Papua adalah pulau yang wilayahnya terletak paling timur dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dan saat ini terdiri dari 28 Kabupaten dan satu kota. Wilayah Papua berbatasan secara langsung dengan negara Papua New Guinea di sebelah Timur, dengan Provinsi Papua Barat di sebelah Barat, dengan Laut Arafuru di sebelah Selatan, dan dengan Samudra Pasifik di sebelah Utara.
Papua memiliki luas wilayah sebesar 421.981 km2, hutan tertutupnya yang hijau yang dikenal dengan nama tropical rainforest wilderness area, bersanding dengan kekayaan yang ada di hutan Congo Afrika dan wilayah Amazon Amerika Selatan. Kekayaan biodiversitas yang terdapat dalam hutan-hutan Papua tersimpan dalam bentuk keanekaragaman hewan antara lain burung cenderawasih, kupu-kupu sayap burung, landak Irian, serta jenis-jenis lainnya.
Selain biodiversitas, ada juga kekayaan ekowisata, budaya, hingga kuliner yang membuat Papua menjadi semakin istimewa. Berikut informasi selengkapnya mengenai seputaran Papua yang menarik diketahui, dilansir dari berbagai sumber.
Advertisement
Wilayah Provinsi Papua terdiri dari wilayah dataran rendah, pesisir, dan pegunungan yang terdiri atas tiga deretan pegunungan yaitu: 1) Pegunungan Utara di lingkar luar, 2) deretan Pegunungan Selatan di lingkar dalam, serta 3) deretan Pegunungan Tengah yang merupakan tepi dari The Australian Continent.
Daerah pegunungan berada pada ketinggian di antara 3000-4000 dan lebih dari 4000 meter dari permukaan laut (mdpl). Wilayah tertinggi terdapat di Kabupaten Puncak Jaya dengan ketinggian 2.980 mdpl sedangkan yang paling rendah adalah Kota Jayapura dengan ketinggian rata-rata 4 mdpl.
Kelerengan yang mendominasi wilayah provinsi papua adalah lereng landai (0–8)% menempati 45,9% dan lereng sangat terjal (>40%) menempati 43,3%, yang tersebar pada wilayah Haanim, Meepago, Mamta dan Laapago.
Kondisi topografi Papua yang sangat ekstrim menyebabkan pembangunan jaringan transportasi darat sangat sulit dilakukan dan membutuhkan biaya lebih besar dibandingkan daerah lainnya di Indonesia. Termasuk juga dalam pembangunan jaringan fasilitas publik lainnya seperti listrik, air bersih, informasi dan komunikasi juga terkendala dengan kondisi topografi ini.
Mengutip dpr-papua.go.id, semuanya membutuhkan biaya besar dan sangat mahal yang tidak dapat ditangani sendiri oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Karenanya dalam hal pembangunan infrastruktur Papua, peran pemerintah pusat sangat diperlukan selama ini.
Advertisement
Papua sebelumnya bernama Irian Jaya, yang mencakup seluruh Tanah Papua bekas Nugini Belanda. Ibu kota Papua sendiri berada di Kota Jayapura, yang berbatasan langsung dengan negara Papua Nugini.
Seperti sebagian besar pulau-pulau di Pasifik Selatan lainnya, penduduk Papua berasal dari daratan Asia yang bermigrasi dengan kapal laut. Migrasi itu dimulai sejak 30.000 hingga 50.000 tahun yang lalu.
Papua dikarunia dengan keanekaragaman suku serta bahasanya masing-masing. Dilansir dari papua.go.id, kelompok suku asli di Papua terdiri dari 255 suku, yang masing-masingnya memiliki bahasa berbeda-beda. Suku-suku tersebut antara lain adalah:
- Ansus
- Amungme
- Asmat
- Ayamaru, mendiami daerah Sorong
- Bauzi
- Biak
- Dani
- Empur, mendiami daerah Kebar dan Amberbaken
- Hatam, mendiami daerah Ransiki dan Oransbari
- Iha
- Komoro
- Mee, mendiami daerah pegunungan Paniai
- Meyakh, mendiami Kota Manokwari
- Moskona, mendiami daerah Merdei
- Nafri
- Sentani, mendiami sekitar danau Sentani
- Souk, mendiami daerah Anggi dan Manyambouw
- Waropen
- Wamesa mendiami daerah sebelah selatan Teluk Wondawa (wandamen)
- Muyu
- Tobati
- Enggros
- Korowai
- Fuyu
Advertisement
Kuliner Papua memiliki cita rasa yang khas, selain itu juga merupakan pencerminan beragam budaya dan tradisi yang berasal dari hasil bumi Papua. Yang paling terkenal dari banyaknya jenis makanan khas Papua adalah papeda.
Papeda adalah makanan yang terbuat dari sagu, dan merupakan makanan khas di banyak wilayah Maluku serta Papua. Papeda berwarna putih dan bertekstur lengket menyerupai lem dengan rasa yang tawar. Papeda sendiri merupakan makanan yang kaya serat, rendah kolesterol, dan cukup bernutrisi.
Selain papeda, ulat sagu dan kue lontar adalah beberapa makanan khas Papua lainnya yang populer dan banyak disukai. Ada juga ikan bungkus, udang selingkuh, sagu lempeng, dan bagea yang menambah kekayaan daftar makanan khas Papua.