Resah Banyak Restoran Mahal, Begini Kisah Anak Mantan Presiden Buka Warung Tradisional di Bali

Ada menu tambahan yang berbeda dari warung aslinya, yakni keberadaan sambal favorit Soeharto.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Resah Banyak Restoran Mahal, Begini Kisah Anak Mantan Presiden Buka Warung Tradisional di Bali
Resah Banyak Restoran Mahal, Begini Kisah Anak Mantan Presiden Buka Warung Tradisional di Bali (Merdeka.com)
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Bali merupakan tujuan wisata favorit bagi turis lokal maupun mancanegara. Tak terkecuali bagi Titiek Soeharto. Salah satu kegiatan favorit putri Presiden Kedua RI itu ialah wisata kuliner.

Titiek mengaku resah dengan banyaknya restoran mahal di Pulau Bali. Ia pun membayangkan nasib para wisatawan yang kemampuan kantongnya pas-pasan tetapi ingin makan enak di Bali.

Atas dasar itulah, Titiek membuka Warung Kopi Klotok di Seminyak, Bali. Seperti Warung Kopi Klotok di Yogyakarta dan Cisarua, warung di Seminyak Bali ini juga menjual menu-menu makanan tradisional Jawa.

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com/YouTube Liputan6

"Saya musti buka Kopi Klotok di Bali karena kami jualannya murah. Jual sayur lodeh, telur krispi, kopi, pisang goreng yang legendaris. Di sini Rp50 ribu-Rp70 ribu sudah kenyang," ungkap Titiek, dikutip dari YouTube Liputan6, Senin (22/7/2024).

Tak hanya ingin memfasilitasi para turis dengan kemampuan finansial pas-pasan, Titiek juga memikirkan lapangan pekerjaan yang bisa diciptakan untuk warga lokal Seminyak.

"Orang-orang sekitar sini bisa kerja di sini (Kopi Klotok). Mereka kan masih banyak yang butuh kerja, jadi enggak perlu mempekerjakan orang-orang yang jauh," jelas mantan istri Prabowo Subianto ini.

Makanan Tradisional<br>
Dok. Istimewa

Titiek menjelaskan, Warung Kopi Klotok pertama kali ada di Yogyakarta. Tertarik dengan konsep warung tradisional Jawa itu, Titiek kemudian bekerja sama dengan pemilik warung di Jogja untuk membuka cabang di Cisarua, Bogor.

Ia tertarik dengan warung yang menjual menu-menu tradisional Jawa karena hal itu merupakan makanan favoritnya sejak kecil.

"Saya besar dari keluarga Jawa yang setiap hari makanannya lodeh, sayur asem, tempe, sambal. Sekarang kami jualan itu semua," ungkap Titiek.

Khusus pada warung milik Titiek di Cisarua dan Bali, ada menu tambahan yang berbeda dari warung aslinya di Jogja, yakni keberadaan sambal favorit Soeharto. Menurut Titiek, sambal favorit sang ayah ialah sambal bawang dan cabai rawit hijau mentah, lalu dicampur dengan tempe. Titiek menyebutnya sambal tempe.

Sisi Lain <br>
Dok. Istimewa

Titiek sangat mencintai budaya Indonesia. Setiap hari ia mengenakan wastra Indonesia. Bahkan, ia memiliki wastra khas seluruh daerah Indonesia.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Titiek berharap para generasi muda tidak melupakan kekayaan budaya Indonesia.

"Saya memakai wastra setiap hari supaya bisa dilihat, oh ternyata bagus. Biar jadi contoh, tidak perlu banyak kata-kata," tandas ibu satu anak ini.

Rekomendasi