Seorang santriwati di bawah umur di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, berulang kali menjadi korban pemerkosaan guru ngajinya yang berinisial AFM (28). Mirisnya, pemerkosaan tersebut sudah terjadi hingga 20 kali.
Adapun pelaku merupakan anak dari tokoh pemilik lembaga pendidikan agama di Kabupaten Tuban yang sehari-hari menjadi tempat korban belajar mengaji.
Kasus pemerkosaan itu pertama kali terungkap saat orang tua korban khawatir dengan perubahan sikap sang buah hati.
Advertisement
Sering Menangis
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Tuban, AKP M Gananta mengungkapkan, sepulang mengaji korban sering menangis di pelukan orang tuanya.
Setiap kali ditanya apa penyebabnya, sang anak tidak berani menjawab. Orang tua korban akhirnya memeriksa sendiri ponsel anaknya.
"Dari ponsel korban, orang tuanya menemukan percakapan terkait perbuatan pelaku yang telah menyetubuhi anaknya," ungkap Gananta, dikutip dari akun Instagram @tuban.hits, Minggu (6/11/2022).
Advertisement
Ada Korban Lain
Gananta mengungkapkan, saat ini pelaku AFM telah ditangkap dan masih menjalani pemeriksaan.
"Pelaku sudah ditangkap saat berada di kebun dan saat ini masih proses penyidikan," ujarnya, Sabtu.
Adapun berdasarkan hasil penyidikan polisi, diketahui bahwa pelaku telah memperkosa dua santriwatinya selama dua tahun.
Berdasarkan hasil penyidikan petugas kepolisian, pelaku diketahui telah menyetubuhi dua orang anak "Hingga saat ini, korban persetubuhan yang mengaku ada dua anak, salah satunya disetubuhi pelaku hingga 20 kali," ungkapnya.