Kisah Pilu Remaja Sidoarjo Diperkosa Ayah Tiri, Ceritanya Sempat Tak Dipercaya Ibu

Alina (15), bukan nama sebenarnya, remaja di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menjadi korban pemerkosaan ayah tirinya yang berinisial MWS (40). Saat menceritakan apa yang ia alami, ibunya sempat tidak percaya.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Kisah Pilu Remaja Sidoarjo Diperkosa Ayah Tiri, Ceritanya Sempat Tak Dipercaya Ibu
Ilustrasi. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock

Alina (15), bukan nama sebenarnya, remaja di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menjadi korban pemerkosaan ayah tirinya yang berinisial MWS (40).

MWS melakukan aksi bejatnya sebanyak empat kali. Setiap kali hendak beraksi, ia menggunakan modus yang berbeda-beda. Salah satunya dengan memanfaatkan kegemaran korban bermain gitar.

Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro menjelaskan, aksi pertama MWS dilakukan saat sedang mengajarkan korban cara bermain gitar. Kejadian itu berlangsung pada Agustus 2020.

"Pertama dilakukan tersangka saat sedang mengajarkan cara main gitar kepada korban. Saat itu tersangka sengaja memegang kemaluan korban,” terang Kusumo saat konferensi pers di Mapolresta Sidoarjo, Senin (17/1/2022).

Kronologi

Sebulan kemudian, pada September 2020 pelaku kembali melancarkan aksinya dengan memanfaatkan situasi saat korban dimarahi ibunya.

Saat itu, korban masuk ke kamar untuk menenangkan diri. Pelaku lantas ikut masuk ke kamar korban.

"Korban kemudian lari masuk ke dalam kamar. Saat korban menangis, tiba-tiba pelaku datang dan langsung menciumi pipi serta memeluk korban," lanjut Kusumo, dikutip dari akun Instagram @beritaseputarsidoarjo, Selasa (19/1/2022).

Korban ketakutan dan tidak bisa melawan. Pasalnya, pelaku juga mengancam korban.

Aksi Pelaku Berlanjut

 
 
 
View this post on Instagram
     

A post shared by Berita Seputar Sidoarjo (@beritaseputarsidoarjo)

Pada akhir Oktober 2020, pelaku kembali melancarkan aksi bejatnya. Saat itu, korban berada di ruang tamu dan rebahan di sofa. Tiba-tiba pelaku datang dan langsung menindih korban.

Pelaku memasukkan tangan ke dalam baju korban. Saat melancarkan aksi bejatnya, ia juga mengancam korban agar tidak memberitahu aksinya ke ibu korban.

Aksi keempat pelaku terjadi pada akhir Desember 2020 dengan modus memberi kado ulang tahun untuk korban. Pelaku sengaja masuk ke kamar korban dengan membawa kado ulang tahun.

"Ternyata kado itu hanya sebagai modus dia, setelah ada di dalam kamar anaknya, tersangka memeluk korban sambil berkata kangen,” ungkap Kusumo.

Baca Juga Ratusan Ribu Jamaah Selawat Nariyah Padati Haul Masyayikh Situbondo, Doakan Bangsa Lebih Baik

Ibu Sempat Tak Percaya

Korban yang risih dengan tingkah laku ayah tirinya kemudian memberanikan diri bercerita pada sang ibu. Tapi, sang ibu tidak percaya dengan apa yang diceritakan anaknya.

Korban akhirnya memilih pergi ke rumah bibinya untuk menceritakan apa yang ia alami. Setelah mendengar kesaksian bibi korban, sang ibu akhirnya percaya dengan cerita korban.

Sang ibu kaget dan kalut dengan tingkah laku suaminya. Ia akhirnya melaporkan suaminya ke pihak berwajib.

“Nah, setelah cerita ke kerabatnya, sang ibu baru percaya dan akhirnya melaporkan suaminya,” pungkas Kusumo.

Baca Juga Progres Sensus Ekonomi Tulungagung Capai 45 Persen, BPS Targetkan 506 Ribu KK
Halaman Berikutnya Usai Video Polisi Merokok Viral, Pelat Nomor Vespa Istri Diselidiki Polresta Tuban
Rekomendasi