Pertarungan Pilkada 2020, Petahana Pecah Kongsi

Kamis, 10 September 2020 08:06 Reporter : Rifa Yusya Adilah, Raynaldo Ghiffari Lubabah
Pertarungan Pilkada 2020, Petahana Pecah Kongsi distribusi logistik pemilu ke TPS. ©2019 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Bercerai. Kondisi itu yang tergambar dalam Pilkada Depok 2020. Duet Mohammad Idris dan Pradi Supriatna tak lagi kongsi. Padahal sudah hampir lima tahun mereka bekerja sama sebagai wali kota dan wakil wali kota.

Mohammad Idris pun memilih berduet dengan Imam Budi Hartono dari PKS. Sedangkan Pradi selaku kader Gerindra, memilih maju Pilkada Depok menggandeng Afifah Alia dari PDIP.

Pecah kongsi dalam Pilkada Serentak 2020 menjadi sorotan Direktur Eksekutif Perludem, Khoirunnisa Nur Agustyati. Mereka menilai pasangan petahana pecah kongsi di Pilkada biasanya diakibatkan sistem 'kawin paksa' saat memasangkan calon kepala daerah.

Menurut Khoirunnisa, tujuan 'kawin paksa' itu untuk memenuhi syarat mendaftar pilkada dan melihat kans kemenangan pasangan tersebut. "Dulu tahun 2015 bisa jadi koalisinya bukan koalisi yang ideologi, tapi koalisinya karena kawin paksa istilahnya," kata Khoirunnisa kepada merdeka.com, Rabu kemarin.

Keputusan petahana tidak lanjut di Pilkada juga dipengaruhi berbagai faktor. Dia menyebut pasangan petahana berpisah karena alasan kecemburuan. Misalkan, kewenangan wakil kepala daerah tidak sebesar kepala daerahnya.

"Si wakil juga merasa kewenangannya terbatas. Bisa jadi dia merasa kalau tidak ada partai saya kan kamu tidak bisa maju juga," ujar dia.

Faktor lain pasangan petahana berpisah di pilkada karena berbeda visi misi politik lima tahun ke depan. Selain itu, pecah kongsi petahana juga bisa disebabkan dinamika politik di daerah, baik antara kepala daerah atau partai politik pengusung.

"Seiring berjalannya proses pemerintahan, mereka kemungkinan punya pandangan berbeda-beda. Apakah akan meneruskan visi misi atau punya tujuan berbeda untuk politiknya masing-masing," ujar Manajer Riset dan Program The Indonesia Institute, Arfianto Purbolaksono.

Catatan KPU yang dikutip merdeka.com, ada 36 pasangan petanana yang memutuskan berpisah di Pilkada 2020. Berikut daftarnya:

Baca Selanjutnya: Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini