Dipilih Idang Rasjidi, Penyanyi Muda Tulungagung Marsha Alya Luncurkan Album Baru

Penyanyi muda asal Tulungagung, Marsha Alya Zahra dipilih oleh komposer kondang Idang Rasjidi untuk membawakan lagu-lagunya. Kemampuan Marsha menyanyikan berbagai lagu membuat Idang menuliskan lagu dan memfasilitasi rekaman album perdananya.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Dipilih Idang Rasjidi, Penyanyi Muda Tulungagung Marsha Alya Luncurkan Album Baru
Penyanyi anak asal Tulungagung, Marsha Alya Zahra. ©2021 Merdeka.com/Instagram @marshaalyazahra

Penyanyi muda berbakat asal Tulungagung, Jawa Timur, Marsha Alya Zahra (14) merilis album baru bertajuk “Hanya Ilusi”. Album itu berisi lagu-lagu karya musisi jazz Idang Rasjidi.

Marsha merupakan penyanyi hasil ajang pencarian bakat Idang Rasjidi. Dikutip dari Antara (31/3/2021), album ini juga merupakan album perdana Marsha.

Konser Virtual

Peluncuran album perdana Marsha pada Rabu (31/3) ditandai dengan konser virtual. Dalam kesempatan itu ia menampilkan sejumlah lagu andalan. Sementara itu, Idang Rasjidi mengikuti peluncuran album Marsha secara daring dari Bogor, Jawa Barat.

Selama tampil dalam konser virtual peluncuran album perdananya, Marsha ditemani oleh sang ibunda yang juga menjadi eksekutif produsernya, Sandra Fitriani.

"(Lagu-lagu dalam album) Ini seluruhnya karya Opa Idang Rasjidi," ujar Marsha.

Album berisi tujuh lagu itu direkam di studio milik Idang di Kota Bogor. Marsha mengaku, selama proses pembuatan album dirinya banyak berdiskusi dengan Idang.

"Dari ketujuh lagu yang saya bawakan karya Opa Idang ini, rasanya lagu berjudul 'Peradaban' yang paling sulit," imbuh Marsha.

Banyak Genre

Lagu berjudul “Peradaban” berkisah tentang perilaku seseorang yang hanya peduli pada dirinya sendiri di era digital. Sementara itu, Marsha bercerita dari ketujuh lagu dalam albumnya, lagu berjudul “Resah” dan “Narsis” lah yang mencerminkan kehidupan dan sosoknya.

Selain tiga judul lagu itu, empat lagu lain yang ada di album perdana Marsha yakni "Hanya Ilusi", "Tak Semua Mimpi", "Selamat Pagi Dunia", dan "Pemimpi".

Menariknya, album ini tidak hanya terdiri dari satu genre musik, melainkan ada beberapa genre musik. Mulai dari jazz, pop, RnB, hip hop, samba, dan lainnya.

Bakat Sejak Kecil

Bakat menyanyi Marsha sudah muncul sejak putri dari pasangan Eko Sudharmono dan Sandra Fitriani ini masih berusia lima tahun. Seiring bertambahnya usia, Marsha memulai pengalamannya lewat ajang kompetisi dan penampilan dari panggung ke panggung.

Bakat inilah yang kemudian mempertemukan Marsha dengan Idang Rasjidi. Komposer itu keliling Indonesia dengan cara menghadiri berbagai festival jazz di daerah-daerah. Selain ingin mengakrabkan musik jazz pada masyarakat luas, Idang Rasjidi juga sedang mencari penyanyi muda yang berbakat.  

Harapan

Selanjutnya, Idang Rasjidi dan Marsha kembali bertemu pada acara International Jazz Day di Tulungagung pada 2019 silam. Pada kesempatan itu, Idang mengundang Marsha untuk berlatih olah vokal di studionya di Bogor. Hingga kemudian tercipta album “Hanya Ilusi”.

Eksekutif produser sekaligus ibunda Marsha, Sandra Fitriani, menilai album "Hanya Ilusi" sangat enak didengarkan semua kalangan pecinta musik.

"Besar harapan agar album ini dapat diterima dan disukai oleh seluruh masyarakat. Semoga ke depannya Marsha semakin berkembang sebagai musisi muda pendatang baru yang cemerlang," ujar ibu tiga anak itu.

Rekomendasi