Doa istikharah biasanya dipanjatkan setelah seseorang menunaikan salat istikharah. Salat istikharah sendiri adalah salah satu salat sunnah yang bertujuan untuk memohon petunjuk Allah SWT. Salat ini terutama dilaksanakan saat Anda sedang berhadapan dengan pilihan-pilihan berat dan meragukan. Salat istikharah akan membantu Anda mengambil keputusan atas pilihan-pilihan tersebut.
Dengan melakukan membaca doa istikharah dan salatnya, setiap umat Islam diharapkan mampu mendapatkan jawaban dan menentukan pilihan yang tentunya tetap atas petunjuk Allah SWT. Hal-hal yang membutuhkan salat istikharah biasanya berkaitan dengan berbagai pilihan hidup seperti jodoh, pekerjaan, pemilihan studi, dan lain-lain.
Baca juga: Tata Cara Doa Sholat Istikharah Dan Artinya
Salat istikharah sendiri pelaksanaannya hampir sama dengan salat-salat sunnah pada umumnya. Yang membedakan tentu hanya bacaan niat dan doa istikharah yang dipanjatkan.
Panduan melaksanakan salat istikharah telah diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW. Dilansir dari Liputan6.com, berikut doa istikharah selengkapnya.
Advertisement
Waktu Pelaksanaan dan Niat Salat Istikharah
Pada dasarnya, salat istikharah dapat dilakukan kapan saja, siang atau malam. Tidak ada batasan tertentu dalam waktu pelaksanaannya. Meski demikian, tidak dianjurkan untuk melaksanakannya setelah salat subuh sampai matahari meninggi dan sesudah salat asar sampai matahari tenggelam.
Meski dapat dilakukan siang atau malam, salat istikharah sangat dianjurkan untuk dilakukan pada waktu sepertiga malam seperti salat tahajud. Ada tiga waktu yang disunahkan di antaranya adalah:
- Sepertiga malam pertama, dimulai setelah salat isya sampai pukul 10.30.
- Sepertiga malam kedua, dimulai pukul 10.30 hingga 01.30.
- Sepertiga malam terakhir, dimulai pukul 01.30 hingga sebelum memasuki subuh.
Seperti salat pada umumnya, salat istikharah diawali dengan membaca niat yang dapat diucapkan dalam hati. Berikut niat salat istikharah:
أصلى سنة الإستخارة ركعتين لله تعالى
"Ussholli sunnatan istikhoroti rak’ataini lillahi ta’ala."
Artinya: Saya berniat sholat sunnah istikharah dua rakaat karena Allah Ta’ala
Advertisement
Tata Cara Salat Istikharah
Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq menjelaskan bahwa salat istikharah boleh berupa salat sunah apa saja. Baik salat sunah rawatib, salat sunah tahiyatul masjid, maupun salat sunah lainnya.
Menurut Syaikh Wahbah disunnahkan membaca surat Al Kafirun setelah membaca surat Al Fatihah pada rakaat pertama. Setelah itu membaca surat Al Ikhlas setelah membaca surat Al Fatihah pada rakaat kedua. Berikut tata cara sholat istikharah:
- Niat
- Takbiratul ihram, diikuti dengan doa iftitah
- Membaca surat Al Fatihah
- Membaca surat dari Alquran, diutamakan Surat Al Kafirun
- Ruku’ dengan tuma’ninah
- I’tidal dengan tuma’ninah
- Sujud dengan tuma’ninah
- Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
- Sujud kedua dengan tuma’ninah
- Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
- Membaca surat Al Fatihah
- Membaca surat dari Alquran, diutamakan Surat Al Ikhlas
- Ruku’ dengan tuma’ninah
- I’tidal dengan tuma’ninah
- Sujud dengan tuma’ninah
- Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
- Sujud kedua dengan tuma’ninah
- Tahiyat akhir dengan tuma’ninah
- Salam
Advertisement
Bacaan Doa Istikharah
Dalam rangkaian salat istikharah, hal yang yang paling istimewa terdapat pada doa istikharah yang dipanjatkan usai salat. Rasulullah dalam sebuah hadits riwayat Jabir Ibn Abdillah ra bersabda: "Jika diantara kalian hendak melakukan perkara/urusan, maka rukuklah (shalatlah) dua rakaat dari selain fardhu. Kemudian berdoa: 'Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepadaMu dengan ilmu pengetahuanMu dan aku mohon kekuasaanMu (untuk mengatasi persoalan) dengan kekuasaanMu. Aku mohon kepadamu sesuatu dari anugerahMu yang maha agung." (HR. Bukhari)
Setelah salam, dianjurkan untuk membaca doa istikharah sebagai berikut:
"Allahumma inni astakhiruka bi 'ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta'lamu wa laa a'lamu, wa anta 'allaamul ghuyub.
Allahumma fa-in kunta ta'lamu hadzal amro (menyebutkan persoalannya) khoiron lii fii 'aajili amrii wa aajilih (aw fii diinii wa ma'aasyi wa 'aqibati amrii) faqdur lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi.
Allahumma in kunta ta'lamu annahu syarrun lii fii diini wa ma'aasyi wa ‘aqibati amrii (fii 'aajili amri wa aajilih) fash-rifnii 'anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bih."
Artinya:
"Ya Allah, sesungguhnya, aku memohon kebaikan kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kemampuan kepada-Mu dengan kekuasaan-Mu dan aku memohon kepada-Mu dari anugerah-Mu yang Agung. Sesungguhnya, Engkau Mahakuasa sedang aku tidak kuasa, Engkau Mahatahu sedang aku tidak mengetahui, Engkaulah Dzat yang Maha Mengetahui perkara yang gaib.
Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (menyebutkan persoalannya) adalah baik bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akhir urusanku, maka tentukanlah untukku, mudahkanlah jalannya dan berkahilah aku di dalamnya.
Dan apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini adalah buruk bagiku dalam agamaku, kehidupanku dan akhir urusanku, maka jauhkanlah ia dariku dan jauhkanlah diriku darinya, tentukanlah untukku apa pun yang terbaik, kemudian jadikanlah aku rida dengannya."