Pahlawan Keturunan Yahudi (1)

Berdarah Yahudi, bertanah air Indonesia

Senin, 11 November 2013 07:00 Reporter : Faisal Assegaf
Berdarah Yahudi, bertanah air Indonesia Pertempuran 10 November 1945. radenkusumaaa-ggmu.blogspot.com

Merdeka.com - Barangkali banyak orang cuma tahu Soetomo atau dikenal dengan Bung Tomo sebagai ikon pertempuran 10 November 1945 di Kota Surabaya, Jawa Timur. Namun bisa dipastikan cuma segelintir pihak sadar ada pemuka Yahudi ikut berjuang saat itu. Dia adalah Charles Mussry.

Namanya tidak pernah muncul dalam cerita lisan atau buku-buku sejarah. Di mesin pencari google soal Mussry hanya tertulis satu kalimat menyebutkan dia ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Ahli-ahli sejarah, termasuk Asvi Warman Adam, sekadar mengetahui namanya saja. "Saya nggak tahu soal itu," kata peneliti sejarah dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini saat dihubungi merdeka.com melalui telepon selulernya dua pekan lalu.

Bahkan, kata Agus dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), lembaganya tidak memiliki arsip atau dokumen mengenai kiprah pejuang kemerdekaan berdarah Yahudi.

Padahal, orang-orang Yahudi sudah lama menetap di Indonesia. Profesor Rotem Kowner dari Universitas Haifa, Israel, mengungkapkan orang Yahudi pertama bermukim di Indonesia adalah seorang saudagar dari Fustat, Mesir. "Dia meninggal di pelabuhan Barus, barat daya Sumatera pada 1290," ujarnya saat datang ke Jakarta beberapa bulan lalu. Kowner sudah meneliti sejarah komunitas Yahudi di Indonesia sejak satu dasawarsa lalu

Dia bahkan yakin orang-orang Yahudi sudah memeluk agama Nasrani juga ikut dalam rombongan kapal Portugis mendarat di Nusantara pada awal abad ke-16. Orang-orang Yahudi ini menetap di sekitar Selat Malaka, pantai utara Sumatera, dan Pulau Jawa.

Tidak mudah mencari tahu jejak dan riwayat Mussry. Maklum saja, cuma segelintir keturunan Yahudi mengenal sejarahnya. Apalagi, isu mengenai Yahudi di Indonesia sangat sensitif. Kebanyakan kaum muslim menyamaratakan kaum Yahudi itu bedebah. Alhasil, orang-orang keturunan Yahudi menyembunyikan identitas mereka.

Merdeka.com berhasil mengontak tiga orang keturunan Yahudi paham soal Charles Mussry, yakni Rachel, Merry, dan Maureen. Ketiganya adalah Yahudi asal Bagdad, Irak, dan pernah menetap di Surabaya. Mereka awalnya sangat kaget bagaimana merdeka.com bisa mengetahui identitas mereka sebenarnya.

Racchel kini tinggal di Jakarta, Merry di Surabaya, dan Maureen di Tangerang. "Soal Yahudi itu di sini (Indonesia) amat sensitif," seorang putra Maureen saat ditemui di kediamannya lega nan asri di Tangerang, Banten. Di teras rumahnya terpampang sejumlah bingkai foto mendiang Presiden Soekarno . "Kakak ayah saya memang dekat dengan Soekarno ."

Merry membenarkan soal jasa Mussry bagi bangsa Indonesia. "Dia dan keluarga Mussry lainnya ikut berjuang dalam pertempuran 10 November di Surabaya," ujarnya kepada merdeka.com dua pekan lalu.

Baca juga:

Lorong berliku sosok Charles Mussry

Yahudi dermawan berjuang dengan uang

Saudagar tajir di Jalan Simpang

Komedian inggris ciptakan alat seks bentuk rabi Yahudi

Daftar sepuluh organisasi anti-Israel di Amerika [fas]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini