Terkenal Sakral, Begini Potret Lokasi Ritual Malam 1 Suro di Hutan Alas Purwo Banyuwangi
Beberapa lokasi di Banyuwangi terkenal sebagai tempat sakral untuk melakukan ritual malam 1 Suro. Ini potretnya.
Lokasi ini banyak dikunjungi orang untuk melakukan ritual.
Terkenal Sakral, Begini Potret Lokasi Ritual Malam 1 Suro di Hutan Alas Purwo Banyuwangi
Bulan Sakral
Bagi orang Jawa, bulan Suro sebagai awal tahun Jawa diyakini sebagai bulan yang sakral atau suci. Bagi masyarakat Jawa adalah bulan yang tepat untuk merenung, tafakur, dan introspeksi untuk mendekatkan dengan Yang Maha Kuasa. Cara yang biasa digunakan masyarakat Jawa untuk berintrospeksi dengan lelaku, yaitu mengendalikan hawa nafsu.
Malam 1 Suro jadi momentum bagi sejumlah warga untuk melakukan ritual di lokasi-lokasi tertentu. Salah satu lokasi yang jadi tujuan warga di kawasan hutan Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi. Lokasi ini disebut memilki nilai sisi spiritual kuat.
(Foto: liputan6.com)
Lokasi Ritual
Di Alas Purwo Banyuwangi, ada empat titik yang sering menjadi lokasi ritual Malam 1 Suro, yakni Pantai Pancur, Makam Mbah Dowo, Kucur, dan Goa Istana. Keempat lokasi ini jadi andalan warga yang hendak ritual jelang awal bulan pertama dalam kalender Jawa.
Pantai Pancur
Pada malam 1 Suro, Pantai Pancur banyak didatangi pengunjung untuk melakukan ritual. Di Pantai Pancur, biasanya digelar ruwatan berupa pagelaran wayang kulit semalam suntuk oleh kelompok aliran spiritual tertentu.
(Foto: Google Maps/Ajeng Wulan)
Makam Mbah Dowo
Berada di tengah hutan, sejarah makam ini menyimpan tanda tanya. Ada yang menyebut Makam Mbah Dowo tempat dikuburnya seorang penyebar agama Islam bernama eyang Suryo Bujo Negoro. Ada pula yang menyebut tempat dikuburnya sebuah pusaka berbentuk tombak.
Kucur
Berjarak sekitar 500 meter dari perkampungan warga di Dusun Kutorejo Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo. Tempat ini dikenal sebagai pertapaan sunyi dan sepi. Lokasinya di lereng gunung dengan ketinggian sekitar 50 meter.
(Foto: liputan6.com)
Goa Istana
Banyak orang dari aliran, perguruan, maupun pelaku ilmu kejawen datang ke Goa Istana untuk melakukan ritual. Konon Goa Istana juga menjadi jujugan para pemimpin negeri dari dulu hingga sekarang. Di antaranya Presiden Soekarno, Presiden Soeharto, dan lain sebagainya.