekan Injil. Pelakunya adalah Julia Lovemore, 41 tahun. Tidak puas sampai di situ, Lovemore juga mencelupkan kepala bungsu dari dua bersaudara itu ke dalam air telah dirapal mantera, lantas mayat putrinya itu diinjak-injak, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail. David yang lebih muda dua tahun tidak kuasa mencegah tindakan kejam istrinya. Dia cuma bisa meraung-meraung di lantai ruang tengah rumah seraya memohon kepada Tuhan buat mengusir setan dari tubuh istrinya.Tragis. David sejam kemudian membopong jenazah putri bungsunya itu ke rumah sakit terdekat. Dia ke sana ditemani anak tertua yang juga kritis lantaran mengalami siksaan serupa oleh ibunya. Lovemore tiga tahun lalu pernah membekap wajah anaknya dengan bantal supaya berhenti menangis.Ironisnya, dua petugas kesehatan yang rutin mengunjungi Lovemore datang pada pagi sebelum kejadian. Mereka tidak curiga terhadap kondisi mental Lovemore. Padahal, lima hari sebelum peristiwa itu, Lovemore menelepon dan meminta petugas tidak perlu mengunjungi dia lagi.Kasus pembunuhan dengan kitab suci juga berlangsung di di Kota Halmstad, Provinsi Halland, Swedia, Juli lalu.Ibu berumur 28 tahun tidak disebutkan namanya itu tega menyiksa bayinya berusia lima bulan hingga tewas dengan Alquran. Dia mengira bayinya itu kerasukan setan. Di tubuh bayi nahas itu ditemukan 39 luka lembam. Jaksa penuntut Anders Johansson mengatakan kebanyakan luka itu diakibatkan oleh hantaman dan pukulan dari kitab suci Alquran. "Perempuan itu sengaja membunuh anaknya. Dia menyiksa sampai mati dan Alquran menjadi senjatanya," ujarnya di depan pengadilan.Ibu itu mengakui perbuatannya dan mengklaim selama berminggu-minggu mengalami halusinasi dan melihat di kepala bayinya tumbuh tanduk setan. "Saya juga melihat kepala kakek-kakek di bagian tubuhnya. Saya ingin menyelamatkan bukan membunuh dia," kata perempuan itu.