Ketahui Penyebab Sering Migrain yang Perlu Diwaspadai, Cegah Sejak Dini

Migrain adalah salah satu gangguan pada satu sisi kepala yang sering menyerang orang dewasa. Migrain dapat menyebabkan nyeri berdenyut yang parah atau sensasi berdenyut di satu sisi kepala. Berikut beberapa penyebab sering migrain yang perlu diketahui.

Edelweis Lararenjana
Oleh Edelweis Lararenjana - Reporter
Ketahui Penyebab Sering Migrain yang Perlu Diwaspadai, Cegah Sejak Dini
Ilustrasi sakit kepala. ©2015 Merdeka.com/shutterstock

Migrain adalah salah satu gangguan pada satu sisi kepala yang sering menyerang orang dewasa. Migrain dapat menyebabkan nyeri berdenyut yang parah atau sensasi berdenyut di satu sisi kepala.

Migrain sering disertai rasa mual, muntah, dan kepekaan ekstrem terhadap cahaya dan suara. Serangan migrain bisa berlangsung selama berjam-jam hingga berhari-hari, dan rasa sakitnya bisa sangat parah sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari Anda.

Bagi sebagian orang, gejala peringatan migrain yang dikenal sebagai aura terjadi sebelum atau bersamaan dengan sakit kepala. Aura dapat mencakup gangguan penglihatan, seperti kilatan cahaya atau titik buta, atau gangguan lain seperti kesemutan di satu sisi wajah atau di lengan atau tungkai dan kesulitan berbicara.

Pengobatan dapat membantu mencegah beberapa jenis migrain dan mengurangi nyeri. Obat yang tepat, dikombinasikan dengan pengobatan swadaya dan perubahan gaya hidup, dapat membantu menekan intensitas serangan migrain. Berikut beberapa penyebab sering migrain yang perlu diketahui, melansir dari Mayo Clinic.

Gejala Migrain

Gejala dari penyebab sering migrain dibagi menjadi beberapa tahap. Migrain yang sering dimulai pada masa kanak-kanak, remaja atau dewasa awal, dapat berkembang melalui empat tahap yakni prodrome, aura, serangan, dan post-drome. Namun, tidak semua orang yang mengalami migrain mengalami semua tahap ini. 

1. Prodrome

Satu atau dua hari sebelum migrain, Anda mungkin melihat perubahan halus yang memperingatkan migrain yang akan datang, termasuk:

  • Sembelit
  • Suasana hati berubah, dari depresi menjadi euforia
  • Mengidam makanan
  • Leher kaku
  • Meningkatnya rasa haus dan buang air kecil
  • Sering menguap

2. Aura

Bagi sebagian orang, aura mungkin terjadi sebelum atau selama migrain. Aura adalah gejala sistem saraf yang dapat dibalik. Gejala ini biasanya bersifat visual, tetapi juga dapat mencakup gangguan lain. Setiap gejala biasanya dimulai secara bertahap, bertambah selama beberapa menit dan berlangsung selama 20 hingga 60 menit. Contoh aura migrain meliputi:

  • Fenomena visual, seperti melihat berbagai bentuk, titik terang, atau kilatan cahaya
  • Kehilangan penglihatan
  • Sensasi pin dan jarum di lengan atau kaki
  • Lemah atau mati rasa di wajah atau salah satu sisi tubuh
  • Kesulitan berbicara
  • Mendengar suara atau musik
  • Sentakan tak terkendali atau gerakan lain

3. Attack

Dalam tahap ini, migrain biasanya berlangsung dari empat hingga 72 jam jika tidak diobati. Seberapa sering migrain terjadi bervariasi dari orang ke orang. Migrain mungkin jarang terjadi atau menyerang beberapa kali dalam sebulan. Selama migrain, Anda mungkin mengalami:

  • Nyeri, biasanya di satu sisi kepala Anda dan bisa juga di kedua sisi
  • Nyeri yang berdenyut-denyut
  • Kepekaan terhadap cahaya, suara, dan terkadang penciuman dan sentuhan
  • Mual dan muntah

4. Post-drome

Setelah serangan migrain, Anda mungkin merasa terkuras, bingung, dan kehabisan tenaga hingga satu hari. Beberapa orang ada yang melaporkan merasa gembira saat migrain telah berakhir. Dan gerakan kepala yang tiba-tiba dapat menyebabkan rasa sakit kembali namun hanya sebentar.

Penyebab Sering Migrain

Meskipun penyebab sering migrain masih belum sepenuhnya dipahami, faktor genetika dan lingkungan tampaknya berperan dalam penyebab sering migrain yang dialami oleh banyak orang. Perubahan pada batang otak dan interaksinya dengan saraf trigeminal, jalur nyeri utama, adalah hal yang kemungkinan besar berperan dalam penyebab sering migrain.

Begitu pula dengan ketidakseimbangan bahan kimia otak seperti serotonin, yang membantu mengatur rasa sakit di sistem saraf Anda. Para peneliti sedang mempelajari peran serotonin dalam migrain. Neurotransmiter lain berperan dalam nyeri migrain, termasuk peptida terkait gen kalsitonin (CGRP).

Berikut ini adalah beberapa penyebab sering migrain yang cukup umum, di antaranya:

  • Perubahan hormonal pada wanita. Fluktuasi estrogen, seperti sebelum atau selama periode menstruasi, kehamilan dan menopause, tampaknya memicu sakit kepala pada banyak wanita.
  • Pengobatan hormonal. Kontrasepsi oral dan terapi penggantian hormon, juga dapat memperburuk migrain. Namun dalam beberapa kasus, terdapat wanita yang justru merasa migrain lebih jarang terjadi saat minum obat ini.
  • Minuman. Alkohol, terutama anggur dan terlalu banyak kafein, seperti kopi dapat menjadi penyebab sering migrain bagi sebagian orang.
  • Stres. Stres di tempat kerja atau di rumah bisa menyebabkan migrain.
  • Rangsangan sensorik. Cahaya terang dan sinar matahari dapat menyebabkan migrain, begitu pula suara keras. Bau yang menyengat termasuk parfum, pengencer cat, perokok pasif dan lain-lain dapat memicu migrain pada sebagian orang.
  • Perubahan tidur. Kurang tidur, terlalu banyak tidur atau jet lag dapat memicu migrain pada beberapa orang.
  • Faktor fisik. Aktivitas fisik yang intens, termasuk aktivitas seksual, dapat memicu migrain.
  • Perubahan cuaca. Perubahan cuaca atau tekanan barometrik dapat menjadi penyebab sering migrain.
  • Pengobatan. Kontrasepsi oral dan vasodilator, seperti nitrogliserin, dapat memperburuk migrain.
  • Makanan. Keju dan makanan asin serta olahan yang sudah tua dapat memicu migrain. Begitu juga mungkin melewatkan makan atau puasa.
  • Aditif makanan. Ini termasuk aspartam pemanis dan pengawet monosodium glutamat (MSG), yang ditemukan di banyak makanan.

Faktor Risiko Migrain

Beberapa faktor risiko di bawah ini membuat Anda lebih rentan untuk mengalami migrain, di antaranya:

  • Sejarah keluarga. Jika Anda memiliki anggota keluarga yang menderita migrain, maka Anda memiliki peluang bagus untuk mengembangkannya juga.
  • Usia. Migrain dapat dimulai pada usia berapa pun, meskipun yang pertama sering terjadi selama masa remaja. Migrain cenderung memuncak selama usia 30-an, dan secara bertahap menjadi tidak terlalu parah dan jarang terjadi pada dekade berikutnya.
  • Jenis kelamin. Wanita tiga kali lebih mungkin mengalami migrain.
  • Perubahan hormonal. Bagi wanita yang mengalami migrain, sakit kepala mungkin dimulai tepat sebelum atau tidak lama setelah menstruasi. Mereka mungkin juga berubah selama kehamilan atau menopause. Migrain umumnya membaik setelah menopause.
Rekomendasi