Kondisi Terkini usai Ledakan Petasan di Blitar, Rumah Rata Tanah Atap Masjid Jebol

Insiden ledakan terjadi di Dusun Tegalrejo, Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar menelan korban jiwa dan luka-luka. Tak hanya itu, belasan bangunan rusak, salah satunya masjid yang atapnya jebol.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Kondisi Terkini usai Ledakan Petasan di Blitar, Rumah Rata Tanah Atap Masjid Jebol
Rumah pembuat petasan di Blitar rata dengan tanah akibat ledakan bahan petasan, Senin (20/2/2023). ©2023 Merdeka.com/Instagram @infomdr

Insiden ledakan terjadi di Dusun Tegalrejo, Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur pada Minggu (20/2/2023) malam menjadi duka cita bagi masyarakat setempat. Ledakan yang diduga berasal dari bahan pembuat petasan itu menelan korban jiwa, korban luka-luka, serta menimbulkan sejumlah bangunan rusak.

Kapolres Blitar Kota Ajun Komisaris Besar Polisi Argowiyono mengatakan, ledakan yang terjadi di Dusun Tegalrejo diduga berasal dari bahan pembuatan petasan yang tersimpan di salah satu rumah warga. Meski demikian, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan tim laboratorium forensik untuk mengetahui pasti penyebab ledakan tersebut.

"Sementara dugaan awal penyebab ledakan adalah mercon (petasan), tetapi untuk memastikan, kami masih menunggu tim laboratorium forensik," ujar Argowiyono di Blitar, Senin.

Nasib Pemilik Rumah

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
     

Sebuah kiriman dibagikan oleh 𝗜𝗡𝗙𝗢 𝗠𝗔𝗗𝗨𝗥𝗔 (@infomdr)

Usai mendapatkan laporan adanya ledakan, aparat Polres Blitar Kota melakukan sterilisasi hingga 100 meter dari jarak lokasi ledakan. Selain itu, sejumlah anggota kepolisian juga berjaga-jaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Sementara itu, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) awal, diketahui satu orang meninggal dunia, yakni Darman (65) yang tidak lain merupakan pemilik rumah.

Berdasarkan keterangan dari ketua rukun tetangga dan tetangga korban, Darman tinggal di rumah tersebut bersama kedua anaknya yang bernama Aripin dan Widodo. Selain itu, saat kejadian ada saudaranya bernama Wawa yang main ke rumah tersebut.

"Korban ledakan teridentifikasi meninggal dunia adalah pemilik rumah, sementara tiga orang masih tertimbun di reruntuhan. Kemungkinan meninggal karena ditemukan potongan tubuh," ungkap Argowiyono, dikutip dari Antara.

Baca Juga 38 Masjid di Jatim Lolos Seleksi Awal Masjid Award 2026 DMI-Demasindo

Korban Luka-luka

Selain satu korban meninggal dan tiga orang masih dalam pencarian, ada delapan korban lain yang merupakan tetangga pemilik rumah mengalami luka-luka. Mayoritas mereka mengalami luka gores akibat tertimpa reruntuhan atap rumah.

Dua korban luka yakni Tri Wahyudi (27) dan Dwi Ernawati (21) yang mengalami luka ringan dan sesak napas.

Sementara korban lainnya, Bara Kartanegara, Sri Utami (50), Kabol (82), Gunawan (47), Moh Azril (3) mengalami syok dan kini masih dalam proses pemulihan.

Adapun ledakan tersebut menyebabkan beberapa bangunan rusak. Rumah pemilik pembuat petasan rata dengan tanah, selain itu ada belasan rumah di sekitar TKP yang mengalami kerusakan pada tembok hingga atap, salah satunya adalah masjid.

Video yang diunggah oleh akun Instagram @infomdr menunjukkan betapa ngerinya dampak ledakan yang diakibatkan oleh bahan petasan. Bangunan-bangunan tampak diselimuti debu dengan bagian-bagian atap yang jebol.

Baca Juga Alokasi DBHCHT Madiun 2026 Turun Drastis, Pemkab Prioritaskan Bansos
Rekomendasi