Kanker otak merupakan suatu jenis kanker yang sering ditemukan pada anak-anak. Penyebab kanker otak pada anak-anak juga dipengaruhi oleh beragam faktor. Sebagai orang tua, pastinya mengetahui faktor-faktor tersebut sangatlah penting karena dapat melakukan langkah pencegahan sedini mungkin.
Merawat anak dengan kanker otak juga dibutuhkan penanganan ekstra yang berbeda dengan jenis kanker yang lainnya. Maka dari itu, Anda harus cepat dan sigap dalam memberikan penanganan pada anak.
Beberapa jenis kanker otak juga bisa mengancam jiwa. Karena keberadaannya di otak, benjolan tumor dan perawatan yang dilakukan bisa memiliki efek jangka panjang, misalnya pada fungsi intelektual dan neurologis.
Untuk mengetahui secara lebih rinci, berikut ini kami telah rangkum penyebab kanker otak pada anak serta gejalanya, yang dilansir dari Kids Health Organization:
Advertisement
1. Faktor Keturunan
Penyebab kanker otak pada anak yang pertama adalah keturunan. Meskipun jarang terjadi riwayat keluarga dengan kanker otak atau riwayat keluarga dengan sindrom genetik tertentu, dapat meningkatkan risiko kanker otak pada beberapa anak.
Sebuah penelitian menemukan sebuah perubahan gen yang menyebabkan sindrom warisan yang langka (seperti neurofibromatosis, tuberous sclerosis, sindrom Li-Fraumeni, dan penyakit von Hippel-Lindau).
Semua faktor tersebut akan meningkatkan risiko terjadinya beberapa jenis tumor otak dan sumsum tulang belakang pada anak.
Advertisement
2. Kondisi Genetik
Penyebab kanker otak pada anak berikutnya adalah disebabkan oleh adanya kondisi genetik tertentu. Beberapa anak yang memang memiliki kondisi genetik tertentu akan dapat memiliki peluang lebih besar terkena kanker otak.
Penyakit seperti neurofibromatosis, penyakit von Hippel-Lindau, dan sindrom Li-Fraumeni semuanya terkait dengan risiko tumor otak yang lebih tinggi.
3. Adanya Paparan dari Lingkungan
Penyebab kanker otak pada anak selanjutnya adalah adanya beberapa paparan dari lingkungan yang dapat menyebabkan kanker seperti contohnya asap tembakau.
Namun, sebenarnya otak akan relatif terlindungi dari sebagian besar adanya bahan kimia penyebab kanker yang bisa kita hirup ataupun maka. Terlebih lagi, anak-anak akan cenderung tidak terpapar banyak dari bahan kimia satu ini.
Advertisement
4. Radiasi
Sinar X dan sinar gamma telah dikenal sebagai karsinogen atau agen penyebab kanker pada manusia. Namun, sebenarnya hanya paparan radiasi dalam tingkat tinggi yang bisa dapat menjadi penyebab kanker.
Seperti halnya radiasi pada ledakan nuklir, bom atom, serta paparan radiasi tingkat tinggi di tempat kerja seperti pada lokasi pertambangan uranium. Adanya paparan radiasi yang tinggi akan dikaitkan dengan risiko kanker yang lebih tinggi pula.
Akan tetapi, bahkan jumlah radiasi yang rendah juga dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko terkena dan juga meninggal akibat oleh kanker. Tidak ada batasan yang jelas untuk paparan sebuah radiasi yang aman.
Advertisement
Gejala Kanker Otak pada Anak
Penyebab kanker otak pada anak juga dapat menimbulkan gejala yang dapat kita kenali. Gejala-gejala tersebut biasanya tergantung pada lokasi serta ukuran tumor. Karena biasanya anak kecil seringkali tidak mengeluhkan beberapa gejalanya, orang tua pastinya harus mengandalkan pengamatan tersendiri terhadap anak untuk mewaspadai adanya tanda dan gejala kanker otak.
Dilansir dari American Childhood Cancer Organization, berikut ini beberapa gejala kanker otak pada anak yang harus diwaspadai:
- Kejang yang tidak berhubungan dengan demam tinggi
- Menatap atau melotot dan melakukan gerakan otomatis berulang
- Muntah terus-menerus tanpa sebab yang diketahui
- Kelemahan progresif atau kecanggungan; memiringkan leher, juling
- Kesulitan menjaga keseimbangan saat berjalan
- Pubertas sebelum waktunya; retardasi pertumbuhan
- Sleep apnea
- Masalah penglihatan
- Sakit kepala, terutama yang membangunkan anak di malam hari atau dini hari
- Sakit punggung
- Perubahan kepribadian, lekas marah, lesu.
Kebanyakan orang tua biasanya juga mendiagnosis dengan kanker otak melaporkan adanya variasi dan kombinasi gejala yang lainnya.
Advertisement
Pengobatan Kanker Otak
Pengobatan kanker otak pada anak sebetulnya harus dilakukan sejak dini. Tujuannya adalah agar mempermudah penanganannya. Apabila tidak segera untuk ditangani, kondisi tersebut bisa jadi bertambah parah.
Kanker otak biasanya tidak menyebar dan hanya diam di satu tempat saja. Akan tetapi kanker otak bisa memberikan suatu tekanan dan juga merusak area yang ada disekitarnya. Pengobatan kanker otak biasanya bergantung pada berbagai hal, mulai dari ukuran, jenis, serta lokasi tumor.
Prosedur operasi pengangkatan kanker yang dilakukan pada kanker otak jinak pada umumnya berhasil ditangani dan tumor tidak muncul kembali. Sebagai hasilnya, kondisi ini tidak menyebabkan masalah berkelanjutan di kemudian hari.
Sementara pada kanker otak glioma stadium 2, berbeda lagi. Kanker ini sering tumbuh kembali setelah menjalani pengobatan. Di samping itu, kanker ini punya potensi untuk berubah menjadi ganas. Bahkan, penyebaran dan pertumbuhannya bisa lebih cepat.
Untuk membantu proses pemulihan kanker otak, biasanya dokter akan menyarankan beberapa jenis terapi. Misalnya radioterapi dan kemoterapi.