Usir Hama Perusak Tanaman, Warga Kediri Lepas Ratusan Hewan Liar

Senin, 29 Juni 2020 11:15 Reporter : Rizka Nur Laily M
Usir Hama Perusak Tanaman, Warga Kediri Lepas Ratusan Hewan Liar Burung Hantu. ©2015 merdeka.com/imam mubarok

Merdeka.com - Ratusan ekor hewan liar dilepas ke alam bebas sebagai upaya menekan hama perusak tanaman pada pertanian warga Desa Mlati, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Pelepasan hewan liar itu diinisiasi oleh warga yang tergabung dalam komunitas peduli lingkungan dan satwa asli (Kopling).

Dikutip dari Antara (28/6), aksi tersebut dilatarbelakangi oleh adanya serangan hama yang membuat hasil pertanian warga setempat mengalami penurunan.

2 dari 5 halaman

Produksi Pertanian Menurun

003 hery h winarno
©2018 Merdeka.com

"Aksi ini kami lakukan dilatarbelakangi adanya serangan hama. Ini mengakibatkan penurunan produksi pertanian," kata Ketua Kopling Desa Mlati, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri Imam Saifudin.

Sebanyak 80% masyarakat Desa Mati menggantungkan hidupnya di sektor pertanian. Banyaknya serangan hama mengakibatkan produksi pertanian dari lahan petani kurang optimal.

3 dari 5 halaman

Dilakukan Secara Swadaya

biawak masuk polsek jatinegara
©2019 Merdeka.com/antara

Hewan liar yang dilepas di antaranya aneka burung pemangsa serangga, musang, biawak, hingga berbagai jenis ular. Dalam kesempatan itu, jumlah hewan yang dilepas mencapai ratusan ekor. Hewan-hewan tersebut sebelumnya dikumpulkan secara swadaya oleh warga.

Pelepasan ratusan hewan liar tersebut diharapkan bisa mengembalikan ekosistem pertanian, sehingga serangan hama bisa berkurang. Dengan demikian, hasil produksi pertanian milik petani di Desa Mlati bisa kembali bagus.

4 dari 5 halaman

Larangan Berburu

hantu di smart nest box
©Reuters/David W Cerny

Masyarakat setempat juga memasang papan pengumuman larangan berburu di sejumlah sudut desa. Mereka akan gotong royong menjaga lingkungan dari berbagai ancaman perburuan.

"Jenis satwa yang dilepaskan beragam, ada aneka burung pemangsa serangga, musang, biawak, serta ular sebagai musuh tikus. Ini dikumpulkan secara swadaya dan diharapkan mampu mengembalikan keseimbangan ekosistem akibat perburuan liar," terang Imam.

Kegiatan ini rencananya akan dilakukan secara terus menerus demi menciptakan kampung yang produktif dan ramah terhadap satwa.

Warga setempat berharap ada kepedulian dari instansi terkait guna menambah keragaman satwa di Desa Mlati. Keragaman satwa digadang-gadang bisa menjadi ajang edukasi bagi generasi muda.

5 dari 5 halaman

Manfaatkan Burung Hantu

dilepas untuk memangsa tikus
©2017 Merdeka.com

Sementara itu, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri juga memanfaatkan burung hantu untuk menekan penyebaran hama tikus. Program yang sudah berjalan sejak 2018 itu memanfaatkan burung hantu (Tyto alba) sebagai agen hayati.

Pemilihan burung hantu sebagai agen hayati dikarenakan burung ini mempunyai jarak jelajah sejauh kurang lebih 10 kilometer, sehingga pengendalian hama tikus dalam satu kawasan pertanian menjadi lebih efisien. Selain itu, burung hantu juga dapat gerak cepat dan tanpa suara sehingga tidak mengganggu aktivitas pertanian.

Satu kelompok tani di Kabupaten Kediri direncanakan akan memelihara satu pasang burung hantu. Dengan demikian, nantinya diharapkan burung tersebut bisa berkembang biak menjadi lebih banyak sehingga dapat menjaga kawasan pertanian lebih luas lagi dari ancaman hama.

[rka]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini