Unggah Video Emak-Emak Lihai Lalui Jalur Zig-Zag Ujian SIM, Khofifah Banjir Komentar

Sebuah video menunjukkan seorang perempuan tengah menjalani ujian praktik kendaraan bermotor untuk mendapatkan SIM C. Perempuan berjilbab yang mengenakan gamis itu tampak lihai melalui jalur zig-zag.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Unggah Video Emak-Emak Lihai Lalui Jalur Zig-Zag Ujian SIM, Khofifah Banjir Komentar
Emak-emak lihat lalui jalur zig-zag ujian praktik untuk mendapat SIM C. ©2021 Merdeka.com/Instagram @khofifah.ip

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengunggah sebuah video yang menunjukkan seorang perempuan tengah menjalani ujian praktik kendaraan bermotor untuk mendapatkan SIM C melalui akun Instagram pribadinya @khofifah.ip, Jumat (24/12).

Dalam video tersebut, tampak seorang perempuan berjilbab dan mengenakan gamis lihai melalui jalur zig-zag yang dibuat oleh aparat kepolisian lalu lintas.

Tidak hanya itu, perempuan tersebut juga tak tampak kesulitan saat melalui jalur melingkar dan beberapa jalur lain yang selama ini dianggap menjadi penyebab banyak orang tidak lulus ujian praktik untuk mendapatkan SIM C.

“Yang sudah berulang kali datang ke Polres untuk dapat SIM, masa kalah sama ibu-ibu yang satu ini? Saya punya triknya. Gunakan gigi 2, tetap fokus, dan sing penting yakin,” tulis Khofifah dalam keterangan yang menyertai unggahan video tersebut.

Komentar Warganet

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
     

Sebuah kiriman dibagikan oleh khofifah indar parawansa (@khofifah.ip)

Unggahan video orang nomor satu di Pemerintah Provinsi Jawa Timur itu sontak ramai dikomentari warganet. Mereka menulis komentar beragam. Namun, banyak di antara mereka yang menyatakan keberatannya terkait ujian praktik SIM C.

“Ujian SIM di Indonesia kayak mau jadi pembalap, bu. Susah banget, kalo dibikin sesuai lapangannya pasti semua penduduk di bumi ini punya SIM, bu,” tulis pemilik akun Instagram @litlle_lo.

“Kita masih diharuskan belajar ketangkasan ya bu, bukan patuh sama rambu-rambu lalin... Makanya di jalan lebih banyak yang jago nyelip dan ngegas pas lampu kuning menuju merah,” komentar @iftaul.

“Bu ini bukan ujian SIM. Ini ujian sirkus tong edan di desa-desa niku lho bu,” tulis pemilik akun Instagram @oscaronly_dr.

“Tesnya kurang komplit bu, harusnya ada medan aspal rusak, aspal bolong, dan aspal bergelombang, jadi pengendara dilatih bagaimana caranya bisa menghadapi hal tersebut yang sehari-hari kita hadapi di Provinsi Jawa Timur. Sudah dibetulkan nggak lama bolong lagi, sudah dibetulkan nggak lama bergelombang lagi, hebat aspalnya,” tulis @beathyung.

“Hi bu.. saya sedang ikut sekolah stir mobil di Jepang, kebetulan tinggal disini. Ternyata test untuk mendapatkan SIM mobil-motor di Jepang bukan cuma test muter2 dengan kendaraan. Tapi ada psikotes, ada tes pengetahuan umum (rambu2 dan aturan lalu lintas) dan terakhir baru tes mengendarai (dimulai dari cara masuk kedalam mobil dan atau start menyalakan kendaraan). Test mengendarainya lebih fokus pada semua rambu yang ada di jalanan, apakah dipatuhi atau tidak. Semua detail. Terbukti lalu lintas di Jepang cukup rapih. Semoga bisa jadi bahan pertimbangan ya. Terima kasih,” komentar @septirahmawaw_.

Baca Juga DPRD Maluku Soroti Kebutuhan Anggaran Program Garuda Transformasi di SMA Siwalima Ambon
Halaman Berikutnya Menteri LH Sebut Jatim Peringkat 1 Nasional Kelola Lingkungan dan Sampah
Rekomendasi