Ia pun masih terus melakukan riset untuk mengembangkan bisnisnya
Perjalanan hidup yang dialami Muhammad Rizki Syarifudin dan keluarga kecilnya penuh lika-liku. Syarifudi kehilangan pekerjaannya saat ia belum lama menikah dan istrinya tengah hamil.
Advertisement
Jiwa bisnis sudah ada dalam diri Syarifudin sejak dirinya masih kuliah di Yogyakarta. Saat itu, ia bersama beberapa temannya mencoba peruntungan bisnis penggemukan domba. Sayangnya, bisnis tersebut merugi.
"Masing-masing orang rugi Rp9 juta. Saya kerja, sempat menggadaikan laptop juga, pokoknya macem-macem dilakukan untuk nutup kerugian Rp9 juta ini," ungkap Syarifudin, dikutip dari YouTube PecahTelur, Sabtu (20/7/2024).
Setelah lulus kuliah, Syarifudin sempat bekerja pada PT Gojek sebagai telemarketing. Ia menjadi salah satu korban PHK perusahaan ketika pandemi Covid-19 melanda.
Syarifudin memutuskan pulang kampung ke Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, karena tidak memungkinkan tetap tinggal di Yogyakarta saat dirinya tidak punya pekerjaan.
"Saya ajak istri pulang ke Tulungagung, yang penting istri dan si kecil aman," ungkapnya.
Kepulangan keluarga kecil Syarifudin ke kampung halaman ternyata jalan menuju pintu rezeki yang lain.
"Istri saya bikin pempek, kemudian saya bagikan ke orang-orang. Responsnya bagus. Saya coba-coba jualan online di facebook, laku," ujar Syarifudin.
Syarifudin dan istrinya lalu memulai usaha pempek rumahan.
"Saat itu belum berbentuk warung, jualannya baru pempek frozen. Hasil setahun jualan pempek frozen inilah yang dipakai untuk modal buka warung, nyicil beli meja kursi, gerobak," imbuh dia.
Advertisement
Syarifudin sempat kembali ke Yogyakarta saat dirinya mendapatkan pekerjaan baru sebagai Customer Service di Shopee Indonesia. Sayangnya, pekerjaan tersebut hanya berlangsung dua tahun. Setelah kontranya selesai, Syarifudin kembali pulang ke kampung halamannya.
Advertisement
Kepulangan kedua Syarifudin ke Tulungagung memantapkan dirinya dan sang istri untuk membuka warung pempek. Resep pempek ini merupakan kreasi sang istri yang merupakan perempuan kelahiran Palembang.
Syarifudin dan sang istri sepakat menjual pempek bercita rasa enak tapi dengan harga murah.
"Saya beli pempek di Palembang atau di Bangka itu harganya seribu dua ribu saja enak. Biasanya kalau di Jawa kan pempek yang enak harganya mahal. Nah, saya dan istri sepakat jual pempek seperti di Palembang atau Bangka, yang harganya murah tapi enak," ungkap Syarifudin, dikutip dari YouTube PecahTelur.
Advertisement