Kisah Mantan Atlet Peraih Medali Emas, Sempat Jadi Pemulung Kini Diangkat Pegawai

Suharto, mantan atlet balap sepeda yang sempat mengibarkan Bendera Merah Putih di tiga negara karena menjadi juara sejumlah ajang olahraga bergengsi. Di usia paruh baya, lelaki ini mengumpulkan rezeki dengan cara menjadi tukang becak hingga pemulung di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Kisah Mantan Atlet Peraih Medali Emas, Sempat Jadi Pemulung Kini Diangkat Pegawai
Suharto, mantan atlet peraih medali emas SEA Games sempat jadi tukang becak dan pemulung. ©2022 Merdeka.com/Instagram @khofifah.ip

Tak sekali dua kali, terdengar kisah kehidupan mantan atlet kenamaan Indonesia yang hidup jauh dari kata layak di usia senja. Padahal, di masa muda mereka dipuja-puja karena menjadi bintang yang mengharumkan nama bangsa.

Hal ini pula yang terjadi pada Suharto, mantan atlet balap sepeda yang sempat mengibarkan Bendera Merah Putih di tiga negara karena menjadi juara sejumlah ajang olahraga bergengsi. Masa muda Suharto pun dipenuhi gegap-gempita, ia dielu-elukan masyarakat Indonesia karena prestasinya.

Namun, setelah pensiun dari dunia atlet, kehidupannya berubah drastis. Di usia paruh baya, lelaki ini mengumpulkan rezeki dengan cara menjadi tukang becak hingga pemulung di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
     

Sebuah kiriman dibagikan oleh khofifah indar parawansa (@khofifah.ip)

Momentum Ramadan 2022 menjadi keberkahan bagi Suharto. Dia bertemu Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat yang bersangkutan tengah membagikan sembako di Kabupaten Gresik.

“Dua hari sebelum lebaran Idulfitri Mei lalu saya keliling daerah. Sampai di Gresik sudah saat buka puasa. Saya berbagi makanan berbuka sembari bagi sembako untuk penarik becak,” ungkap Khofifah melalui akun Instagram pribadinya @khofifah.ip, Selasa (18/10/2022).

Saat itulah, sosok Suharto mencuri perhatian Gubernur Jatim. Dia mengangkat tangan dan bersuara lantang menyatakan bahwa dirinya pernah meraih medali emas pada SEA Games.

“Saat itu beliau penarik becak merangkap pemulung,” imbuh gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu.

Rupanya selain meraih medali emas pada SEA Games, Suharto juga pernah menyabet medali perak pada olimpiade balap sepeda di Thailand dan medali perunggu pada olimpiade balap sepeda di China.

Mendengar pengisahan Suharto, Gubernur Khofifah pun berinisiatif meminta nomor ponsel Suharto untuk koordinasi lebih lanjut.

“Saat saya tanya nomor HP untuk kordinasi, beliau tidak punya HP. Maka saya tanya alamatnya,” lanjut mantan Menteri Sosial RI itu.

Baca Juga Kebakaran Lahan TPA Pakusari Jember Diduga Akibat Puntung Rokok

Setelah bertemu Gubernur Khofifah pada momentum pembagian sembako yang bertepatan dengan buka puasa, keesokan harinya Kepala Badan Pendapatan (Bapenda) Jawa Timur menemui Suharto. Kedatangan Kepala Bapenda Gresik bertujuan untuk mengajak Suharto menjadi pegawai Bapenda di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Gresik.

Gubernur Jawa Timur kembali bertemu Suharto saat peresmian kantor bersama Samsat Gresik. Pada kesempatan tersebut, Suharto sempat menceritakan momen pertemuannya dengan Khofifah setengah tahun lalu.

“Ketemu Ibu Gubernur, terus sama Ibu Gubernur diberikan pekerjaan di Bapenda. Sebelumnya saya mbecak, jadi pemulung cari-cari rongsokan di jalan-jalan,” ungkap Suharto.

Baca Juga DPUPR Kota Madiun Genjot Pemeliharaan 29 Ruas Jalan, Anggaran Rp15,56 Miliar Siap Digunakan
Rekomendasi