Ditolak Puskesmas di Bojonegoro saat Hendak Periksa Gigi, Tindakan Pasien Tuai Pujian

Puskesmas Ngumpakdalem di Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menolak seorang pasien yang hendak mengakses layanan kesehatan. Pasien tersebut kemudian melakukan tindakan ini.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Ditolak Puskesmas di Bojonegoro saat Hendak Periksa Gigi, Tindakan Pasien Tuai Pujian
Puskesmas Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro. ©2021 Merdeka.com/Dok. Frengky Hariyanto

Seorang warganet bernama Nur Kholis menceritakan pengalamannya ditolak sebuah puskesmas di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, saat hendak mengakses layanan kesehatan. Ia menceritakan pengalamannya di dinding Facebook MEDIA BOJONEGORO.

"Hari Sabtu tanggal 13 November 2021 sekitar pukul 08.30 WIB, saya datang ke Puskesmas Ngumpakdalem Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. Saya mau periksa gigi karena merasa ada yang bolong," tulis Nur Kholis, mengutip dari akun Instagram @bojonegoromatoh_, Selasa (16/11/2021).

Nur Kholis kemudian melakukan pendaftaran di loket dan mendapat respons tak enak dari petugas.

Kronologi Kejadian

Petugas loket pendaftaran menanyakan kepentingan Nur Kholis, apakah ia hendak mencabut atau menambal giginya. Nur Kholis menyatakan akan menunggu diagnosa dokter.

Setelah itu, petugas loket menuturkan bahwa pasien tidak dapat mengakses layanan kesehatan di Puskesmas Ngumpakdalem. Alasannya, BPJS pasien menunjukkan yang bersangkutan terdaftar pada faskes di Lamongan.

"Bukannya bisa dilayani maksimal 3x ya di faskes yang berbeda jika pakai BPJS, atau saya jadi pasien umum saja bayar sesuai Perda restribusi pelayanan puskesmas di Kabupaten Bojonegoro yaitu Rp5.000," lanjut Nur Kholis.

Menanggapi itu, petugas loket menegaskan bahwa puskesmas tidak menerima pembayaran. Bahkan, petugas tersebut menyarankan pasien untuk periksa ke klinik atau dokter swasta.

"Katanya SOP puskesmas nggak menerima pembayaran, SOP yang mana? Padahal Perda Kabupaten Bojonegoro sudah sangat jelas," imbuh Nur Kholis

Sampaikan Pengaduan

"Jadi intinya saya ditolak untuk periksa di Puskesmas Ngumpakdalem, lalu saya pergi meninggalkan puskesmas tersebut," tutur pasien Nur Kholis.

Ia kemudian menuju Puskesmas Tanjungharjo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro. Beruntung, di sana ia mendapatkan pelayanan yang baik dengan BPJS. Selain itu, dokter di faskes tersebut juga ramah. Nur Kholis memberikan apresiasi terhadap mutu pelayanan Puskesmas Tanjungharjo.

Sementara itu, ia juga menyampaikan keluhan dan pengaduan terkait kualitas layanan Puskesmas Ngumpakdalem melalui laman lapor.go.id dan customer care BPJS Kesehatan.

"Mohon untuk pihak terkait agar ditindaklanjuti keluhan saya ini, semoga petugas yang menolak pasien bisa mendapat sanksi," harap Nur Kholis.

Tuai Pujian

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
     

Sebuah kiriman dibagikan oleh BOJONEGORO MATOH Ⓜ (@bojonegoromatoh_)

Cerita Nur Kholis ditolak Puskesmas Ngumpakdalem itu dibagikan ulang oleh akun Instagram @bojonegoromatoh_. Unggahan tersebut sontak ramai dikomentari warganet.

Salah satu di antara mereka menambahkan, sudah ada beberapa komplain terkait pelayanan Puskesmas Ngumpakdalem. Namun, imbuh dia, tak kunjung ada perbaikan.

"Sorry to say, memang di Puskesmas NgumpakDalem dari dulu agak mengecewakan pelayanannya. Sudah ada komplain beberapa kali tapi kok tetep gitu," komentar @maharaniherm.

"Contoh peserta yang baik, paham akan hak dan punya input bagus untuk faskes yang pelayanannya kurang," tulis akun Instagram @priyaanantama.

"Sikat terus oknum-oknum seperti itu," komentar pemilik akun Instagram bernama @nova_nasution10.

Baca Juga Wamendagri Ribka Haluk Dorong Provinsi Jatim Perkuat Sinkronisasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Halaman Berikutnya Menteri LH Sebut Jatim Peringkat 1 Nasional Kelola Lingkungan dan Sampah
Rekomendasi