6 Penyebab Bulu Kucing Rontok dan Cara Mengatasinya, Rawat Peliharaan dengan Baik

Rontoknya bulu kucing peliharaan adalah hal yang lumrah. Namun, jika kucing Anda muai mengalami kerontokan berlebih yang tak biasa, sebaiknya Anda segera mencari tahu penyebab dan cara mengatasinya. Berikut ini adalah ulasan selengkapnya mengenai penyebab bulu kucing rontok yang perlu Anda ketahui.

Edelweis Lararenjana
Oleh Edelweis Lararenjana - Reporter
6 Penyebab Bulu Kucing Rontok dan Cara Mengatasinya, Rawat Peliharaan dengan Baik
Ilustrasi kucing. ©Pexels

Rontoknya bulu kucing peliharaan adalah hal yang lumrah. Namun, jika kucing Anda mulai mengalami kerontokan berlebih yang tak biasa, sebaiknya Anda segera mencari tahu penyebab dan cara mengatasinya. Karena, bisa jadi kucing Anda sedang terserang jamur atau penyakit kulit sejenis.

Terdapat beberapa alasan dan penyebab bulu kucing rontok. Salah satunya karena alergi kulit, yang dapat menyebabkan kerontokan. Parasit yang menyebabkan kudis, dan masalah jamur seperti kurap, juga merupakan penyebab bulu kucing rontok yang cukup umum, terutama pada kucing yang lebih muda atau mereka yang memiliki masalah kesehatan lainnya.

Gangguan saraf juga dapat menjadi penyebab bulu kucing rontok. Ketidakseimbangan hormon, khususnya terlalu banyak tiroid atau peningkatan kadar steroid dalam tubuh, dapat menyebabkan kerontokan bulu kucing. Faktor lain yang kurang umum adalah faktor keturunan.

Berikut ini adalah ulasan selengkapnya mengenai penyebab bulu kucing rontok yang perlu Anda ketahui, dilansir dari petmd.com dan catster.com.

1. Penyakit Kulit

Penyebab bulu kucing rontok yang pertama adalah kondisi kulit kucing yang kemungkinan berpenyakit. Ada kemungkinan kucing Anda mengalami infeksi seperti kurap kucing (infeksi jamur), infestasi parasit seperti tungau atau kutu, atau kondisi kulit kucing lain yang disebabkan oleh alergi.

Karena semua ini akan mengiritasi kulit, kucing Akan terus-menerus menggaruk tubuhnya hingga menyebabkan kerontokan. Dengan grooming berlebihan atau rasa gatal, kucing dapat membuat diri mereka botak dan juga menelan bulu-bulunya sendiri saat mereka menjilat tubuh. 

2. Hormon Kucing

Penyebab bulu kucing rontok yang kedua adalah karena hormon. Pada kucing, kebotakan dan kerontokan bulu juga bisa disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon. Hormon tertentu bertanggung jawab atas pertumbuhan rambut kucing dan pada gilirannya dapat menjadi alasan kerontokan bulu kucing.

Ketika ada kelebihan atau kekurangan hormon ini, rambut rontok bisa terjadi. Anda mungkin juga akan menemukan bahwa kucing yang hamil atau menyusui biasanya kehilangan banyak bulu karena perubahan hormon mereka selama waktu ini. Tetapi, jangan terlalu khawatir karena bulu pada akhirnya akan tumbuh kembali seiring waktu.

3. Kesehatan Umum yang Kurang Baik

Penyebab bulu kucing rontok yang ketiga adalah kesehatan umum yang kurang baik. Pola makan yang tidak sehat, kesehatan yang buruk, atau penyakit yang tidak terdeteksi dapat menjadi penyebab bulu kucing rontok.

Karena ini semua adalah alasan yang cukup luas, penting untuk mengunjungi dokter hewan untuk mengidentifikasi penyebab yang mendasarinya. Beberapa penyebab bulu kucing rontok juga dapat menyerang manusia dan menular.

Meskipun tidak biasa, ada baiknya membuat janji dengan dokter hewan Anda sesegera mungkin untuk menghindari hewan peliharaan sekaligus Anda terserang sesuatu yang merugikan.

4. Infeksi

Penyebab bulu kucing rontok yang ke empat adalah infeksi. Meski ini bukanlah penyebab bulu kucing rontok yang umum, namun ini memang bisa terjadi.

Kucing dengan kondisi infeksi seperti infeksi staph dan infeksi jamur seperti kurap dapat kehilangan rambut di daerah yang terkena.

5. Gangguan Endokrin

Penyebab bulu kucing rontok yang kelima adalah karena gangguan endokrin. Seekor kucing akan merontokkan bulu-bulunya apabila memiliki hipertiroidisme atau tiroid yang terlalu aktif, yang menyebabkan penurunan berat badan dan gejala lainnya.

Di samping tiroid, jika kucing memiliki ketidakseimbangan hormon dan peningkatan kadar steroid dalam tubuh, folikel rambut juga bisa mati; dan dengan kadar hormon abnormal, bulu yang baru mungkin tidak tumbuh kembali. Misalnya, penyakit Cushing, gangguan metabolisme yang menghasilkan terlalu banyak kortisol, dapat menyebabkan alopecia pada kucing.

6. Kanker

Penyebab bulu kucing rontok yang paling jarang terjadi namun ada kemungkinannya adalah kanker. Untungnya, kanker jarang menjadi alasan bulu kucing rontok; karena kemungkinan besar kerontokan rambut kucing memiliki penyebab yang tidak terlalu serius.

Tetapi, neoplasia atau istilah untuk pertumbuhan abnormal yang disebabkan oleh pembelahan sel yang tidak terkendali, dapat menyebabkan kerontokan rambut pada kucing.

Kondisi serius lain yang terjadi akibat kanker adalah paraneoplastic alopecia, yaitu kerontokan rambut yang berhubungan dengan gatal dan kulit lembap. Namun kondisi yang serius ini jarang terjadi.

Cara Mengatasi Bulu Kucing Rontok

Penyebab bulu kucing rontok yang paling mudah diobati adalah kutu. Dokter hewan biasanya akan meresepkan metode resep obat kutu yang efektif dan merekomendasikan produk untuk membersihkan rumah.

Namun jika bulu rontok pada kucing disebabkan oleh kelainan kulit (misalnya, erosi kulit), ketidakseimbangan tiroid, atau ketidakseimbangan hormon lainnya, ada obat kucing dan perawatan topikal yang tersedia.

Jika kerontokan bulu kucing disebabkan oleh masalah perilaku, dokter hewan mungkin akan meresepkan obat kecemasan untuk kucing. Mengobati masalah yang mendasarinya dapat mencegah kerontokan lebih lanjut.

Selain memberikan obat yang tepat, Anda juga harus mengamati kondisi kucing untuk memastikannya tidak menjadi lebih buruk. Perawatan lanjutan dengan dokter hewan akan sangat penting untuk menjaga kesehatan kulit kucing Anda.

Jaga kucing dengan cara memberinya obat kutu yang efektif untuk mencegah infestasi parasit yang dapat menyebabkan kerontokan bulu. Sediakan mainan kucing dan waktu bermain untuk kucing Anda agar mentalnya tetap terstimulasi dan untuk menghindari kerontokan bulu akibat gangguan saraf.

Rekomendasi