Mengenal Jenis Protein dan Fungsinya bagi Tubuh, Jaga Terus Asupannya

Protein melakukan sebagian besar pekerjaan di dalam sel dan dibutuhkan untuk struktur, fungsi, dan regulasi jaringan dan organ tubuh. Sementara itu, protein sendiri terdiri dari beberapa jenis yang perlu diketahui.

Edelweis Lararenjana
Oleh Edelweis Lararenjana - Reporter
Mengenal Jenis Protein dan Fungsinya bagi Tubuh, Jaga Terus Asupannya
ilustrasi lean protein. ©2012 Merdeka.com

Protein memberi tubuh energi dan penting untuk membangun massa otot. Protein adalah makronutrien bersamaan dengan karbohidrat dan lemak. Protein melakukan sebagian besar pekerjaan di dalam sel dan dibutuhkan untuk struktur, fungsi, dan regulasi jaringan dan organ tubuh.

Protein terdiri dari ratusan atau ribuan unit yang lebih kecil yang disebut asam amino, yang terikat satu sama lain dalam rantai panjang. Ada 20 jenis asam amino yang dapat digabungkan untuk membuat protein.

Urutan asam amino menentukan struktur 3 dimensi unik setiap protein dan fungsi spesifiknya. Asam amino dikodekan oleh kombinasi tiga blok pembangun DNA (nukleotida), ditentukan oleh urutan gen.

Meskipun belum mungkin untuk menjelaskan semua fungsi protein dari urutan asam aminonya, korelasi yang mapan antara struktur dan fungsi dapat dikaitkan dengan sifat-sifat asam amino yang menyusun protein.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, Anda harus memperoleh 10 hingga 25% kebutuhan kalori harian dari protein. Sementara itu, protein sendiri terdiri dari beberapa jenis yang perlu diketahui. Dilansir dari medlineplus.gov dan mealpro.net, ini dia pengertian dari 8 jenis protein yang harus diketahui.

1. Protein Hormon

Jenis protein yang pertama adalah protein hormon. Hormon adalah bahan kimia berbasis protein yang disekresikan oleh sel-sel kelenjar endokrin.

Hormon biasanya diangkut melalui darah dan bertindak sebagai pembawa pesan kimiawi yang mengirimkan sinyal dari satu sel ke sel lainnya.

Setiap hormon memengaruhi sel-sel tertentu di tubuh, yang dikenal sebagai sel target. Sel-sel semacam itu memiliki reseptor spesifik tempat hormon menempel untuk mengirimkan sinyal. Contoh protein hormonal adalah insulin, yang disekresikan oleh pankreas untuk mengatur kadar gula darah dalam tubuh.

2. Protein Enzimatis

Jenis protein yang kedua adalah protein enzimatis. Protein enzimatis mempercepat proses metabolisme dalam sel, termasuk fungsi hati, pencernaan perut, pembekuan darah, dan mengubah glikogen menjadi glukosa.

Contohnya adalah enzim pencernaan yang memecah makanan menjadi bentuk yang lebih sederhana yang dapat dengan mudah diserap oleh tubuh.

3. Protein Struktural

Jenis protein yang ketiga adalah protein struktural. Juga dikenal sebagai protein berserat, protein struktural adalah komponen penting dari tubuh.

Mereka termasuk kolagen, keratin dan elastin. Kolagen membentuk kerangka ikat otot, tulang, tendon, kulit, dan tulang rawan. Keratin adalah komponen struktural utama pada rambut, kuku, gigi dan kulit.

4. Protein Pertahanan

Jenis protein yang ke empat adalah protein pertahanan. Antibodi, atau imunoglobulin, adalah bagian inti dari sistem kekebalan tubuh yang membantu mencegah penyakit.

Antibodi terbentuk di sel darah putih dan menyerang bakteri, virus, dan mikroorganisme berbahaya lainnya, menjadikannya tidak aktif.

5. Protein Penyimpan

Jenis protein yang kelima adalah protein penyimpan. Protein penyimpan bertugas menyimpan ion mineral seperti kalium dalam tubuh. Besi, misalnya, adalah ion yang dibutuhkan untuk pembentukan hemoglobin, komponen struktural utama sel darah merah.

Ferritin, sebuah protein penyimpan, bertugas untuk mengatur dan melindungi dari efek buruk kelebihan zat besi dalam tubuh. Ovalbumin dan kasein juga adalah protein penyimpan yang masing-masing ditemukan dalam ASI dan putih telur, yang memainkan peran besar dalam perkembangan embrio.

6. Protein Pengangkut

Jenis protein yang ke enam adalah protein pengangkut. Protein pengangkut bertugas membawa bahan-bahan penting ke sel.

Hemoglobin, misalnya, membawa oksigen ke jaringan tubuh dari paru-paru. Albumin serum membawa lemak dalam aliran darah Anda, sedangkan mioglobin menyerap oksigen dari hemoglobin dan kemudian melepaskannya ke otot.

Calbindin adalah protein pengangkut lain yang memfasilitasi penyerapan kalsium dari dinding usus.

7. Protein Reseptor

Jenis protein yang ke tujuh adalah protein reseptor. Protein reseptor terletak di bagian luar sel. Ia bertugas untuk mengontrol zat yang masuk dan keluar sel, termasuk air dan nutrisi.

Beberapa reseptor mengaktifkan enzim, sementara yang lain merangsang kelenjar endokrin untuk mengeluarkan epinefrin dan insulin untuk mengatur kadar gula darah.

8. Protein Kontraktil

Jenis protein yang terakhir adalah protein kontraktil. Juga dikenal sebagai protein motorik, protein kontraktil mengatur kekuatan dan kecepatan kontraksi otot dan jantung.

Protein ini adalah aktin dan miosin. Protein kontraktil dapat menyebabkan komplikasi jantung jika menghasilkan kontraksi yang parah.

Rekomendasi