Pertahankan Resep Turun-temurun, UMKM Madumongso di Kediri Kebanjiran Pesanan

Seorang pemilik UMKM madumongso di Kabupaten Kediri terus mengebut produksi di tengah bulan Ramadan dan menyambut Lebaran 2022. Salah satu kunci kesuksesan bisnisnya ialah mempertahankan resep turun-temurun. Ini fakta selengkapnya.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Pertahankan Resep Turun-temurun, UMKM Madumongso di Kediri Kebanjiran Pesanan
Ilustrasi jajanan tradisional madumongso. ©2022 Merdeka.com/Instagram @madumongso_bubinti

Momentum Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2022, para pemilik Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) madumongso di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, kebanjiran pesanan. Mereka pun menambah kuantitas produksi karena permintaan pasar meningkat drastis.

Binti Solikhah, pemilik UMKM madumongso di Desa Jatirejo, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, mengaku saat ini pihaknya terus mengebut pengolahan jajanan madumongso.

"Saat ini sudah lebih dari 1 kuintal madumongso. Kalau hari-hari biasa kurang dari itu," ungkap Binti Solekah pemilik UMKM madumongso di Kediri, Kamis (7/4).

 
 
 
View this post on Instagram
     

A post shared by Madumongso_BuBinti (@madumongso_bubinti)

Binti mengaku tetap mempertahankan resep turun-temurun untuk memproduksi madumongso. Ia mencampur ketan hitam dan ketan putih agar madumongso yang dihasilkan berkualitas bagus.

Dalam proses pembuatannya, ketan dibersihkan untuk kemudian dikukus. Setelah matang, ketan dibuat menjadi tapai. Beberapa hari kemudian, tapai ketan itu baru bisa diolah.

Ketan yang sudah menjadi tapai dicampur dengan santan dan gula, lalu di masak hingga matang. Setelah masak, madumongso itu dituang ke dalam Loyang untuk menunggu dingin, baru kemudian siap dibungkus.

Baca Juga Kebakaran Lahan TPA Pakusari Jember Diduga Akibat Puntung Rokok

Perempuan pemilik UMKM itu mengaku menjual jajanan madumongso dengan harga terjangkau. Madumongso yang terbuat dari ketan putih dibanderol seharga Rp60 ribu per kilogram, sementara madumongso yang berbahan dasar ketan hitam dijual seharga Rp70 ribu per kilogram. Jajanan madumongso yang bungkusnya warna-warni dibanderol seharga Rp85 ribu per kilogram.

Binti mengungkapkan bahwasanya bisnis jajanan berbahan dasar ketan yang ia geluti itu berawal dari ketidaksengajaan. Saat bepergian ziarah wali, ia selalu melihat keberadaan jajanan mirip dodol yang laris diserbu pembeli.

Ia kemudian membicarakan jajajan tersebut dengan sang anak. Dari obrolan tersebut, anaknya mendorong Binti untuk mencoba peruntungan membuka usaha jajanan madumongso. Kini, sudah tiga tahun ia menggeluti usaha tersebut.

Baca Juga DPUPR Kota Madiun Genjot Pemeliharaan 29 Ruas Jalan, Anggaran Rp15,56 Miliar Siap Digunakan

Binti memulai usahanya dengan melakukan uji coba pasar. Rupanya jajanan madumongso yang diberi merek “Madumongso Bu Binti” itu mendapat sambutan positif.

Jajanan madumongso pun menjadi produk utama yang ia produksi. Pilihan ini mempertimbangkan masa kedaluwarsa madumongso yang relatif lebih lama dibanding jajan berbahan dasar ketan lainnya.

Setelah produk madumongsonya diminati banyak konsumen, Binti merambah olahan jajanan berbahan dasar ketan lainnya, seperti jenang, wajik, jadah dan lain sebagainya.

Terus Berkembang

Pada tahun ketiga ini, usaha jajanan berbahan dasar ketan yang digeluti Binti terus berkembang. Ia tidak hanya memasarkan produknya di daerah Kediri tetapi juga ke berbagai daerah di Jawa Timur hingga luar Pulau Jawa.

Saat Ramadan seperti sekarang, pekerja yang membantunya mencapai 20 orang. Jumlah ini lebih banyak dibanding hari-hari biasa.

Biasanya, sepekan sebelum lebaran, ia juga akan menambah lagi jumlah pekerja. Kali ini pekerja yang direkrut mayoritas laki-laki karena tugasnya membuat jenang sawah.

"Jenang itu satu pekan masa kedaluwarsanya, jadi membuatnya mendekati Lebaran,” teranng Binti, dikutip dari Antara.

Pada Lebaran 2020 ia pertama kali memproduksi jenang kawah dan berhasil menjual hingga 1 ton. Kemudian, pada Lebaran 2021 jenang kawah yang berhasil dijual mencapai 2 ton. Kali ini, ia pun berharap bisa menjual lebih banyak jenang kawah yang diproduksi UMKM-nya.

Baca Juga Gubernur Khofifah Raih Penghargaan Persagi atas Percepatan Penurunan Stunting Jawa Timur
      View this post on Instagram      

A post shared by Madumongso_BuBinti (@madumongso_bubinti)

Binti optimis usahanya bakal terus berjalan. Pasalnya madumongso adalah jajanan tradisional yang dicari setiap waktu, tidak hanya menjadi suguhan Lebaran atau camilan pada acara pesta pernikahan.

Selaras dengan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri terus mendukung UMKM untuk berkarya. Momentum Ramadan dan menyambut Lebaran 2022 menjadi salah satu kesempatan yang baik bagi mereka untuk mengembangkan usaha.

"Kami tentunya mendukung UMKM terus produktif," tandas Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih.

Baca Juga Segoro Topeng Kaliwungu Lumajang: Lestarikan Budaya dan Perkuat Wisata Nasional
Rekomendasi