Menelisik Asal Usul Kota Malang, Dulu Warganya Menang Lawan Ribuan Pasukan Kerajaan Mataram

Nama Kota Malang tidak muncul begitu saja. Ada riwayat perjuangan warga mempertaruhkan nyawa demi kedaulatan daerah tersebut.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Menelisik Asal Usul Kota Malang, Dulu Warganya Menang Lawan Ribuan Pasukan Kerajaan Mataram
Menelisik Asal Usul Kota Malang, Dulu Warganya Menang Lawan Ribuan Pasukan Kerajaan Mataram (Merdeka.com)

Nama Kota Malang ternyata punya sejarah panjang yang selama ini tak banyak diketahui

Kota Malang dikenal luas karena keberadaan Arema, klub sepak bola legendaris dengan fans militan bernama Aremania. Di luar itu, tidak banyak yang tahu tentang asal-usul Kota Malang.

Kota Malang dikenal luas karena keberadaan Arema, klub sepak bola legendaris dengan fans militan bernama Aremania. Di luar itu, tidak banyak yang tahu tentang asal-usul Kota Malang.
Dok. Istimewa

Nama Kota

Tidak banyak orang tahu kalau Kota Malang memiliki nama lengkap Malang Kucecwara. Dua kata ini memiliki arti "Tuhan akan membantu kita menaklukan kejahatan".

Asal-usul

Asal-usul
Dok. Istimewa

Meskipun punya nama lengkap Malang Kucecwara, daerah ini lebih dikenal dengan nama "Malang" saja. Ternyata ada kisah di balik nama tersebut, sebagaimana mana dikutip dari laman resmi kebudayaan.kemdikbud.go.id.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Cerita ini berkenaan dengan Raja Mataram, Sultan Agung. Sang raja ingin menaklukan seluruh pulau Jawa dalam satu kekuasaan Kerajaan Mataram. Saat menyerang Pulau Jawa bagian timur, ia tidak langsung menyasar Surabaya sebagai pusat Jawa Timur, tetapi menaklukkan kota-kota di sekitar Surabaya, termasuk Malang.

(Foto: goodnewsfromindonesia.id)

Penyerangan

Sultan Agung mengutus 8.000 pasukan yang disebar dalam tiga kelompok yakni kelompok Jalur Lingkar Selatan, Pantura, dan jalur tengah yang dipimpin oleh Tumenggung Alap-alap.

Tumenggung Alap-alap yang memimpin jalur tengah melewati daerah Ngantang  merasa kesulitan dalam menempuh jalur tersebut.

Pasalnya, ia harus menempuh pegunungan yang terbentang dari Utara ke Selatan, menghadapi tantangan menalkukkan lima gunung (Gunung Penangguhan, Gunung Arjuno, Gunung Anjasmoro, Gunung Kawi, dan Gunung Kelud), dan melewati dua sungai besar, yaitu Sungai Metro dan Sungai Brantas.

Ketika pasukan Tumenggung Alap-alap mulai memasuki daerah Malang, langkah penyerangan mereka terhalang ribuan pohon tumbang yang menutupi jalur masuk menuju Malang. Para pasukan pun harus bersih-bersih dengan menyingkirkan pohon-pohon tersebut demi bisa melanjutkan misi menduduki Malang.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Setelah berhasil menyingkirkan pohon-pohon tumbang dan siap menduduki Malang, pasukan Kerajaan Mataram diadang pasukan Bupati Malang saat itu, Ronggosukmo.  

(Foto: Freepik master1305)

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pasukan Bupati Ronggosukmo jumlahnya lebih sedikit dari pasukan Tumenggung Alap-alap, namun berhasil mempertahankan daerahnya dari serangan pasukan Kerajaan Mataram. Semangat membara warga Malang di bawah pimpinan Bupati Ronggosukmo berhasil menumpas pasukan Kerajaan Mataram. 

(Foto: Freepik jcomp)

Sejak saat itu, daerah Malang Kucecwara lebih dikenal dengan nama Malang yang berarti penghalang atau yang menghalang-halangi.

Sejak saat itu, daerah Malang Kucecwara lebih dikenal dengan nama Malang yang berarti penghalang atau yang menghalang-halangi.
Dok. Istimewa
Rekomendasi