Pada tahun 1500-an, ia mencatat barang-barang yang dijual di Pelabuhan Tuban
Berabad-abad silam, pelabuhan Tuban memiliki peran sangat besar. Pelabuhan ini jalur perdagangan laut dunia bagi kapal-kapal dagang yang melintasi laut Tengah, Samudera Hindia, dan Laut Cina Selatan.
(Foto: Dok. Narasi Sejarah)
Advertisement
Kedatangan Rombongan Portugis
Pada tahun 1500-an, ada rombongan Portugis yang mendarat di pelabuhan Tuban dan singgah di daerah itu selama beberapa lama. Salah satu anggota rombongan itu bernama Tome Pires. Kelak, ia jadi mata-mata Portugis untuk mencari peluang ekonomi di nusantara.
Advertisement
Profil
Tome Pires lahir di Portugal pada tahun 1468. Ia adalah anak dari seorang pembantu Raja João II Portugal (1455-1495).
Mengutip Wikipedia, Tome Pires merupakan pembantu Afonso de Albuquerque (1475-1491). Pada September 1511, Pires dilantik sebagai pengedar arak ke Cochin India atas kehendak raja.
Dia juga ditugaskan sebagai pemasok obat-obatan bernilai 4.000-5.000 dolar Portugis. Selanjutnya, Tome Pires dilantik sebagai penulis dan bendahara untuk menjaga harta perdagangan yang melibatkan Melaka dan Jawa. Akhirnya dia dilantik menjadi duta Portugis ke negara Cina.
Advertisement
Buku
Maha karyanya, Suma Oriental (Dunia Timur), menceritakan penjelajahan pedagang Portugis hingga menguasai anak benua India dan Kesultanan Melaka pada tahun 1511. Buku tersebut memuat banyak informasi berharga tentang kondisi Nusantara pada abad ke-16.
Advertisement
Kondisi Tuban
Mengutip Instagram @tuban_bercerita, Tom Pires mencatat banyak hal selama kunjungannya di Tuban. Catatan itu dimuat dalam bukunya yang berjudul Suma Oriental que trata do Mar Roxo até aos Chins (Ikhtisar Wilayah Timur, dari Laut Merah hingga Negeri Cina).
Buku itu adalah laporan perjalanan Tome Pires kepada Raja Emanuel tentang potensi peluang ekonomi di wilayah yang baru dikenal oleh Portugis. Salah satu yang dicatat dalam buku tersebut adalah barang-barang yang dijual di pelabuhan Tuban.
Dalam laporannya kepada Raja Emanuel, Tome Pires menyebut Tuban sebagai negeri yang rindang. Di sini, ia menemukan banyak potensi ekonomi.
(Foto: Dok. Narasi Sejarah)
Tuban menghasilkan beras dalam jumlah yang besar. Beras itu merupakan kiriman dari wilayah pedalaman. Tuban juga menghasilkan berbagai jenis kayu, anggur, ikan dan air berkualitas.
Selain itu, daerah Tuban juga menghasilkan banyak asam, cabe Jawa, berbagai daging, yaitu daging sapi, daging babi, daging kambing, daging rusa, dan daging ayam. Tidak hanya daging, buah-buahan juga sangat melimpah di Pelabuhan Tuban.
Advertisement