Menengok kesibukan Julian Pasha setelah pensiun jadi Jubir Presiden

Selasa, 31 Maret 2015 06:18 Reporter : Anwar Khumaini
Julian Aldrin Pasha. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Julian Aldrin Pasha, nama ini mungkin hampir setengah tahun terakhir menghilang dari pusat pemberitaan nasional. Padahal, lima tahun sebelumnya, pria ini kerap wara wiri muncul di televisi atau di media massa lainnya.

Wajar Julian dulu kerap muncul di TV. Posisinya sebagai juru bicara kepresidenan membuatnya kerap menjawab berbagai pertanyaan wartawan, menjelaskan berbagai kasus yang membutuhkan jawaban dari Istana, yang tak langsung harus disampaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kala itu.

Lalu kemana Julian saat ini? Pria asal Lampung tersebut ternyata kini kembali ke habitat awalnya, sebagai dosen politik di Universitas Indonesia (UI). Sehari-hari dia mengajar mahasiswa mulai dari S1 hingga S3.

"Hampir setiap hari atau sebagian waktu saya habiskan di sana untuk mengajar. Saya mengajar cukup banyak mata kuliah," kata Julian kepada merdeka.com, Jumat (29/3) lalu.

Saat ditemui merdeka.com di sebuah Coffee di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Julian ternyata mengaku baru saja diundang talkshow di salah satu TV swasta. Julian mengaku ini adalah kali pertama dia muncul lagi memenuhi undangan media, setelah setengah tahun 'absen'.

Berikut wawancara lengkap Julian dengan merdeka.com:

Setelah tidak lagi sebagai juru bicara presiden apa aktivitas Bang Julian?

Saya kembali ke kampus, kampus Fisip UI. Kami punya dua kampus di Depok dan Salemba, tapi sebagian besar aktivitas saya di Depok, tak jauh dari saya tinggal, di daerah Ragunan.

Hampir setiap hari atau sebagian waktu saya habiskan di sana untuk mengajar. Saya mengajar mata kuliah yang cukup banyak yang ditugaskan kepada saya selama ini. Mungkin selama 5 tahun saya cuti, sama sekali nggak memberi kontribusi mengajar untuk kampus, maka sekarang saya diminta mengajar S1-S3. Sekarang harusnya saya ngajar di S3, tapi disubstitusi ke hari lain.

Mengajar seminggu berapa kali?

Tentu fleksibel. Yang jelas setiap ada jadwal saya mengajar, ya saya ke kampus. Saya punya ruangan di sana. Kalau setiap hari ya tidak, apalagi dosen kan fleksibel. Apalagi saya bukan pejabat struktural di universitas. Saya dosen biasa, meski dulu saya pernah jadi wakil dekan, sekarang saya cuma sibuk mengajar.

Mata kuliah yang diajarkan?

Kekekuatan-kekuatan politik di Indonesia, ekonomi politik, pembangunan politik, metodologi ilmu politik untuk S3. Itulah beberapa mata kuliah yang saya ampu.

Termasuk menguju skripsi para mahasiswa?

Tentu, saya punya bimbingan S1, S2, sampai S3. Mungkin akan bertambah, karena saya punya waktu yang cukup banyak sekarang.

Berarti di UI statusnya sebagai PNS?

Di UI BHMN, setara dengan PNS. Meskipun saya tercatat sejak 93, sebagai pegawai hukum UI. UI Tak lagi kenal PNS tapi BHMN, setara dengan PNS. Semua jenjang jabatan maupun renumerasi sama dengan PNS.

Dulu waktu masih sebagai jubir presiden beberapa kali pernah menulis di media, apakah sekarang juga masih sering nulis?

Ya memang ada permintaan. Ada beberapa teman yang meminta saya menulis buku, serta artikel di media masa, saya belum lakukan. Di samping konsentrasi mengajar, saya menyibukkan diri dengan keluarga yang selama ini kurang dapat perhatian. Tapi nanti ada saatnya saya menulis.

Kalau saya menulis artikel yang kontekstual, saya kira saya punya talenta, Tapi kadang-kadang beberapa waktu lalu saya diskusi dengan Pak SBY, memang orang seperti kami kan dulu pernah di pemerintahan sebagai orang yang menjalankan roda pemerintahan. Mungkin kalau kami melakukan suatu komentar, kritik, baik dalam bentuk verbal atau dalam tulisan, interpretasi masyarakat belum tentu sama. Hari ini saya memenuhi undangan datang di stasiun TV setelah 5 bulan saya tidak muncul di media massa, ya karena untuk menjaga agar tidak ada interpretasi yang tidak kita inginkan.

Artinya sama Pak SBY nggak boleh banyak ngomong?

Kami sepakat seperti itu. Pak SBY pernah sounding hal ini, kita jaga agar pemerintah sekarang lebih efektif, konsentrasi, tidak perlu harus diganggu atau muncul kegaduhan baru. Kita juga menahan diri atau membatasi agar tak muncul kegaduhan baru. Kalau ditanya sebagai ilmuwan saya sudah banyak mengatakan di kelas, karena kami punya kebebasan mimbar, semua feel free. Ini tidak berarti saya punya pandangan yang tidak baik lah.

Berarti selama ini masih berhubungan dengan Pak SBY?

Tentu, tidak regulary memang. Tapi kadang saya dipanggil ke Cikeas untuk bicara mengenai satu dua isu yang strategis. hal-hal yang strategis, yang rencananya untuk kita kerjakan bersama.

Biasanya apa saja yang dibahas dalam pertemuan tersebut?

Macam-macam. Kita tahu, saya selalu ikut beliau. Kita juga melihat sekarang yang dikerjakan atau dikelola oleh pemerintah sekarang. Kami tentu punya nilai yang subyektif, tapi hal-hal itu tidak bisa saya ekspose ke publik.

Pak SBY dengar-dengar sekarang ngantor di Menara Bank Mega punya pengusaha Chairul Tanjung?

Saya kira tidak demikian. Beliau memang terus menjaga komunikasi dengan orang-orang dekat beliau, mantan menteri, stafnya juga. Tentu memang sebagaimana diketahui ada rencana juga Pak SBY akan mendirikan SBY Center, bergerak dalam bidang pendidikan, musium kepresidenan, dan juga di bidang apa namanya..., artinya pendidikan menyangkut dengan pemerintahan, bagaimana proses pengambilan keputusan, kebijakan, dan musium seperti halnya musium kepresidenan di negara-negara lain.

Lokasi SBY Center dimana?

Akan direncanakan dibangun di satu tempat di Jawa Barat, sekitar Sentul, dan ini proses yang baru dirintis semua dari awal. Kami punya keyakinan pada suatu saat nanti ini jadi baik, tumbuh dan berkembang, jadi suatu yang bermanfaat bagi masyarakat. Menyangkut bidang pendidikan, kemusiuman, dan satu lagi mengenai apa namanya.. ada 3 bidang.

Tujuannya apa didirikan museum ini, apakah semacam legacy dari SBY?

Tidak hanya legacy, tapi SBY Center memang diharapkan paling tidak untuk agar masyarakat generasi mendatang tahu perjalanan bangsa ini. Presiden SBY kita tahu persiden pertama dipilih secara langsung, menjabat dua periode, tentu banyak hal yang ingin diketahui dan butuh diketahui publik. Tidak sekarang, tapi yang akan datang. Bagaimana proses pengambilan keputusan di tingkat presiden, bagaimana tata kelola negara ini dijalankan, itu di antaranya.

Persiapannya sampai saat ini sejauh mana?

Kalau lokasi sudah, tentu tim sedang bekerja untuk itu. Hanya memang progresnya saya tidak bisa mengatakan bahwa itu berapa persen. Tapi persiapan untuk penyediaan sarana prasarana infrastruktur, dan juga bagaimana nanti ke depan termasuk sustaintibility sudah diperhitungkan.

Siapa ketua timnya?

Tentu semua akan didasarkan pada aturan atau mekanisme yang berlaku. Proses pendirian sebuah center itu ada, untuk hal teknis tidak saya jelaskan.

Pernah menjenguk sesama mantan jubir yang kini jadi terpidana KPK?

sudah saya datang waktu itu. Saya cari waktu yang pas saat itu, timing tepat, saya datang datang jenguk Andi Mallarangeng. Saya tidak menyangka saya masih jadi berita saat itu setelah tak jadi jubir.

Diberitakan media saat itu?

Iya, coba searching lagi. Saya sendiri punya hubungan yang baik, dengan keluarga besarnya. Dulu kan saya mau jenguk lebih awal, karena waktu itu posisi saya sebagai jubir jadi takut dianggap politik, karena waktunya ada saya datang, ada waktu yang pas ya ketemu.

Orang-orang yang dulu di sekitar SBY, kini mulai kena kasus. Sekarang Denny Indrayana jadi tersangka dan hari ini dipanggil Mabes Polri. Apakah ini ajang 'bersih-bersih' dari Presiden Jokowi?

Bersih-bersih apa ini?

Dulu berkuasa, sekarang yang berkuasa rezim lain, ada upaya 'bersih-bersih' mantan ornag-orang lama?

Saya kira kita harus lihat kembali konteksnya. Saya ingat dulu pernyataan Presiden Jokowi, ketika ada beberapa posisi yang mungkin berubah, digeser. Ada pemberitaan bahwa ada orang-orang di sekitar SBY dibersihkan. Dulu ada pernyataan cepat dari Presiden Jokowi, beliau membantah. Oleh karena itu saya merujuk ke presiden. Orang-orang SBY tetap kok. Ya itu yang kita percaya. Kalau soal itu soal Denny Indrayana, saya nggak bisa masuk, itu ranah hukum. Saya nggak berhak, dan saya nggak punya info. Karena kita negara hukum biar hukum yang berjalan. Yang salah dinyatakan salah, yang tidak bersalah ya dinyatakan tidak bersa [war]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini