Diduga Komisi Penjualan Ternyata Salah Transfer, Nasib Keluarga di Surabaya Jadi Gini

Ardi Pratama mengira uang yang masuk ke rekeningnya ialah komisi dari penjualan mobil. Selang 10 hari kemudian pihak BCA datang ke rumahnya dan menjelaskan ada kesalahan transfer. Kini, Ardi menjadi terdakwa dugaan kasus salah transfer tersebut. Ini cerita pilu sang istri dan anaknya.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Diduga Komisi Penjualan Ternyata Salah Transfer, Nasib Keluarga di Surabaya Jadi Gini
Dugaan kasus salah transfer BCA. ©2021 Merdeka.com/liputan6.com

Ardi Pratama menjadi terdakwa dugaan kasus salah transfer BCA Rp51 juta. Istrinya, Devi Rahmawati hanya bisa menangis dan berharap ada keadilan untuk permasalahan yang dialami sang suami.

Ditemani buah hatinya, Devi menceritakan kronologi salah transfer dari BCA. Peristiwa salah transfer itu terjadi satu tahun lalu, tepatnya pada 17 Maret 2020 pukul 24.00 WIB.

"Transfer itu dikira suami saya dari komisi atau fee dari penjualan mobil. Nominalnya Rp51 juta," terang Devi di Surabaya, Minggu (28/2/2021), dikutip dari Liputan6.com.

Selang 10 hari kemudian ada konfirmasi dari pihak BCA. Dua orang pegawai bank mendatangi rumah Devi.

"Yang ke rumah itu Bu Nur dan Bu Ida. Mereka berdua menjelaskan kalau salah transfer," ujarnya.

Namun, Ardi mengaku tidak mengetahui perihal transfer tersebut. Ia menyampaikan iktikad untuk mengembalikan ke BCA dengan cara mencicil.

"Tapi suami saya bilang tidak tahu kalau ada transfer itu. Selanjutnya, suami saya mempunyai iktikad baik untuk mengembalikan dengan cara diangsur satu bulannya Rp2 juta," imbuhnya.

Tawaran yang disampaikan Ardi ditolak oleh dua pegawai BCA. Mereka meminta hari itu juga Ardi mengembalikan uang Rp51 juta secara tunai.

"Sedangkan uang transfer tersebut sudah dipakai. Saya juga bingung," ucap Devi.

Kedua pegawai BCA menjelaskan penolakan tawaran angsuran yang dilayangkan Ardi. Menurut mereka terlalu lama jika diangsur Rp2 juta per bulan.

"Selanjutnya, mereka berdua langsung pamit pulang. Dan sempat agak emosi juga," ujarnya.

Devi mengaku kecewa lantaran iktikad baik sang suami untuk mengangsur ditolak pihak BCA. Saat ini, ia hanya berharap keadilan dalam dugaan kasus salah transfer ini.

"Kenapa tidak dibicarakan secara baik-baik, secara kekeluargaan. Tapi langsung dilaporkan ke pihak kepolisian," ujarnya.

Ia berharap mendapatkan keadilan. Pasalnya, kini ia sendiri bingung mengupayakan biaya makan sehari-hari serta memenuhi kebutuhan susu untuk anak-anaknya.

"Alhamdulillah banyak yang membantu, kadang bantuan datang dari saudara. Saya juga tidak bisa kerja karena anak saya masih kecil-kecil," pungkasnya.

Rekomendasi